
"What!!" Keyla yang tengah memakai lipstik tercoret hingga kepipi, karena terkejut, "apa kakak tidak bercanda?" karena Keyla meras Cand tengah bercanda, pikir Keyla.
"sudah kakak duga, pasti kamu tidak mau," Cand menghebuskan nafasnya lesu.
"sembarangan," sungut Keyla.
"auw! Sakit anak kecil!" sungut Cand, karena Keyla menggeplak lengannya begitu keras.
"sukur! Makanya jangan suka berasumsi sendiri, Key bukan gak mau, Key hanya terkejut tadi," Keyla mengambil tissu yang ada di hadapannya itu dan membersihkan lipstik yang belepotan, sedangkan Cand hanya terkekeh, merutiki tingkahnya yang niatnya ingin merajuk.
"maaf Key, kan kakak gak tahu kalau sebenarnya kamu mau, kakak kira kamu akan menolak, itu sebabnya kakak tidak bicara terlebih dahulu."
"helihhh," Keyla memutar bola matanya Malas mendengar alasan Cand.
Flasback off
"kenapa kakak tidak mau dengannya, bukannya dia cantik?" kekepoan seorang Keyla muncul, setelah Wulan sudah tidak bersama mereka lagi.
"belum ingin saja menikah," alasan yang biasa semua orang katakan, padahal yang sebenarnya, Cand sedang menunggu wanita yang sudah membuatnya luka.
__ADS_1
"nunggu ubanan?" ejek Keyla, sehingga keduanya terkekeh bersama.
"ayo kita ke Club," ajak Cand, dia ingin malam ini merayakan kegagalan perjodohannya.
"tidak! Nada nanti mencariku," tolak Keyla, karena memang dia ada janji dengan Nada.
"tenang saja, aku sudah menyuruhnya menyusul ke club, sudah ayo," Cand berdiri dan menuju kasir untuk membayar tagihan makanan mereka, setelahnya dia berlalu bersama Keyla, menuju parkiran.
"ternyata kakak sudah mengatur segalanya, untung aku tidak salah kostum," ujar Keyla sambil menatap Cand yang kini tengah mengemudi.
Cand hanya mengelus kepala Keyla dengan tangan kirinya, tidak lupa dia sematkan senyuman yang cukup memukau.
"biasa Key, ini kan Weekend," Cand melemparkan kuncinya pada penjaga, Penjaga disana sudah paham siapa Cand, tanpa menunggu lama penjaga itu memarkirkan mobil Cand ditempat khusus.
"apa kakak sering kesini?" tanya Keyla, kini keduanya bergandengan tangan, Keyla mengitari pandangannya keseluruh Club, dia mencari Nada, siapa tahu sahabatnya itu sudah datang.
"Key!" Nada melambaikan tangannya setelah melihat Keyla berdiri tidak jauh darinya, sedangkan Keyla yang melihat itu langsung berjalan menghampiri Nada.
"kamu sendirian Nad kesininya?" Keyla duduk disamping Nada.
__ADS_1
"tidak aku ber-"
"apa!" potong James cepat, "Dia bersamaku!" Keyla menoleh kebelakang, dan disana Keyla melihat ada James.
"hohoho... Sepertinya ada yang mulai dekat," goda Keyla, sehingga James langsung mendelik.
"jangan sembarang! Kalau saja aku tidak melihat persahabat kita, mana mau aku mengantarnya kesini, apa lagi dia dijalan sendirian," James duduk disamping Nada, sedangkan Cand hanya menyimak pembicaran ketiganya itu.
Keyla, Nada dan James terlibat obrolan sambil menikmati minuman masing-masing, sedangkan Cand dia justru sibuk dengan ponselnya padahal niatnya tadi Cand yang ingin bersenang-senang.
"apa yang kamu lihat!" Nada terkejut karena tiba-tiba James berkata begitu keras didekat telingannya.
"tidak ada," Nada kembali menikmati minumannya tanpa mempedulikan James disampingnya yang kini tengah menatapnya penuh curiga.
"ada apa dengannya, sejak tadi terus menatap Kak Cand" batin James, bahkan James terus menatap gerak gerik Nada, sepertinya James lupa jika Nada adalah wanita yang baginya sangat menyebalkan.
"dalem banget lihatnya" goda Keyla, sehingga James menjadi salting, dan itu sukses membuat Keyla tertawa lepas.
"Key, joget yuk," Nada berdiri disusul Keyla, mereka berdua berjalan menuju kerumunan orang yang tengah menikmati detuman yang cukup membuat gila.
__ADS_1
"Al, bukannya itu Nona Keyla?"