
"Mas, sudah mandinya?" Tanya Keyla yang melihat Fatih keluar dari kamar mandi, dengan kepala yang basah dan handuk yang melingkar dipinggangnya, disana masih tersisa air yang terjatuh dari rambut Fatih yang basah, sehingga membuat Keyla tidak berkedip melihat pemandangan itu.
"Lap dulu sayang air liurnya." goda Fatih.
Keyla gelagapan, Keyla reflek mengelap air liurnya, sehingga tidak lama Keyla mendelik, tanda sebal pada sang suami, karena sudah mengerjai dirinya, dan bodohnya Keyla melakukan apa yang dikatakan Fatih.
Fatih tertawa terbahak-bahak, karena berhasil menggoda sang istri, bahkan Fatih bersiul sambil memberi kedipan mata pada istrinya.
"tenanglah sayang, tubuh ini hanya untuk kamu seorang," ujar Fatih yang masih saja senang menggoda sang istri, entah kenapa melihat istrinya yang tersipu, justru membuat Fatih gemas pada sang istri.
"Mas menyebalkan!" Sungut Keyla, dia kembali menata makanan dan menyiapkan pula makanan untuk suaminya, sungguh dia tidak ingin terlihat selalu gugup didepan Fatih, "ini mas sarapannya, nanti keburu dingin, tidak enak," ujar Keyla tanpa menatap Fatih.
"Terima kasih sayang," Fatih segera mengenakan baju yang sudah Keyla siapkan, tidak lama dia berjalan menghampiri sang istri untuk sarapan, sebelum duduk Fatih memberikan ciuman singkat dikening sang istri, hingga Keyla selalu bahagia dengan hal-hal kecil yang Fatih lakukan padanya.
__ADS_1
Tidak berselang lama, setelah mereka selesai menikmati sarapannya, Huda datang, sang tour guide, "selamat pagi Nyonya, Tuan," sapa huda.
"Pagi," sapa Keyla ramah.
"Apa anda tidur dengan nyaman semalam Nyonya, tuan?"
"Iya, sangat nyaman," jawab Keyla dan masih tidak menyurutkan keramahannya, sehingga Fatih yang melihatnya merasa tidak suka.
"Bagaimana dengan anda tuan."
"Baiklah kak Huda, pagi ini kita akan kemana kak?" Tanya Keyla sambil sesekali melirik Fatih yang melipat tangannya didepan dada.
"nanti saja sayang cemburunya, kita liburan dulu ya," usil Keyla.
__ADS_1
Sedangkan Fatih sama sekali tidak menanggapi sang istri.
"Mari tuan, nyonya, saya akan mengajak anda kesalah satu pulau yang ada dimaldivas," ajak Huda dengan ramahnya.
Selang satu jam, kini mereka sudah sampai di sebuah pantai yang sangat indah, sangat eksotis, berwarna tosca dan pasir yang berwarna putih, perpaduan yang sangat indah tentunya, dan akan membuat pengunjung menjadi takjub.
"Lihatlah kak, indah sekali kan, Key belum pernah kesini, pas liburan bersama keluarga, hanya pernah dengar dan melihat diinternet, dan Key sangat menyukai tempatnya, karena benar-benar indah," terlihat wajah Keyla yang begitu bahagia, sehingga Fatih yang melihatnyapun ikut tersenyum bahagia, bukan karena pemandangan pantainya, melaikan melihat istrinya yang terlihat tersenyum lepas.
Fatih mengambil ponselnya dan mengabadikan pemandangan itu diponselnya, tidak lama dia ikut bergabung dengan sang istri dan memeluk istrinya dari belakang.
"Sayang, kenapa membuatku terkejut," ujar Keyla sambil ikut mendekap tangan suaminya yang melingkar indah dipinggangnya.
Mereka berdua menikmati pemandangan itu dan mengabadikan liburan mereka yang dibantu Huda tentunya, hingga sore menjelang dan keduanya memutuskan untuk kembali ke Villa, meski seharian dipenuhi dangan kecemburuan Fatih, namun tetap saja mereka puas dengan liburan hari ini, dan mereka akan pergi kelain tempat keesokan harinya.
__ADS_1
"Terima kasih mas, Key bahagia hari ini," kini keduanya tengah menikmati keindahan malam dari balkon kamar mereka, sambil saling berpelukan, dimana Fatih memeluk sang istri dari belakang.
"sayang bolehkan?"