
"Ok ok, bisa di atur," Keyla dan James akhirnya mengobrol panjang lebar, sehingga Keyla lupa dengan pekerjaan dihadapannya itu."
"Ehem!" Fatih berdehem, karena sejak tadi dia melihat dari balik kaca, Keyla yang terus tersenyum dan tertawa dengan ponselnya, sehingga itu membuat Fatih merasa tidak suka, Fatih keluar dari ruangannya dan berjalan menuju dimana tempat Keyla berada.
Keyla langsung mengangkat wajahnya dan melihat Fatih berada dihadapannya dengan tatapan yang cukup membuat Keyla Heran.
"Jams, nanti ku telfon lagi," Keyla segera mematikan telfon itu dan berdiri, "ada yang bisa kubantu pak?"
"Ku?"
"Ah maaf, saya maksudnya pak," ralat Keyla.
"Jam berapa ini?" Tanya Fatih tanpa mengalihkan pandangannya dari Keyla, Keyla melihat jam yang melingkar ditangan cantiknya itu.
"Jam 10 pagi pak, ada apa pak?"
"Apa jam 10 pagi waktunya bertelfonan?" kesal Fatih, sebenarnya dia tidak mempermasalahkan masalah telfon, hanya saja dia tidak suka melihat Keyla yang sepertinya bertelfonan dengan Pria, pikir Fatih.
"Maaf pak, saya akan segera melanjutkan pekerjaan saya, anda bisa kembali keruangan anda"
__ADS_1
"Apa kamu mengusir saya?"
"Ah tidak pak, mana berani, saya hanya memberi saran" ralat Keyla, "aku bahkan ingin membuatmu menjadi kerdil jika bisa" batin Keyla.
"Nanti makan siang dengan saya, tidak menerima penolakan" sambung Fatih lagi, ketika dia melihat Keyla seakan ingin menolaknya.
"Baik" pasrah Keyla, Keyla hanya bisa berharap semoga tidak ada kekasih Fatih dijam makan siang nanti, karena Keyla tidak ingin menjadi obat nyamuk diantara keduanya.
"Gadis baik," Fatih berjalan lebih mendekat pada Keyla dan mengacak rambut Keyla, setelah itu dia langsung berlalu dari.
"Apa dia bunglon, kenapa kelakuannya berubah ubah, tadi seperti marah, tapi barusan tersenyum," gumam Keyla yang terus melihat Fatih berjalan menuju ruangannya.
"Dia sungguh manis jika menurut," gumam Fatih, Fatih kembali bekerja setelah duduk di kursi kebesarannya.
"Biarkan saja om, hanya ini yang bisa aku lakukan untuk anak penakut itu, dan aku harap om mendukungku dalam hal ini," harap Reno, karena tanpa bantuan omnya semua yang dia lakukan akan sia-sia.
"Aku akan selalu mendukungmu, selama itu akan baik buat semuanya."
"Aku pastikan dia orang baik Om."
__ADS_1
"Aku pegang kata-katamu Ren, om akan keluar dulu, Om harap semua sesuai rencanamu"
"Terima kasih om."
"Hem"
"Aku harap kamu tidak akan mengecewakanku dek, dan hanya ini yang bisa aku bantu," gumam Reno.
"makanlah ini, bukannya ini kesukaanmu?" Fatih menyodorkan udang goreng didepan mulut Keyla, namun Keyla tidak membuka mulutnya, "sepertinya kamu butuh mulut saya untuk membuatmu membuka mulut."
"ok ok," Keyla langsung membuka mulutnya dan lebih mendekatkan wajahnya pada Fatih.
"teruslah menurut, karena kamu adalah milik kakak" ujar Fatih dan kembali menyuapi Keyla, ajaibnya Keyla menurut sampai makanan itu tandas tak tersisa.
"sudah kak, apa kakak akan membuatku gendut?" sungut Keyla, karena Fatih terus menyuapinya tanpa henti.
"tidak masalah, karena kakak menyukai wanita yang berisi, bukan wanita kurang makan." Fatih mengambil tisu dan mengelap mulut Keyla, "minum ini" Fatih mrnyodorkan minum kehadapan Keyla dan di sambut baik oleh Keyla.
"kak..."
__ADS_1
"hem..."
"dimana Siska kak, apa dia tidak makan siang dengan kita?"