
"Keyla!"
Baik Keyla maupun Nada menoleh pada sosok yang memanggil Keyla, pria itu berjalan menghampiri Keyla dan langsung membawa Keyla menjauh dari tempat itu, sehingga Nada hanya melongo menyaksikan semua yang terjadi dihadapannya itu.
"Apa yang kamu lakukan ditempat ini?" Fatih menyusuri seluruh pakain Kayla yang sedikit terbuka, dia menggeleng melihat penampilan Keyla, Fatih segera melepas jasnya dan memakaikan ketubuh Keyla, beruntung Fatih masih menggunakan baju formalnya saat keclub.
Fatih sungguh tidak Rela jika tubuh seksi wanita yang sangat ia cintai menjadi santapan mata buaya, apa lagi ditempat seperti ini pasti banyak pria hidung belang, pikir Fatih.
Fatih yang awalnya malas diajak Bastian keclub menjadi sedikit bersyukur, karena jika saja tadi Fatih tidak mau, bisa dipastikan dia tidak akan tahu jika Keyla ada ditempat seperti ini.
"Kak! Kakak disini juga?"
"ayo pulang dengan kakak," tanpa menjawab pertanyaan Keyla, Fatih membawa tangan Keyla dalam genggaman tangannya, dia berjalan melewati teman Keyla.
"Kak tunggu dulu, aku harus pamit pada mereka." Keyla melepas pegangan tangan Fatih, dia berjalan kearah tempatnya duduk tadi, mana mungkin Keyla pergi begitu saja, sedangkan dia datang bersama teman-temannya, kan tidak sopan namanya.
"Ada apa Key?" Tanya Cand, karena melihat Keyl yang berjalan cepat kearahnya, Cand melihat dibelakang Keyla ada pria, sudah pasti Cand tahu siapa pria itu, karena Ricad sudah menceritakan semua pada Candra, tapi Cand sama sekali tidak peduli.
"Kak, Key pulang duluan ya, ada hal penting soalnya"
__ADS_1
"Sama dia?" Tunjuk Cand pada Fatih yang kini tengah menatapnya.
"Hem, Key titip Nada ya kak, jangan ditinggal sendirian Nadanya," Keyla berbalik dan berlalu dari sana.
"hati-hati." teriak Cand, Candpun bersiap untuk pulang, lagian dia sudah tidak ada kepentingan disini, karena Keyla sudah pulang, "Jams, bawa pulang Nada, karena Keyla sudah pulang," pesan Cand sebelum dia juga pergi dari sana.
"ok," James menuju Nada dan mengajak wanita itu untuk pulang, meskipun Nada menggrutu.
Fatih menengadahkan tangannya pada Bastian, "mana kunci mobilnya."
Bastian langsung menyerahkan kunci mobil itu pada sang bos.
Namun sebelum benar-benar keluar, dia meminta Bastian untuk mengawasi Nada, sahabat Keyla, Fatih tidak percaya dengan teman Keyla, meskipun mereka dekat.
Sebenarnya dinegara tempat Keyla, baju seperti itu cukup sopan, hanya saja Fatih tidak ingin saja ada pria yang menatap Keyla penuh minat, bukan karena dia kuper, kata anak jaman sekarang, dia hanya ingin Keyla sedikit tertutup.
"Apa yang membawamu ketempat seperti itu Key?" Fatih bertanya sambil mengemudi mobilnya, namun tatapan tajamnya sesekali dia layangkan pada Keyla yang hanya diam saja sejak tadi, bukannya seharusnya Keyla memulai pembicaraan.
Sungguh Fatih sangat lucu jika mengharapkan itu dari Keyla, karena mereka tidak memiliki hubungan yang spesial, melaikan atasan dan bawahan.
__ADS_1
"Key!"
"Apa sih kak," kesal Keyla, karena Fatih terus menatapnya sejak tadi.
"Kenapa tidak menjawab pertanyaan kakak, Apa kakak perlu mengulang pertanyaan kakak?"
Keyla menghembuskan nafasnya kasar sebelum menjawab Pertanyaan Fatih, dia sendiri bingung harus menjelaskan apa, apa iya dia harus menejelaskan jika dirinya baru saja jadi pacar pura-pura, kan gak lucu.
"Kakak juga sama, tadi Key bertanya, kakak juga tidak mau menjawabnya."
Sepertinya memang itu jawaban yang tepat, agar Fatih tidak terus bertanya.
"Dasar wanita, selalu saja mengingat hal yang sudah terlewatkan," batin Fatih.
"Kakak tadi diajak Bastian, awalnya kakak tidak mau, tapi kali ini kakak sepertinya harus berterima kasih, andai tadi kakak tidak ikut, kakak tidak akan tahu jika wanita kakak ada ditempat seperti itu," panjang kali lebar penjelasan Fatih,disertai sindiran dan lirikan tajamnya.
Keyla menatap Fatih dengan alis menukik, apa maksud Fatih, "wanita kakak bagaimana maksudnya?" Karena Keyla sudah sering kali mendengar perkataan Fatih itu, awalnya Keyla pikir salah dengar, tapi makin kesini tingkah Fatih aneh saja menurut Keyla.
Fatih tidak menjawab, dia terus melajukan mobilnya, hingga dia berhenti disebuah resto bintang lima.
__ADS_1
"Ngapain kita kesini kak?"
"Tentu saja makan, kakak belum makan, jadi temani kakak makan," Fatih keluar dari mobil, dia mengitari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Keyla.