Keyla Forever

Keyla Forever
EPS-75


__ADS_3

Ceklek...


Suara pintu kamar dibuka, Keyla melihat suaminya yang sudah tidak ada ditempat tidur, bahkan kamarnya sudah bersih, Keyla berjalan mendekati ranjang dan dia mendengar suara gemericik air dari kamar mandinya, akhirnya Keyla menuju room closet untuk menyiapkan baju kerja suaminya, tidak ketinggalan pula lengkap dengan ****** ********, meski sebenarnya Keyla sedikit risih, mengingat ini baru pertama kalinya.


Fatih keluar kamar mandi, dan melihat sang istri yang tengah sibuk mengambil Dasi, "Sayang..." bisik Fatih didaun telinga Keyla, Fatih melingkarkan tangannya diperut sang istri, nafasnya yang hangat membangkitkan bulu kuduk Keyla yang awalnya sedang tertidur.


Keyla diam mematung merasakan pelukan suaminya dari belakang, sungguh, Keyla mengutuki tamu bulannya yang datang disaat yang tidak tepat, namun itu jalan alam, bukan karena dibuat-buat.


Keyla berdesis, karena Fatih kini menelusuri leher jenjangnya, dan  Fatih menggigitnya, sehingga meninggalkan bekas kemerahan disana, "Kakak masih basah lho,  ayo ganti baju dulu, setelah itu sarapan." Keyla mencoba menghindar, karena dia takut tidak bisa menahan rasa tidak karuan yang berada didalam tubuhnya.


"Berapa hari sayang, seorang perempuan mendapat tamu bulanan," sungguh Fatih sudah tidak sanggup menahan sesuatu yang menjalar ditubuhnya, bahkan adik kecilnya kini sudah mendesak tidak karuan.


"Umumnya satu minggu kak, ada juga yang lebih."

__ADS_1


"Ah kenapa lama sekali, apa tidak bisa dipercepat, dua hari gitu?" Protes Fatih, Fatih frustasi mendengar kata satu minggu dari mulut sang istri, ini baru semalam, dia sudah kalang kabut, bagaimana jika malam-malam berikutnya, Fatih mengusap kasar wajahnya, dia segera mengganti baju yang sudah disiapkan istrinya.


KEyla tidak menggubris protesan suaminya, dia lebih memilih kekamar mandi dan membersihkan diri, tidak lama Keyla keluar dengan kimono yang melekat ditubuhnya, dia berjalan menuju room closet untuk mengganti baju, karena tujuannya pagi ini juga akan bekerja.


Keyla memilih-milih baju, sehingga pandangan jatuh pada baju yang cukup menarik perhatiannya, tidak lama dia mulai memoleskan makeup diwajahnya, namun pandangannya jatuh pada leher jenjangnya, dia bisa melihat jelas lukisan suaminya yang bertahta disana.


"astaga, dia bisa seganas ini" gumam Keyla, Keyla segera menutupi dengan makeup ditangannya, agar tidak mengundang gibahan dipagi hari, meskipun seluruh kantor tahu jika dia baru menikah, namun tetap saja ini memalukan, menurut Keyla.


Keyla keluar dengan wardrobe yang cukup memukau, dia melihat suaminya yang masih berkutat dengan laptop yang masih menyala, dia berjalan mendekat dan berdiri dihadapan suaminya yang berada disofa.


"Ayo mas, aku sudah siap," terlihat Keyla sudah menggaitkan tas dilengannya.


Fatih mengangkat wajahnya, dan dia terpana dengan kecantikan sang istri, bahkan pandangannya tidak berkedip, lihatlah, pria didepannya ini, setiap hari selalu dibuat jatuh cinta hanya dengan penampilan sang istri.

__ADS_1


"Mas!" Kesal Keyla, karena sejak tadi suaminya hanya diam saja.


"Ayo sayang," Fatih terkekeh setelah sadar dari lamunannya, dia menggandeng tangan Sang istri dan keluar bersama dari kamar tersebut.


"Kita sarapan dulu mas, aku sudah masak untuk kita."


"Kita? Aku juga maksudnya?"


Sungguh, ingin sekali Keyla menggetok kepala sang suami, yang sepertinya oleng, bagaimana bisa suaminya itu bertanya seperti itu.


"Terus siapa lagi? Suami tetangga, astaga Mas, apa mas Fatih tidak ingin sarapan denganku?" Protes Keyla.


"Eh iya sayang, ayo kita sarapan," Fatih membawa Keyla kemeja makan, "ada apa denganku, kenapa jadi tidak fokus begini, hanya Karena berdekatan dengan istriku tercinta," batin Fatih yang menyadari kebodohannya.

__ADS_1


__ADS_2