
Sedangkan Nada langsung cemberut, dia juga tidak bisa membela diri karena yang dikatakan James memang benar kalau dirinya kribo, tapi memangnya kenapa jika dirinya kribo, pikir Nada.
"hilih! diamlah Jams, aku juga sedang marah ini, jadi kamu bisa pergi sekarang!" usir Keyla, Keyla berjalan dan menuju pada keduanya diapun duduk disamping Nada, "kamu juga Nad, kenapa mengganggu James," kini Keyla beralih menatap Nada yang masih cemberut.
"aku cuman kasian padanya, dia sendirian disini, dari pada sendiri kan mending aku temani"
"tidak perlu! Aku lebih suka sendiri dari pada bersamamu, karena aku tidak suka padamu" sungut James.
"halah nanti bucin lho Beb sama aku," goda Nada, dimana itu justru mendapat tatapan tajam dari James, namun Nada biasa saja, sama sekali tidak terpengaruh dengan tatapan itu, karena sudah biasa dia diperlakukan seperti itu oleh James.
"diamlah kalian ini, mengganggu saja, sana bubar semua, aku mau bekerja" Keyla berdiri dan menuju ke tempat duduk kerjanya, dia meninggalkan keduanya begitu saja, karena kepalanya mau pecah mendengar perdebatan keduanya,sebenarnya keduanya tidak berdebat, hanya saja mood Keyla memang buruk, itu sebabnya dia merasa terganggu dengan keduanya.
__ADS_1
"kamu mengusirku Key?" tanya James, James membuntuti Keyla seperti induk ayam, lebih baik begini pikir James, dari pada bersama Nada, entah kenapa sifat agresif Nada membuat james risih sendiri.
"sepertinya perkataanku sudah jelas, pergi sana" usir Keyla dengan mengibaskan tangannya, dia mulai membuka berkas yang berada didepannya tanpa menghiraukan suara yang saling bersautan didalam ruanganya,
keyla melirik sekilas pada keduanya. "apa mereka tidak saling rindu jika jauh, kenapa tidak selesai juga pertengkarannya," gumam Keyla, Keyla membuka tasnya dan mengambil hadseat, diapun menutup telinganya dengan headset itu.
"sudah lah, sebaiknya aku kembali ke kantorku saja, dari pada disini bersamamu" James berjalan kearah pintu dan meninggalkan Nada dan Keyla.
"ada apa Key?" tanya Nada, Nada tahu betul jika temannya ini tidak baik-baik saja, karena Jika Keyla baik-baik saja, maka dia tidak akan menyendiri, karena biasanya Keyla akan ikut nimbrung dengan dirinya dan James, jika keduanya sedang berdebat, namun barusan Keyla malah memilih pergi dari hadapan mereka.
huffff, "kamu tahu Nad, dia sekarang sudah memiliki kekasih, dan lucunya mereka bekerja di tempat yang sama," ujar Keyla dengan tertawa sumbang.
__ADS_1
Ya sejak tadi yang mengganggu pikiran Keyla adalah Fatih, pria yang menurutnya aneh kali ini, sikap Fatih yang ingin ditemani makan, dan Fatih yang melarangnya pergi, dan Fatih yang ingin mengantarnya kekantor, itu semua justru membuat Keyla tidak nyaman, Keyla tidak ingin prasaanya pada Fatih semakin bertambah, jika Fatih terus seperti itu padanya.
"siap yang kamu maksud, apa pria dari Indonesia itu?"
"tidak!" kilah Keyla, Keyla baru sadar jika Nada tidak tahu soal Fatih.
"jangan bohong Key, kita berteman bukan seumur jagung lagi, bahkan kemaren saat kamu pertama kali bertemu dengannya, kalian seperti ada sesuatu."
"sudah lupakan soal dia, sebaiknya kita bekerja saja, lagian ini masih jam kerja, jadi tidak boleh bahas hal pribadi," Keyla kembali membuka berkasnya.
"kebiasaan, selalu saja menghindar jika membahas tentang kehidupan pribadinya," kesal Nada, Nadapun berlalu dari ruangan Keyla denga menggrutu.
__ADS_1