
"sebaiknya aku tidur, semoga saja besok aku bisa bekerja, aku sungguh rindu dengan tingkahnya yang konyol itu,"gumam Fatih sambil tersenyum kecil, Fatih selalu tersenyum ketika melihat tingkah Keyla dari balik kaca ruangannya, karena dari sana terlihat sangat jelas tingkah Keyla.
Fatih beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar, "ada apa Bastian menelfonku sampai sebanyak ini," Heran Fatih, karena dia meninggalkan ponselnya di kamar, jadi Fatih tidak tahu jika Bastian menelfonnya.
Fatih segera menghubungi Bastian kembali, karena takut ada pekerjaan penting.
"ada apa Bas?" tanya Fatih setelah telfonnya ter sambungan.
"tidak jadi, tadinya aku ingin bertanya, Nona Keyla akan kembali jam berapa kekantor, tapi dia sudah disini."
"maksudnya gimana, kenapa harus bertanya padaku?" heran Fatih.
"lho, tadi saat jam makan siang, dia kan datang keApartementmu, ketika mendengar dirimu sakit, dia langsung pergi begitu saja."
__ADS_1
"apa kamu sedang tidak bercanda!" kaget Fatih yang mendengar perkataan Bastian, wanitanya kesini, tapi mana mungkin, ya, Fatih mesih menganggap Keyla sebagai wanitanya, meskipun statusnya sudah berbeda.
"tentu saja, apa dia tidak datang tadi, tapi kayanya dia membawa bungkusan makanan, karena tadi saat dia turun dari taksi, dia membawa makanan dan memberikannya pada security diluar, kebetulan aku juga habis istirahat."
Fatih yang mendengar itu langsung menutup ponselnya, dia keluar kamar dan menuju ruangan kerjanya, kali ini dia akan melihat cctv depan apartementnya itu, apa mungkin Keyla dateng, tapi kenapa tidak ada yang mengetuk pintu, atau Keyla mengurungkan niatnya untuk datang.
Fatih terus menatap layar kotak didepannya itu, sehingga didetik berikutnya dia melihat Keyla yang tengah masuk ke apartement tempat iya tinggal, namun tidak lama dia melihat Keyla keluar kembali, sehingga Fatih mengernyit bingung ketika melihat Keyla keluar dengan sedikit berlari, ada apa dengan wanita itu.
"kenapa dia tidak menemuiku, apa ada keadaan mendesak," Fatih terus berfikir, hingga pikirannya melayang saat Dona menyuapi dia bubur.
Ting,,, tong.
"apa Keylanya ada" tanya Fatih ketika melihat ada seorang petugas kebersihan yang tengah membersihkan tempat Keyla.
__ADS_1
"maaf tuan, Nona Keyla sudah tidak tinggal disini lagi, Nona Keyla sudah kembali kerumah utama, karena tuan besar dan Nyonya besar sudah kembali, saya disini hanya untuk membersihkan tempat ini, setelah itu kembali kemansion utama."
Fatih menghembuskan nafasnya kasar, pupus sudah harapan Fatih untuk bertemu Keyla, sia-sia dia menunggu hingga jam kantor usai, bahkan menunggu setengah hari saja, merasa begitu lama, namun sayangnya dia tidak bertemu Keyla.
"bibik akan pulang jam berapa? Biar saya antar, sekalian saya mau bertemu Keyla Bik," Fatih tidak ingin menunda lagi, dia ingin menuntaskan rasa penasarannya, dimana Keyla tadi pergi begitu saja dari apartementnya.
"ini saya akan kembali tuan, tuan tidak perlu repot-repot, bibik bisa pulang sendiri tuan, anda bisa duluan tidak apa tuan."
"tidak kok bik, kita kan satu arah, jadi saya tunggu saja bik, saya tunggu di loby ya bik."
"tapi tuan nant-"
"tidak masalah bik," akhirnya Fatih berjalan keluar setelah melihat jika Nani dari rumah Keyla itu mengangguk.
__ADS_1
"tunggu kakak Key."