
"sialan! Dasar pria miskin" sungut Jams, sebenarnya bukan masalah tagihannya, tapi sepertinya Fatih sengaja mengerjai Jams, Jams mengambil kartu saktinya dan memberikan kartu itu pada pelayan Resto, "tapi mana mungkin miskin jika jabatanya saja melebihi jabatanku di kantor papi" gumam Jams, Jamespun keluar dari resto itu setelah menerima kembali kartu saktinya.
"apa kamu sering pergi ketempat seperti itu?" tanya Fatih sambil mengemudi mobilnya, dia menatap jalanan dan sesekali manatap Keyla yang berada di samping nya, Fatih menunggu jawaban Keyla yang masih diam saja sejak tadi.
"ketempat seperti apa?" tanya Keyla.
"jangan pura-pura bodoh! kakak yakin kamu tahu maksud kakak." ujar Fatih dengan suara yang cukup meninggi, jujur saja Fatih merasa tidak suka mendengar wanita yang dia cintai pergi ketempat seperti itu, karena Fatih memang tidak suka di tempat yang penuh gemerlap.
"memang Key tidak tahu maksud kakak," bohong Keyla, padahal yang sebenarnya Keyla paham yang sedang Fatih bahas kali ini.
Tiba-tiba Fatih menghentikan mobilnya di pinggir jalan begitu saja, dia melepas seatbaltnya dan mendekatkan wajahnya pada Keyla, hingga di antara keduanya hanya berjarak beberapa senti saja.
__ADS_1
"dengan cara apa kakak harus membri tahumu, jika kamu tidak tahu yang kakak maksud?" ujar Fatih dengan suara yang sedikit lirih, karena Sepertinya Keyla sengaja ingin bermain-main dengan dirinya, pikir Fatih.
"tolong jangan seperti ini, aku merasa gerah," ujar Keyla, Keyla berusaha memepetkan tubuhnya kebelakang, Keyla mengalihkan pandangannya kearah luar, karena wajah Fatih begitu dekat padanya.
"gerah atau gerogi, atau jantungmu berdetak sayang? " suara lirih Fatih, sehingga Keyla dapat merasakan hembusan nafas Fatih yang begitu hangat.
Keyla langsung memandang Fatih, sehingga hidung mereka saling bersetuhan, "apa maksud kakak,mana mungkin aku berdetak! Perlu kakak tahu, aku sudah tidak mencintai kakak, jadi mana mungkin ada hal yang seperti itu" bohong Keyla.
"100% yakin, cintaku sudah untuk pria lain."
"bohong, bahkan wajahmu kini sangat memerah, apa lagi namanya kalau bukan gerogi."
__ADS_1
"terserah kakak mau percaya atau tidak, yang pasti Key sudah tidak mencintai kakak."
"biar kakak buktikan sendiri," Fatih langsung menyambar bibir mungil yang sejak tadi terus menggodanya, Fatih menempelkan bibirnya dan diam untuk beberapa saat, namun tidak lama Fatih mulai ******* bibir itu secara perlahan, bahkan Fatih sangat lihai melakukan itu, sehingga Keyla ikut terbuai, mereka berdua cukup lama melakukan itu, sehingga Fatih menghentikan aksinya ketika bayangan ibu dan bapaknya terlintas dibenaknya.
"maafkan kakak, kakak terbawa suasana," Fatih segera memperbaiki duduknya dan mengatur nafasnya yang memburu, karena Gayrahnya mulai naik.
"sial! Kenapa aku bisa selancang ini pada perempuan, aku hanya ingin menggodanya, tapi kenapa justru aku yang tergoda," batin Fatih.
Fatih mulai melanjukan mobilnya kembali, mereka berdua tidak ada yang memulai pembicaraan, karena keduanya merasa canggung, Fatih yang notabenya pria sopan dan tidak mengenal hal semacam itu, justru kini melakukan hal yang dia sendiri tidak yakini.
Keyla mengalihkan pandangannya keluar kaca mobil, dia tidak berani bersitatap dengan Fatih, jujur saja ini pengalaman pertama bagi Keyla, meskipun Ini salah, namun Keyla menyukainya, dan perlu di garis bawahi, Keyla tidak merasa bersalah pada Siska, karena yang memulai Fatih bukan dirinya.
__ADS_1