Keyla Forever

Keyla Forever
EPS-80


__ADS_3

Fatih menatap jengah pada tamu didepannya ini, bahkan kekesalan nya bertambah, ketika melihat tamunya justru terlihat manahan tawa.


"Apa yang membawamu pagi-pagi kesini?" Kesal Fatih pada Bastian yang kini duduk dihadapnnya, ingin rasanya Fatih mematikan bell apartementnya, agar yang bertamu hanya berdiri didepan pintu.


"Anda sedang apa tuan? Apa saya telah mengganggu hal yang penting mungkin." Bastian mati-matian menahan tawa, apa lagi dia melihat sesuatu dibibir tuannya, yang bahkan menggelikan untuk dilihat, sebab warnanya sungguh cerah.


"Iya! Sungguh kau sangat mengganggu, karena aku ada pekerjaan penting yang tidak perlu asisten tentunya."


Lagi-lagi Bastian  ingin meledakkan tawanya, namum dia tidak ingin tuannya ini mengumpat dirinya, setelah ini.


"Ow sedang bekerja yang panas rupanya, namun sepertinya harus ditunda, karena ada yang harus anda periksa tuan, " ucap Bastian dengan sedikit mengejek tuannya ini.


Bastian menyerahkan berkas kepada tuannya, yang iya kerjakan semalam, dan hanya butuh tandatangan tuannya saja, setelah itu pekerjaan weekendnya pun bisa finis.


Fatih menerima berkas itu sambil ngedumel, apa lagi sejak dia sadar, kalau asistennya ini seperti menertawai dirinya.

__ADS_1


"Sudah! Sekarang pergilah," Fatih mengibaskan tangannya setelah menyerahkan kembali berkas itu pada Bastian.


"Tunggu dulu tuan, sepertinya saya sudah lapar, karena saya memang belum sarapan, apa ada sarapan tuan?"  Setelah mengatakan itu, Bastian langsung berlalu keruang makan.


"Hei kau!" Teriak Fatih ketika melihat bastian sudah berlalu dari sana, "sebenarnya siapa tuan rumah disini, dasar asisten gila!" Namun tetap saja Fatih menyusul Bastian yang sudah duduk sempurna disana.


"Wahhh makan yang lezat," Bastian menatap takjub masakan dari indonesia yang sengaja bik Mo masakkan untuk sang majikan, karena Fatih tidak bisa jika tidak makan masakan indonesia.


"Heh! cuci tangan dulu sana," Fatih menghentikan gerakan tangan Bastian yang hendak mengambil lauk dengan tangannya, sehingga mau tidak mau Bastian beranjak untuk mencuci tangan terlebih dahulu kewastavell.


"Bik, tolong panggilkan Keyla ya, biar sekalian sarapan," pinta Fatih pada bik Mo yang berdiri tidak jauh darinya.


"Apa saya sudah boleh makan?" Terlihat Bastian mengambil nasi, setelah mendapat anggukan dari sang tuan rumah.


"Cepat habiskan makanmu, dan pergi dari sini!"

__ADS_1


"Astaga,,, bahkan makannya baru nyangkut di tenggorokan" batin Bastian, yang sesekali menatap tuannya.


Tidak lama terlihat Keyla menuruni tangga bersama bik Mo


"Pagi Nona," sapa Bastian tanpa peduli tatapan tajam Fatih yang ditunjukkan untuk dirinya.


"Dasar bucin, lagian siapa juga yang tertarik pada Nona Keyla," batin Bastian, Bastian bisa melihat kecemburuan Fatih padanya, ketika iya menyapa nona mudanya.


"Makananmu sudah habis, sekarang pergilah!"


Tanpa membantah, Bastian berdiri setelah menyelesaikan sarapannya.


"Baiklah, saya permisi dulu tuan, jangan lupa untuk mencetak gol dengan baik, dan hati-hati," goda Bastian sebelum benar-benar berlalu dari sana.


"Etss, jangan lupa lipstiknya dibersihkan dulu sebelum bertemu tamu berikutnya," tawa Bastian akhirnya meledak setelah mengatakan itu, dia benar-benar puas mengerjai bosnya pagi ini, apa lagi melihat wajah bosnya yang terkejut.

__ADS_1


"Apa maksud Bastian," gumam Fatih, Fatih mengusap  area bibirnya, dan melihat tangannya.


"Oh shitt" ternyata ini yang dimaksud Bastian, namun senyum itu merekah ketika mengingat ciuman panasanya bersama Keyla disofa.


__ADS_2