
Pagi harinya, saat Keyla mengerjabkan kedua matanya, perutnya seperti tertindih, hampir saja Keyla teriak, namun ingatannya lebih cepat dari mulutnya yang akan berteriak, dia mengingat dengan jelas, jika sudah dua hari dia menjadi istri seorang Fatih himawan.
Keyla terus menatap wajah sang suami yang masih terlelap dalam tidurnya, ingin sekali dia memberi ciuman yang banyak pada wajah tampan dihadapannya ini.
"Pemandangan yang sangat indah dipagi hari," gumam Keyla, bahkan senyumnya merekah mbak bunga yang baru mekar, menandakan wanita itu sangat bahagia, bagaimana tidak bahagia, jika yang dihadapannya kini bukanlah mimpi, melaikan kenyataan, yang dia sendiri masih belum percaya.
Keyla memindahkan tangan Fatih dengan perlahan agar tidak membangunkan suaminya, Keyla turun perlahan dari sana, dia membersihkan wajahnya terlebih dahulu sebelum turun kebawah.
"Sebaiknya aku masak sesuatu buat mas Fatih, siapa tahu dia mau sarapan nanti," gumam Keyla, Keyla berjalan keluar kamarnya, tujuannya kali ini adalah dapur barunya, dan siap bertemput dengan sepatula beserta antek-anteknya.
__ADS_1
Belum juga sampai dapur, dia sudah dikejutkan oleh bibik yang akan membersihkan apartementnya, "pagi Nona muda," sapa ART itu sambil membungkuk hormat pada Keyla, majikan barunya.
Berhubung bibik itu kepercayaan Bastian, jadi Fatih memberikan passcode pada ART itu untuk bebas masuk keapartementnya, karena Fatih tahu, Bastian bukanlah orang orang yang ceroboh.
"Pagi bik, ini masih sangat pagi, kenapa bibik sudah datang?" Key kembali berjalan menuju dapur, yang diikuti Bik Mo dibelakangnya, semalam suaminya sudah memberi tahu, jika akan ada ART yang akan datang setiap hari, tapi tidak bermalam disana, melaikan jika sore pulang.
"Tidak perlu bik, biar Keyla yang masak, bibik bisa kerjakan yang lain bik," Keyla ingin pertama kali menikah, suaminya bisa makan masakannya.
"Baik Nona," ART itupun berlalu untuk membersihkan seluruh apartement.
__ADS_1
Ya, hari kedua menjadi istri Fatih, Keyla ingin memasak sendiri untuk sang suami, seperti kata momsnya, manjakan suamimu mulai dari perutnya, baru yang lain, terutama ranjang, tapi sayang, untuk yang ranjang, semalam Keyla dan Fatih gagal total, sebab tiba-tiba Keyla kedatangan tamu yang tak diundang.
Tidak lama masakan ala Keyla kini sudah tertata rapi dimeja makan, "semoga mas Fatih menyukai masakanku," gumam Keyla, sebenarnya Keyla agak geli gimana gitu jika memanggil Fatih dengan sebutan mas, namun karena ini keinginan sang suami, yang katanya ingin dipanggil begitu, akhirnya Keyla mengalah dan akan menuruti keinginan suaminya itu, toh ini hanya sebuah panggilan, pikir Keyla, jadi tidak masalah, Keyla melepas apron yang melekat ditubuhnya.
Sedangkan matahari hangat kini memasuki kamar seseorang yang sedang pulas-pulasnya, hingga mampu membangunkan sipemilik kamar tersebut, dia mengerjab-ngerjabkan kedua matanya, hingga mata itu terbuka dengan sempurna, Fatih melirik kesamping dan tidak menemukan sang istri, dia melihat tubuhnya yang tanpa baju, dan pikirannya melayang pada kejadian semalam.
"Kemana istriku," batin Fatih, Fatih beranjak dan memasuki kamar mandi, dia akan mandi terlebih dahulu dan mencari istrinya dibawah.
Sedangkan Keyla kini berjalan menaiki tangga, dia ingin memberihkan diri dan membangunkan suaminya, semalam Fatih berkata akan bekerja saja, sebab diapartement juga tidak bisa ngapa-ngapain sang istri.
__ADS_1