Keyla Forever

Keyla Forever
EPS-61


__ADS_3

"apa yang bisa aku bantu lagi Al?" tanya Dona pada Fatih yang kini baru selesai mencucikan piring kotor, karena baru saja Fatih selesai makan bubur buatan Dona, ketika melihat Fatih seperti sedang sangat tidak sehat, Donapun berinisiatif membuatkan bubur untuk temannya itu.


"tidak, terima kasih Dodo."


"Dona!" kesal Dona, karena sejak dulu Fatih tidak berubah, selalu memanggilnya Dodo.


"terserah kamu saja" Fatih bersandar disandaran sofa, karena kepalanya masih sedikit pusing, "maaf ya Don, saat kamu kesini hanya ingin main, justru kamu malah repot memasakkan bubur untukku."


"Lupakan, kenapa kamu tidak kerumah sakit saja, setidaknya ada dokter yang akan membantumu disana," Dona tidak tega melihat temannya itu kesakitan, apa lagi terlihat wajah pucat Fatih.


"nanti gampang, katanya kamu akan bertemu Reza hari ini, pergilah, kasihan dia menunggumu Nanti," bukan niat Fatih mengusir Dona, karena dia sendiri juga ingin istirahat, tapi jika masih ada Dona kan tidak mungkin jika ditingga tidur, apa lagi Dona memang datang untuk silaturahmi, meskipun Dona tidak masalah jika ditinggal tidur.


"iya, ini aku juga akan pergi, ingat jangan keluar, karena kamu masih sakit, dan jangan lupa obatnya diminum, aku taruh diatas meja disana." tunjuk Dona dimeja dekat televisi.


"Iya, lain kali ajak Reza kesini Dodo, biar bisa ngobrol bareng, lagian aku juga lama disini, setidaknya aku ada teman dinegara ini, berasal dari kampung yang sama lagi."


"tentu saja, pasti aku akan mengajaknya kesini, tapi sekarang dia lagi sibuk, karena prusahaan bokapnya sedang banyak pekerjaan katanya, ingat kataku tadi."

__ADS_1


Fatih hanya berdehem, dia kembali membuka matanya setelah mendengar suara pintu apartemennya ditutup, menandakan jika Dona sudah berlalu dari sana.


Flasback...


Ketika Fatih pergi untuk menemu Bastian diapartement pria itu, tiba-tiba dia bertabrakan dengan seorang wanita, setelah Fatih membantunya berdiri, ternyata wanita itu adalah Dona.


"Dona!"


Dona memgernyitkan kedua alisnya, dia bingung siapa pria didepannya ini, "who are you?" Dona terus menatap pria didepannya ini, terlihat Fatih menaik turunkan kedua alianya sambil tersenyum tengil.


"Yes Dodo."


Dona langsung cemberut mendengar Fatih mengatainya Dodo, kenapa pria ini masih mengingat nama Sialan itu, pikir Dona, sedangkan mereka tidak bertemu semenjak selesai wisuda dulu.


"hentikan Al! kamu sungguh menyebalkan! Pertemuan pertama sejak bertahun-tahun, dan kamu masih memanggil Dodo," sungut Dona.


Fatih terbahak, melihat kekesalan Dona, "sudah lupakan, ayo kita makan, sebuah kebetulan yang langka kita bertemu disini," Fatih menarik tangan Dona, dia membawa Dona ke sebuah Cafe, sepertinya ngopi sambil mengobrol cocok, pikir Fatih.

__ADS_1


"Al" panggil Dona ketika Fatih usai memesan Coffe untuk dirinya dan Dona, karena mereka sejak dulu memang hobi coffe.


"Hem?"


"kenapa kamu bisa dinegara ini, bukannya kamu akan bekerja di prusahaan keluarga maharani?" karena setahu Dona seperti itu, apa mungkin mereka berlibur disini, jika iya, dimana Maharani, pikir Dona, karena dia juga mengenal wanita itu.


"Rencananya sih dulu begitu, tapi kenyataan berkata lain, aku sekarang bekerja diprusahaan kakak iparku."


"Ok, lalu dimana sekarang istri kamu itu? Kenapa kamu pergi sendirian?"


"aku gagal menikah diwaktu itu Don, karena dia menghianatiku."


"What! Apa aku tidak salah dengar, bukannya kalian adalah pasangan fenomena alam."


"mulutmu Dodo, fenomena alam iya kali," sinis Fatih.


"hehehe kan memang begitu, bukannya kalian dulu seperti perangko, lalu kenapa bisa?" sepertinya Dona sedikit tidak yakin, mengingat kemesraan keduanya yang selalu membuat semua siswa menjadi baper, bahkan Dona sampai iri pada kemesraan keduanya, karena dia jomblo akut saat itu.

__ADS_1


__ADS_2