
"ini susu hang-" Keyla menghentikan ucapannya, karena Keyla tidak melihat Fatih, Fatih tidak ada di dalam ruangannya, "kemana dia, apa kak Fatih menemui kekasihnya," gumam Keyla, Keyla menaruh susu hangatnya di meja kerja Fatih, "ah sudahlah, terserah dia mau kemana, mau sama kekasihnya aku juga tidak peduli, toh dia bukan siapa-siapaku, lagian tidak penting juga untuk ku," Keyla berbalik, hendak keluar, karena Keyla harus segera bekerja.
"apa kamu cemburu, sehingga sejak tadi kamu terus menggrutu?" bisik Fatih ditelinga Keyla, posisi Fatih yang berdiri tepat di belakang Keyla, hingga Keyla bisa merasakan hembusan nafas Fatih yang hangat dan berraroma mint, karena Fatih begitu menempelkan tubuhnya pada Keyla.
"cemburu?" tanya Keyla dengan menautkan kedua alisnya.
"hem, apa kamu cemburu jika aku menemui kekasihku?" ulang Fatih lagi, Fatih membalikkan tubuh Keyla menghadap dirinya, agar Fatih bisa melihat wanita cantik didepannya ini dengan leluasa, pikir Fatih.
"tidak! Lagian untuk apa aku cemburu," Keyla mengalihkan pandangannya, dia lebih tertarik melihat keluar kaca yang ada didekatnya itu, karena ruangan Fatih dikelilingin dengan ruangan kaca, sehingga apapun bisa dia lihat dari dalam ruangannya, termasuk jalanan kota yang terlihat jelas.
__ADS_1
"apa kamu yakin sayang?" bisik Fatih lagi, namun kali ini Fatih lebih begitu menempelkan badannya ke tubuh Keyla, hingga Keyla tidak berani bergerak sama sekali, karena Fatih mengunci tubuh Keyla dengan kedua tangannya, hingga Keyla duduk di atas meja kerja Fatih.
Deg... "apa kata dia tadi! Sayang" batin Keyla.
"kenapa sayang, apa kamu sedang puasa bicara kali ini, hem?" ulang Fatih lagi.
"sayang?"
"omong kosong apa ini! sudah aku akan memulai pekerjaanku, jadi tolong minggir," sungguh Keyla tidak sanggup jika harus dalam posisi seintim ini dengan Fatih, jantugnnya tidak baik-baik saja, dan tubuhnya merasa panas.
__ADS_1
"bukannya kamu mencitai kakak, jadi apa salahnya jika kakak berkata jika kamu hanya milik kakak," goda Fatih, bahkan Fatih berkata di depan wajah Keyla.
"hentikan tuan Fatih! leluconmu tidak lucu! Jadi tolong menyingkirlah." Keyla mendorong Fatih, tapi sayang sekali, bahkan Fatih sama sekali tidak bergeser dari berdirinya sedekit pun.
"maafkan kakak Key" lirih Fatih,Fatih langsung membawa Keyla kedalam pelukannya, "kakak terlambat menyadari prasaan kakak selama ini padamu, kakak butuh waktu begitu panjang untuk menyadari semuanya, sehingga kamu pergi dari kakak."
Keyla sama sekali tidak bergerak, dia masih merasa ini terlalu tiba-tiba, apa mungkin, yang kini memeluknya adalah Fatih, pikir Keyla, tidak lama Keyla tersadar, dia segera melepas pelukan Fatih begitu kasar.
"apa yang kakak lakukan! Aku harus segera bekerja, permisi," Keyla sedikit membungkukan badannya dan berlalu dari sana, meskipun secara materi Keyla lebih kaya, tapi Fatih adalah atasannya kali ini, dia bekerja di bawah naungan pria itu, jadi mau tidak mau dia harus hormat pada atasannya itu.
__ADS_1
Kini Keyla tengah berdiri di balik pintu otomatis ruangan Fatih, dia menaruh tangan kanannya di dada, karena jantungnya Terus berdetak sejak tadi, "apa yang kak Fatih lakukan, apa dia tidak tahu, jika seperti ini maka aku akan sulit melupakannya, dan kenapa baru kali ini dia berkata seperti itu, setelah semuanya tidak lagi sama, apa dia tengah mempermainkan prasaanku" gumam Keyla, bahkan matanya berkaca-kaca jika mengingat yang terjadi barusan didalam ruangan Fatih, Keyla segera berjalan menuju kursinya yang berada didepan ruangan Fatih, dia mengusap kasar air mata yang tiba-tiba terjatuh dan membasahi kedua pipi putihnya itu.