Keyla Forever

Keyla Forever
EPS-46


__ADS_3

"sial! Dia sudah tidak ada disini," James mengitari pandangannya di seluruh parkiran rumah sakit, namun dia tidak menemukan Nada disana, akhirnya James memilih pergi dari sana, tujuannya kali ini adalah kantor Keyla, karena James yakin Nada pasti disana, mengingat Nada adalah sekertaris Keyla.


Sedangkan disebuah Restoran bintang lima, ada dua insan yang tengah curi pandang, siapa lagi kalau bukan Fatih dan Keyla, sehingga mengundang perhatian dari Bastian.


"bagaimana pak Fatih?" tanya klien Fatih yang sejak tadi sudah menjelaskan panjang lebar, namun sayangnya Fatih tidak konsen hingga membuat Bastian berdehem.


"bagaimana keputusannya tuan?" ulang klien itu lagi, Fatih menatap Bastian meminta penjelasan, sehingga Bastian menggelengkan kepalanya, dia mengulang penjelasan klien itu dengan berbisik pada Fatih.


"makannya tuan, nanti saja curi pandangnya, setelah sampai kantor, untung kliennya santai," bisik Bastian pada Fatih, sehingga Fatih langsung melotot mendengar bisikan Bastian, berani sekali asistentnya ini, pikir Fatih, sepertinya Fatih lupa jika Bastian adalah tangan kanan Reno Anderson.

__ADS_1


"apa yang kamu katakan! jangan ngasal! tadi saya hanya memikirkan pekerjaan yang lain," bohong Fatih, bisa-bisanya Bastian begitu memperhatikan dirinya, Fatih berdehem dan meminum kopi yang ada dihadapannya, demi bisa menghilangkan kegugupannya.


"baiklah, terserah bapak saja, lain kali lebih konsen saja pak," nasehat Bastian.


"iya terima kasih, akan saya ingat pesanmu itu, dan sekarang diamlah!" protes Fatih dengan suara beratnya.


"semoga kerja sama kita berjalan dengan baik tuan, dan maaf sepertinya saya harus pergi terlebih dahulu, karena saya ada pertemuan kembali tuan," pamit Klien Fatih, beliau berdiri disusul Fatih dan juga Bastian, begitupun Keyla.


Tidak lama Keyla, Fatih dan Bastian selesai dengan pertemuannya, ketiganya mulai beranjak dan akan kembali kekantor.

__ADS_1


"tuan," panggil Keyla, hingga membuat Fatih dan Bastian menoleh, "saya tidak diperlukan tadi, kenapa saya harus ikut?" Keyla memberanikan diri bertanya, dia merasa kesal, karena dia bahkan tidak dilibatkan dalam pertemuan tadi, jadi untuk apa dia ikut, pikir Keyla, setidaknya dia bisa makan dengan Cand.


"Ah masalah itu, saya hanya ingin Anda belajar lebih baik masalah seperti ini, itu sebabnya saya mengajak anda," lagi-lagi Fatih membuat alasan, sehingga Bastian langsung menutup wajahnya dengan berkas yang iya Bawa, karena takut kelepasan tertawa.


"sepertinya Fatih lupa, jika Wanita didepannya ini seorang CEO dari keluarga Iskandar" batin Bastian.


"Hal seperti ini saya sudah mengingatnya diluar kepala tuan, karena saya sudah sering melakukan pertemuan semacam ini," sungut Keyla, Keyla melewati Fatih dan Bastian begitu saja, bahkan dengan sengaja Keyla menabrak bahu Fatih, Keyla berjalan terlebih dahulu meninggalkan keduanya, bahkan seperti berlari, demi bisa menghindari Fatih, karena Keyla takut berkata yang akan menyakiti Pria yang masih bertahta dihatinya itu.


"begitu saja marah, dasar gadis, selalu baper," gumam Fatih, Fatih mengikuti Keyla yang sudah menjauh, dia berjalan cepat demi bisa menyusul Keyla, dia sepertinya lupa jika ada Bastian.

__ADS_1


"tuan kenapa anda buru-buru, Nona tidak akan pergi jauh, jadi tenanglah," Bastian jug sedikit berjalan cepat karena Fatih tidak mau berhenti.


"apa yang kamu pikirkan, aku hanya ingin segera sampai dikantor, itu saja." elak Fatih lagi, sepertinya Fatih akan selalu menjadi pembohong jika menyangkut Keyla.


__ADS_2