Keyla Forever

Keyla Forever
EPS-53


__ADS_3

Ponsel disamping Keyla berdering, Keyla meraba-raba kasurnya, setelah berada ditangannya Keyla langsung mengangkatnya begitu saja. "Iya Jams ada apa?"


"Jams?"


Keyla langsung membuka matanya lebar-lebar dan melihat layar ponselnya, dia langsung merutuki kebodohannya yang mengira itu adalah James, tanpa melihat terlebih dahulu.


"siapa ya?" Keyla pura-pura tidak tahu, padahal Keyla paham betul suara siapa yang menelfonnya kali ini, apa lagi dia melihat number baru.


"aku akan datang, biar kamu tahu siapa aku Key."


Keyla langsung gelagapan, dia langsung duduk dari berbaringnya, "tidak perlu, Key sekarang sudah tahu siapa yang menelfon ini."


Sipenelfon langsung tersenyum puas setelah mendengar jawaban Keyla.


"buka pintunya," ujar Fatih, ya, kini Fatih sudah berdiri didepan pintu apartemen Keyla, lengkap dengan baju piama yang Fatih gunakan.

__ADS_1


"emang kakak didepan pintu apartementku?" Keyla segera berjalan cepat menuju pintu, dia tidak langsung membukannya, namun dia masih sedikit mengintip dari cela pintu, "astaga,,,, dia benaran didepan pintu," gumam Keyla


"tentu saja, mana mungkin kakak menyuruhmu membuka pintu, jika kakak tidak disini."


Tanpa menunggu Lama Keyla langsung membukanya, Keyla langsung memberikan senyuman, antara senang dan tidak, karena dia merasa mereka baru saja bertemu dan makan bersama, jadi ada apa lagi Fatih disini, pikir Keyla.


"ada apa ya kak? Apa ada perlu, jika iya, kan bisa lewat telfon saja."


Fatih menatap baju Keyla yang masih sama dengan yang tadi diclub, dia menggeleng dan nyelonong masuk begitu saja, "apa kamu belum mandi?" tanya Fatih setelah dia duduk disofa, dan menatap Keyla yang kini hanya tersenyum kecut.


"sekarang mandilah,kakak tunggu, atau perlu kakak mandikan?" goda Fatih dengan menaik turunkan alisnya.


Keyl hanya berdecak kesal dan berlalu dari sana untuk mandi, dari pada meladeni ocehan tidak jelas Fatih, dan dari pada Fatih terus memaksanya.


"cepat ya! setelah itu ikut kakak." teriak Fatih, Fatih harap Keyla mendengarnya.

__ADS_1


Sedangkan dijalan yang sedikit sepi, ada dua insan yang tengah mempertahankan diamnya masing-masing.


Nada terus melirik pria yang kini tengah mengemudi, karena sejak mereka berada didalam mobil, james sama sekali tidak mengajaknya adu mulut seperti biasa, sepertinya Nada lupa jika dirinyalah yang selalu adu mulut terlebih dahulu.


"kenapa melihatku seperti itu!" bentak James.


Nada langsung gelagapan ketahuan menatap James. "kenapa kamu mengajakku untuk segera pulang, setidaknya kan kita bisa senang-senang dulu disana tadi."


"kalau begitu, sana kembali sendiri!"


Nada langsung diam tanpa membantah, meskipun ingin sekali dia rasanya mencekik pria didepannya ini, "aku turun disini saja," ujar Nada, karena Nada ingin jalan kaki sedikit, sekaligus bebas dari Aura gelap James.


James langsung menghentikan mobilnya dan mengisaratkan Nada untuk turun, akhirnya Nada memilih turun dan Jamespun langsung tancap Gas.


"lho ini kan sudah diapartement Keyla," Nada baru menyadari jika James menurunkan dirinya didepan gedung apartement sahabatnya, Nada masuk sambil bersenandung.

__ADS_1


"Keyla! Aku pulang!" teriak Nada, dia sudah tahu pasword Keyla, jadi dia bebas keluar masuk, kemana dia, kenapa tidak ada diapartement, apa dia belum pulang," gumam Nada.


__ADS_2