
Keyla kini tengah tersenyum bahagia, sebab tamu bulannya sudah usai, kini dia tengah mengepak beberapa barangnya untuk iya bawa ke maldives.
"Apa sudah selesai sayang berkemasnya?" Tiba-tiba ada sebuah tangan yang memeluk Keyla dari belakang, sehingga Keyla begitu terkejut, sebab dia tengah melamun yang indah-indah tentunya.
Sebenarnya Fatih melarang Keyla membawa apa-apa, dia meminta sang istri untuk membeli disana, namun Keyla menolak, karena ada baju kesayangannya yang ingin dia pakai saat disana nanti.
"Astaga mas Al, bisa tidak jika permisi dulu, kan Key terkejut mas." Terlihat Keyla menepuk pelan tangan Fatih yang masih setia melingkar dipinggangnya.
"Maaf sayang," bukannya melepas pelukan itu, Fatih justru semakin mengeratkan dan menghirup aroma sang istri, sehingga Keyla hanya menggeleng tanpa perotes lagi.
"Mas, nanti sebelum berangkat kita kerumah daddy ya, Key rindu rumah" terlihat Keyla berbalik dan memegang rahang tegas sang suami, sehingga Fatih melabuhkam ciuman sekilas dibibir sang istri.
"Tentu sayang, susai titah sang ratu."
Akhirnya mereka kini bersiap menuju mansion utama keluarga Iskandar, Keyla ingin berpamitan sama kedua orang tuanya, sebelum melakukan perjanan jauhnya, meskipun Keyla sering bolak bali luar negeri, namun tetap saja, dia harus minta doa restu kedua orang tuanya.
"Mommy!" Teriak Keyla ketika baru saja membuka pintu utama mansion Iskandar, sehingga Mommy Winda yang mendengar suara melingking sang putri hanya menghembuskan nafas panjang, sudah hampir 10 hari tidak mendengar suara putrinya, tiba-tiba kini langsung dikejutkan dengan teriakan yang masyaallah.
__ADS_1
"Hallo sayang, dimana suamimu, apa kamu sendiri kesininya?" Tanya mamah Winda, setelah melihat putrinya berdiri tidak jauh darinya.
"Kenapa mommy malah mencari suamiku, apa mommy tidak ingin bertaya tentangku, sehat atau tidak" kesal Keyla, Keyla memakan salad Buah yang sudah siap dihidangkan dimeja.
Mamah Winda menatap Keyla dari atas kebawah, "kamu sepertinya bahagia sayang, tuh badan tambah gemuk" bohong mamah Winda, yang memang sengaja ingin menggoda putrinya.
"Mommy!" Teriak Keyla dengan kesalnya, karena sang mommy mengatainya gemuk, sedangkan mamah Winda sudah berlalu dari sana, sebelum putri bungsunya itu teriak, terlihat mamah Winda berjalan keruang tamu membawa salad untuk menantu barunya.
"Al," sapa mamah Winda yang masih menyis akan tawa diwajahnya, karena sudah berhasil membuat putrinya kesal.
Fatih berdiri dan menyalami ibu mertuanya dengan hikbat, "mah" sapa AlFatih, "kemana papah mah?" Tanya-nya lagi.
"Ow ada kamu Al," terlihat tua Iskandar memasuki ruang tengah disusul Richad dibelakangnya.
"nah tuh, yang ditanya datang," mamah Winda berjalan dan menyambut sang suami dengan mencium punggung tangan suaminya, meskipun mereka tinggal dinegara luar, namun tetap saja mamah Winda menjaga budaya negaranya.
"Pah, kak," sapa Fatih.
__ADS_1
"Apa kalian jadi pergi hari iki ke male?" Tanya Richad yang ikut bergabung dengan keluarganya.
"Jadi kak, Keyla mengajak kemari ingin sekalian berpamitan katanya kak."
"Ow jad-"
"Kakak!" Terlihat Keyla berlari dan menubruk tubuh kakannya yang akan menyuapkan salad kemuludnya, sehingga salad itu terjatuh dan mengenai baju Richad.
"Keyla!" Teriak Richad yang terlihat bersungut karena kelakuan sang adik.
Keyla hanya tertawa renyah melihat kekesalan diwajah kakaknya, sehingga Richad tidak bisa marah pada adik kesayagannya ini.
"Kakak, aku akan ke Male, jadi..." Keyla menggantungkan perkataan dan menengadah kan tangannya.
"Apa?" Tanya Richad dengan bingung.
"Daddy, lihat putramu ini, masak dia tidak mengerti," sungut Keyla yang manatap Daddy dengan raut sedih, agar sang Daddy membelanya.
__ADS_1
"Kan sudah ada suamimu sayang," bertambahlah kekesalan Keyla, setelah mendengar jawaban sang Daddy, sehingga seluruh keluarganya tertawa terbahak-bahak melihat Keyla yang menghentakkan kakinya dan pergi dari sana.