Keyla Forever

Keyla Forever
EPS-73


__ADS_3

"Ini apartement kita sayang, sementara kita akan tinggal disini, nanti setelah urusan disini usai, kakak akan membelikan rumah yang lebih besar lagi, tapi tidak disini."


"Dinegara I?" Tanya Keyla, Keyla kini tengah melihat-lihat seluruh isi apartement barunya bersama sang suami, iya sangat kagum dengan disainnya, sungguh sangat moderen, dan elegan.


"Hem, apa kamu tidak keberatan sayang, jika kelak kita akan menetap disana?" Karena bagaimanapun, Fatih harus tinggal disana, mengingat semua usahanya ada disana, dan dia juga tidak bisa jauh dari kedua orang tuanya, karena bagaimanapun, Fatih anak laki satu-satunya, jadi setidaknya dia bisa selalu berkunjung kerumah kedua orang tuanya, ditambah kedua orang tuanya sudah semakin tua, bukan egois karena tidak menginginkan keinginan sang istri, hanya saja jika dikeluarga mertuanya sudah ada sang kakak ipar, Richad.


"Tentu saja kak, nanti jika Keyla rindu dengan moms dan Daddy, Keyla tinggal kesini saja."


"Terima kasih sayang," Fatih membawa Keyla kedalam pelukannya, dia berkali-kali mencium kepala sang istri, Sungguh Fatih bersyukur, karena Keyla mau diajak kerja sama, dan tisak mempersulit dirinya.


"Ayo sayang, kakak ajak untuk melihat kamar kita, dan tentunya kamar malam pertama kita," bisik Fatih, sehingga bulu kudug Keyla meremang, karena nafas hangat Fatih.

__ADS_1


Keyla tidak menjawab, dia hanya mengikuti Fatih yang terus menggenggam tangannya, tidak lama keduanya sampai disebuah kamar yang cukup megah.


"Ini kak kamarnya?" Takjub Keyla, karena Kamar itu begitu luas dan nyaman, dan yang paling penting tidak banyak barang.


"Hem, apa kamu suka sayang?" terlihat Keyla tengah mengetuk-ngetukan jarinya didagu, seakan-akan tengah berfikir.


Fatih was was menunggu jawaban Keyla, karena bagaimanapun, Keyla sudah kaya dari lahir, bagaimana jika Keyla tidak suka.


"Ini akan menjadi kamar pertama kita setelah menjadi suami istri sayang," ujar Fatih yang masih memeluk sang istri.


Keyla tidak menjawab, dia justru terngiang dengan sebutan suami istri, yang dilontarkan suaminya, sungguh ini sesuatu yang masih abu-abu buat Keyla

__ADS_1


"ayo sayang, kita kesana," tunjuk Fatih pada sebuah pintu yang masih berada didalam kamar itu, Keyla mengangguk dan terus mengekori Fatih yang berjalan.


"Aw!" aduh Keyla karena menabrak punggung kekar suaminya, salah sendiri, kenapa jalan malah menunduk, seakan-akan mencari uang jatuh, (author)


"hati-hati sayang, kenapa menunduk," Fatih mengelus dahi Keyl dan menciumnya sekilas.


"Wah, ini room closet kita  sayang?" Antusias Keyla, bahkan dia melupakan rasa sakitnya, yang melihat seluruh baju sepatu dan segala asesoris tertata rapi disana, tapi ada yang aneh disana, ini sepertinya bukan baju Keyla, dari gayanya saja sudah bukan tentunya.


"Ini untuk kamu sayang," Fatih memeluk Keyla dari belakang yang kini tengah melihat seluruh wardrobenya.


"Yakin kak? Apa ini tidak kebesaran semua?" Tanya Keyla yang masih melihat satu per satu isi closet room itu.

__ADS_1


"Sengaja, karena kakak tidak ingin ada yang melirik tubuh istri kakak yang cantik ini," ya, Fatih memang membelikan Keyla baju yang agak tertutup, tidak seperti bajunya ketika belum menjadi istri Fatih, dia tidak ingin tubuh istrinya menjadi tontonan gratis bagi para pria yang tidak bisa menjaga pandangannya.


__ADS_2