
Fatih mengeringkan rambut Keyla secara perlahan, tidak lama dia selesai dengan aktifitasnya.
Fatih segera mandi dan setelah itu dia ikut berbaring disamping istrinya, ditatapnya lekat wajah sang istri, "apa kamu benar menjadi istriku sekarang sayang" gumam Fatih yang masih tidak percaya dengan perniakahnnya sendiri, dia terus mengelus pipi sang istri dengan begitu lembut, sehingga Keyla mengerjabkan kan kedua matanya.
"kak!"
"iya sayang, ini kakak, tidurlah lagi, sini kakak peluk," Fatih membawa Keyla kedalam pelukannya, dan mereka berdua terlelap bersama, karena tubuh keduanya sama-sama lelah.
sedangkan ditempat Lain, Richad tengah melihat pesan yang orangnya kirimkan, "siapa yang berani mengusi keluarga, apa dia sudah bosan hidup," berang Richad, karena baru saja dia menerima laporan tentang seseorang yang ingin mencelakai Keyla, namun orang-orang Richad lebih dulu mengetahui gerak gerik penjahatnya, sehingga Keyla tidak terluka sedikitpun, Richad tidak akan membiarkan itu, dia sendiri yang akan membunuh orang itu, jika terjadi sesuatu dengan sang adik.
Selama ini, belum pernah ada yang berani mengusik keluarganya, jadi dia cukup terkejut menerima laporan itu.
Pagi pun tiba, kini sepasang suami istri itu tengah saling berpelukan, hingga suara ponsel yang begitu keras membangunkan Fatih.
Fatih meraba-raba meja yang berada disampingnya, tertera disana nama sang kakak, setelah Fatih membuka matanya dengan sempurna, "iya kak ada apa?"
__ADS_1
"apa kamu lupa dek, ini jam berapa? seluruh keluarga menunggu dibawah, ayo segera turun, dan bawa Keyla turun juga, kasihan disini sudah pada menunggu." suara lebut sang kakak yang selalu bisa membuat Fatih menurut, siapa lagi kalau bukan Monic.
"iya kak, sebentar lagi kami turun," Fatih menutup telfonnya dan menatap Keyla yang masih nyenyak dalam tidurnya.
"sayang bangun, keluarga sudah menunggu kita dibawah untuk makan," Fatih terus membangunkan Keyla yang tidak kunjung bangun, "astaga, kenapa susah sekali membangunkan Keyla," Fatih memencet hidung Keyla, sehingga Keyla membuka matanya lebar-lebar.
"Moms!" kesal Keyla, sepertinya Keyla belum sepenuhnya sadar, sehingga dia mengira yang menjahilinya adalah Moms Winda.
"iya sayang," goda Fatih, Keyla menoleh dan matanya langsung terbelalak, dia kini sudah ingat, jika kemaren dirinya sudah menikah.
"lho sayang, ayo cepat mandi, kok malah masuk selimut," Fatih berusaha membukanya, namun ditahan dengan kuat oleh Keyla.
"Key malu kak, Key baru bangun," teriak Keyla dari balik selimut, bagaimana tidak malu, jika wajahnya masih bermuka bantal dan pasti rambutnya juga acak-acakan.
Fatih menarik selimut Keyla dengan kuat, sehingga selimut itu terlepas dari tubuh istrinya.
__ADS_1
"dengerin kakak sayang, kamu tuh sangat cantik, dan ingat seperti apapun kamu, kakak akan selalu mencintai kamu apa adanya, jadi tidak perlu malu, ayo sekarang mandi, karena keluarga kita sudah menunggu," Fatih membantu Keyla untuk berdiri.
"kakak."
"sudah jangan membantah, cepat ayo mandi, kita mandi bersama saja, biar cepat," goda Fatih.
"enggak! Key dulu yang mandi," tolak Keyla dengan tegas, dia belum berani mandi bersama dengan Fatih, apa lagi meraka belum pernah melakukan hubungan suami istri.
"baiklah, tapi kasih kakak mood boster dulu."
Cup..
Tanpa dikomando, Fatih langsung mencium bibir sang istri, meskipun hanya sekilas, tapi itu sudah cukup bagi Fatih, mengingat mereka buru-buru.
Sedangkan Keyla langsung berlari kekamar mandi, karena wajahnya sudah memerah, akibat ulah suaminya, "sepertinya aku akan olah raga jantung setiap hari" gumam Keyla sambil terkekeh.
__ADS_1