Keyla Forever

Keyla Forever
EPS-48


__ADS_3

"tidak akan lama lagi Key, kita akan bersama, kakak janji untuk hal ini," batin Fatih.


"Astaga.... Kamu membuatku terkejut saja Nad," kaget Keyla, ketika dia sampai diruangannya, dia melihat Nada yang menatapnya penuh kekesalan, karena Nada sudah sejak tadi menunggu Keyla.


"ada apa kamu kesini Nad? Memang kamu sudah ijin untuk libur kerja?" ujar Keyla dengan memicingkan alisnya, dia sepertinya bisa menebak jika Nada ada masalah, karena tidak mungkin Nada datang kekantor Fatih jika tidak mendesak.


"ini kesini kan memang mau ijin, kan bosnya sedang jadi bawahan untuk beberapa hari kedepan," kelakar Nada sambil terkekeh, karena Nada kali ini bisa mengejek Keyla yang dulu sering mengejeknya, hilang sudah kekesalan Nada jika sudah mulai adu mulut dengan Keyla, bahkan Nada sepertinya lupa ada perlu apa dengan Keyla.


"dasar, sudah sana kembali kekantor, nanti bagaimana jika Louis merindukan mu," ujar Keyla dengan terbahak-bahak, karena Lois dan Nada akan saling mencari jika sedang banyak pekerjaan, dan ajaibnya mereka bisa mengerti satu sama lain.


"tidak akan, karena hari ini tidak begitu sibuk, jadi dia tidak akan mengangguku," Nada berdiri dan menarik Keyla agar ikut dengannya.

__ADS_1


"mau kemana?" heran Keyla, karena dirinya baru saja pulang dari makan siang, mana mungkin dia akan keluar lagi, ini bukan kantornya, jadi mana bisa dia seenaknya, pikir Keyla.


"aku ada perlu, aku baru inget, sebentar, kita ke roftop saja, tidak keluar dari kantor," mereka berdua menaiki lift untuk menuju atap gedung Keyla saat ini.


"ada hal penting apa, disana juga tadi kan sama saja," kini Keyla dan Nada tengah duduk disebuah bangku yang sudah tersedia disana.


"Key, aku sudah tahu apa yang terjadi dengan James selama ini?" ujar Nada dengan sedikir berbisik, karena Iya takut ada yang mendengarnya, kasihan James jika diejek orang-orang.


"biasa aja kali, sungguh menjijikan," Nada berdiri dan mengelap roknya yang kena semburan Keyla.


"tidak sengaja," Keyla kembali meminum sambil menatap Nada yang terus menggrutu, namun Keyla masa bodoh dengan itu.

__ADS_1


"tadi aku tidak sengaja melihatnya dirumah sakit, dan kamu tahu, dia berada didepan ruangan dokter jiwa," Nada menyampaikan dengan Nada yang seakan-akan ini sudah luar biasa.


"aku sudah tahu, karena aku yang memintanya untuk berobat, aku tidak ingin dia seperti itu Nad," lirih Keyla, Ya, bagaimanapun Keyla sangat menyanyangi James, dan Keyla tidak ingin James mempunyai kehidupan yang seperti itu, dia ingin sahabatnya itu menjadi orang yang bisa dibanggakan.


"apa aku boleh menemaninya untuk berobat?"


"tanyakan saja sama orangnya! Kenapa bertanya padaku, dasar oneng," sungut Keyla.


"bantu aku Key, paksa dia agar mau berobat ditemani diriku, aku janji tidak akan macam-macam." mohon Nada dengan wajah memelasnya.


Keyla yang melihat itu merasa tidak tega, dia menghembuskan nafasnya kasar, "baiklah, tapi tidak janji," putus Keyla akhirnya, "apa nada segitu cintanya dengan James, sehingga dia ingin selalu menemai pria itu berobat," batin Keyla yang terus menatap Nada sejak tadi, bahkan senyum Nada begitu merekah, setelah Keyla ingin membantunya.

__ADS_1


"aku akan berusaha yang terbaik untuknya Key, aku janji," Nada memegang tangan Keyla sambil tersenyum tulus, dia sangat berterima kasih pada Keyla, karena sudah mau membantunya.


__ADS_2