Keyla Forever

Keyla Forever
EPS-57


__ADS_3

"semangat Key! Hadapi semua dengan senyuman" ujar Keyla pada dirinya sendiri, Keyla mengaitkan tasnya dan mulai bersiap untuk pergi, tidak lupa pula Keyla menghampiri Nada yang juga tengah bersiap untuk kekantor.


Tidak lama Keyla dan juga Nada sampai didepan gedung kantor Yang kini dipimpin Fatih, setelah banyaknya drama yang sudah Keyla dan Nada lewati saat mau berangkat bekerja.


"selamat ber dag, dig, dug, ria Keyla sayang!!" goda Nada dengan sedikit berteriak dari dalam mobil, setelah Keyla turun pastinya, dan sebelum dapat amukan Keyla, Nada segera tancap gas sambil melambaikan tangannya, Keyla yang melihat itu, hanya bisa mengumpat Nada dalam Hatinya, karena sahabatnya itu pasti akan selalu mengejek dirinya, Keyla berjalan masuk sambil melihat sekeliling, siapa tahu dia bertemu Fatih disana, pikir Keyla.


"sepertinya aman," gumam Keyla, ketika tidak melihat Fatih sama sekali, Keyla berjalan penuh dengan percaya diri, meskipun sebenarnya dia cukup deg-degan, "tenang Key,,, tarik nafas panjang," gumam Keyla.


hari ini ada meeting, jadi Keyla harus menyiapkan semua berkasnya, dia terus mengerjakan pekerjaannya, hingga tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, Keyla sama sekali belum melihat sang CEO lewat.

__ADS_1


"apa kak Fatih libur hari ini, kenapa tidak terlihat sejak tadi," lirih Keyla yang kini tengah menatap pintu ruangan Fatih, padahal waktu meeting sebentar lagi, namun Keyla sama sekali belum melihat Fatih sejak tadi, meskipun dia enggan bertemu Fatih, namun tidak dengan Hatinya yang begitu berhatap ketemu sang pujaan hati.


"Nona, mari segera berangkat," terlihat Bastian kini tengah berdiri didepan Keyla, tidak lupa Bastian sedikit membungkuk hormat, karena bagaimanapun, Keyla adalah Nona muda Iskandar, dimana Nona muda yang cukup ternama dinegara A.


"baik pak Bas, dimana tuan Fatih, pak Bas? Apa beliau sedang libur?" tanya Keyla sambil merapikan meja kerjanya, karena akan Ia tinggal.


"tuan Fatih ada pertemuan lain Nona, nanti Tuan Fatih akan menyusul jika waktunya masih bisa" Bastian berjalan beriringan keluar kantor bersama Keyla, seperti biasa, Keyla akan selalu tersenyum setiap berpapasan dengan Para karyawannya, sehingga banyak karyawan yang mengagumi Keyla yang selalu hambel, tidak hanya cantik, namun Keyla juga ramah.


"bisa kita mulai saja tuan, karena saya ada pertemuan lain, dan waktunya sangat mendesak." tanpa basa-basi Fatih langsung pada intinya, karena dia cukup lama menunggu, sebenarnya Fatih sedikit kecewa, karena dia cukup lama menunggu kliennya itu, namun dia hanya bisa tersenyum, demi keberlangsungan prusahaan yang kini Ia pimpin.

__ADS_1


"tentu saja pak Fatih," ujar kliennya itu.


Fatih yang merasa bingung langsung menautkan kedua alisnya, siapa pria didepannya ini, prasaan Fatih tidak mengenal pria ini, dan mereka belum sempat berkenalan, pikir Fatih.


"maaf, apa kita saling mengenal sebelumnya?"


"No, tapi saya mengenal anda."


"mengenal saya?" Fatih masih bingung, karena dia merasa asing dengan orang didepannya ini.

__ADS_1


"saya Riki, teman Keyla, dan kita pernah bertemu saat Istri tuan Reno dirumah sakit," jelas Riki.


Fatih coba mengingat-ingat sehingga tidak lama dia mulai ingat, "oh, iya, saya ingat sekarang," iya, saat ini Fatih mengingat dengan baik, pria didepannya ini, adalah pria yang pergi dengan Keyla saat dirinya berada dirumah sakit, dan diruangan yang sama.


__ADS_2