Keyla Forever

Keyla Forever
EPS-72


__ADS_3

"Pagi semua...!" Sapa Keyla pada seluruh keluarga besarnya, termasuk keluarga dari sang suami, Keyla dudul begitu saja tanpa sadar akan tatapan tajam dari seluruh saudara sepupunya, dan ajaibnya Keyla langsung makan, sedangkan yang lain justru memandang Keyla.


"Aku kira kamu semaput anak manja" ujar Radinka dengan nada kesalnya, bagaimana tidak kesal, jika mereka semua menunggu Keyla lebih dari satu jam, justru yang ditunggu seperti tidak merasa bersalah.


"Sudahlah sayang, maklumi saja, mungkin Keyla kelelahan," bisik sang mamah yang berada disamping Radinka.


Radinka adalah anak dari mamah Riri, saudara ketiga dari mamah winda dan mamah Widya, Radinka sendiri memiliki saudara kemabar, yaitu Raditya.


"Hehe maafkan Keyla kak, habisnya Keyla kelelah, jadi kesingan bangunnya, itu saja kalau tidak dibangunkan kak Fatih, mungkin Keyla belum bangun."


"dasar kebo."


Ingin sekali rasanya Radinka mencomot bibir adiknya yang dibuat manyun itu, kalau saja tidak mengingat banyak keluarga yang tengah menatap mereka.


"Sudah, cepat segera makan, dan setelah ini kita akan kembali kemansion."


Jika tuan Darmawan sudah berbicara, maka tidak akan ada yang membantah, akhirnya mereka semua makan dalam diam, dan tidak lama mereka usah dengan sarapan yang beranjak siang itu.


"Key." Panggil Moms Winda pada putrinya.

__ADS_1


"Iya Moms?" Keyla berjalan menghampiri momsnya dan bergelayut manja dilengan sang Daddy yang berada disamping mominya.


"Kamu ikut Moms, apa langsung kerumah suamimu?"


"Rumah?" Tanya Keyla, karena seingat Keyla, Fatih tinggal diapartement kakaknya Reno.


"Apa suamimu belum cerita?"


Keyla hanya menggeleng, dia menatap suaminya yang sedang berbincang dengan kakak iparnya.


Fatih semenjak menjadi suaminya belum ada membahas tempat tinggal, yang Keyla tahu, Fatih akan membawa dirinya ke apartement yang saat ini Fatih tinggali, yaitu apartement Reno.


"Silahkan Nak, Keyla hakmu sekarang, mau diajak kemanapun tidak masalah," bukan mamah Winda yang menjawab, tapi tuan Iskandar.


"Terima kasih pah," Fatih pamit pada semua keluarga dan berlalu dari sana, Dia akan membawa Keyla kesuatu tempat.


"Kita akan kemana sih kak?" Keyla penasaran, karena tidak biasanya Fatih seserius ini, apa lagi ini bukan jalan yang biasa Keyla lewati jika ingin keapartement.


"Kita akan melihat bersama nanti sayang." Fatih terus menjalankan mobilnya, tangan Fatih yang satunya mencekal tangan Keyla, sesekali dia mencium punggung tangan sang istri yang berada digenggaman tangannya. hingga kini mobil itu memasukki kawasan elit.

__ADS_1


"wah, kita akan mengunjungi siapa kak," Keyla melepas seatbeltnya dan turun dari mobil itu, setelah Fatih membukakan pintu mobil itu.


mereka masuk berama dengan Keyla yang menggandeng mesra lengan sang suami.


"tuan," Bastian membungkuk hormat ketika melihat Fatih sudah berdiri dihadapnnya.


"kamu sudah sampai rupanya," Fatih menerima berkas-berkas yang disodorkan oleh Bastian, dia membukanya dan membacanya sekilas, setelah itu Fatih mengembalikan lagi pada Bastian.


"kamu bisa pulang Bas, aku sendiri yang akan keatas."


"baik tuan, saya permisi," Bastian berlalu dari sana.


Fatih juga sama, dia menuju lift untuk menaiki tempat teratas digedung itu.


"masuklah sayang," Fatih membukakan pintu apartement itu lebar-lebar, dan mempersilahkan Keyla untuk masuk.


"waww, apartement siapa ini kak? Sungguh mewah sekali." ujar Keyla yang begitu menganguminya.


meskipun Keyla orang kaya, namun Keyla sangat suka dengan apartement didepannya, karena suasanya sangat nyaman, dan seluruh warnanya, warna favorit Keyla.

__ADS_1


 


__ADS_2