Keyla Forever

Keyla Forever
EPS-70


__ADS_3

"Ah akhirnyaa, gaun ini terlepas juga dari tubuhku," girang Keyla yang sudah merasa tidak nyaman sejak tadi.


Tanpa Keyla sadari, Ada seseorang yang menegang melihat punggung mulusnya itu, sehingga Fatih menelan salivanya dengan susah payah, ingin rasanya Fatih menerkan wanita didepannya ini, jika saja dia tidak kasihan kalau istirnya pasti sangat lelah malam ini, mengingat seharian menjadi ratu, dan Fatih juga tidak berencana melakukan malam pertama, karena dia ingin  melakukan itu ditempat yang sudah iya siapkan.


"Terima kasih kak," Keyla membalikkan tubuhnya, tidak lupa disertai pula dengan senyum manisnya, namun Keyla sepertinya menyadari sesuatu dari expresi suaminya.


"Cup" Fatih mencium bibir Keyla.


Sehingga Keyla diam mematung, apa suaminya akan meminta haknya sekarang, tapi kan dirinya belum mandi, apa mungkin suaminya sudah tidak sabar, tapi jika memang betul, maka Keyla pasti akan siap, pikir Keyla.

__ADS_1


Keyla segera membuka matanya ketika bibir sang suami sudah tidak berada diatas bibirnya, dia melongo melihat suaminya yang berjalan keluar menuju pintu.


"Segera mandilah sayang, agar kakak bisa segera mandi juga," ujar Fatih tanpa melihat Keyla, karena dia takut tidak bisa mengendalikan Hasratnya, dia berjalan keluar, karena ada urusan sedikit yang cukup mendesak.


Setelah Keyla tersadar dari lamunanya, dia segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, pikiran Keyla kemana-mana.


"Apa yang akan kak Fatih lakukan, akan kemana dia malam-malam begini, apa sebenarnya kak Fatih hanya iseng mengajakku menikah, kenapa dia seperti menghindar," gumam Keyla yang kini sudah berada dibawah shower.


Setelah mandi, keyla memakai handuk kimono dengan kepala yang iya bungkus dengan handuk kecil, Keyla mengedarkan pandangannya mencari kopernya, tapi kenapa tidak ada kopernya disini.

__ADS_1


Keyla mengambil ponsel dan menghungi keluarganya untuk bertanya keberadaan kopernya, namun Telfon Keyla tidak ada yang mengangkat, akhirnya mau tidak mau dia memakai kaos Fatih, sungguh kaos Fatih terlihat kedodoran, namun Keyla suka memakainya.


Mata Keyla menangkap sebuah kotak diatas meja, dia berjalan menghampiri kotak itu, disana tertulis, (untuk adik tercinta) Keyla tersenyum menyadari kotak itu dari kakak iparnya, Monic.


"apa ya ini," Keyla membukanya, dia melongo melihat isinya, "ih apa ini, kenapa gaun malamnya mengerikan begini," Keyla langsung mengembalikan lagi lingeri itu kedalam kotak, sungguh Keyla belum punya cukup keberanian memakai lingeri yang begitu seksi itu, apa lagi ini baru pertama kali baginya, dia menatap pintu kamar yang tidak kunjung terbuka.


"kemana kak Fatih, apa kak Fatih tidak lelah, sehingga pergi lagi dijam segini, ini bahkan hampir larut," Keyla berjalan gontai menuju tempat tidur, dia membaringkan tubuhnya ditempat tidur yang sangat nyaman itu, namun tidak dengan hatinya, Keyla merasa terluka, niat hati ingin berbincang sebentar dengan suaminya sebelum tidur, namun nyatanya tidak sesuai harapan, Keyla mulai memejamkan matanya dan tidak lama dia terlelap, dengan rambut yang masih basah.


tidak lama Fatih masuk kedalam kamar hotel yang iya tempati dengan Keyla, dia tersenyum ketika melihat istrinya meringkuk seperti bayi diatas kasur, dia mendekati istrinya, "yaallah sayang, kenapa rambur kamu masih basah," gumam Fatih.

__ADS_1


Fatih mengeringkan rambut Keyla secara perlahan, tidak lama dia selesai dengan aktifitasnya.


__ADS_2