
"Keyla sayangggg, selamat ya, akhirnya kamu tidak jomblo lagi, dan ajaibnya langsung menikah, aku kira bakal jomblo sampai satu abad lagi" kelakar Nada, Nada memeluk sahabat sekaligus bosnya dengan sangat erat, Nada bahagia, kini sahabatnya sudah menikah dengan cinta pertamannya dan semoga juga menjadi cinta trakhirnya, mengingat sahabatnya begitu mencintai pria didepannya ini.
"Mulutmu," Keyla juga membalas pelukan Nada tak kalah eratnya, sahabat yang selalu ada untuknya, suka duka selalu bersama.
"Semoga kamu slalu bahagia ya Key, dan setelah ini tinggal bahagianya."
"Makasih Nad, dan semoga kamu juga segera menyusul," bisik Keyla yang masih saling berpelukan dengan Nada.
"Amin, tapi sayang, calonnya lagi gak doyan perempuan."
"Suttt, nanti ada yang denger," mereka berdua terkekeh bersama.
"Ehemm!"
"Eh kak."
__ADS_1
"Apa yang kalian bicarakan?"
"Tidak ada kak," mana mungkin Keyla menceritakan tentang Jams pada Fatih, meskipun dia sekarang sudah menjadi suaminya.
"Selamat tuan, atas pernikahannya, gasskan tuan, biar cepat jadi, dan biar saya segera punya ponakan yang lucu-lucu"
"Uhuk uhuk!" Fatih yang mendengar perkataan bastian langsung terbatuk, Fatih menatap sang asisten dengan tajam, dia tidak menyangka jika asistennya bisa bergurau juga, mengingat jika dikantor seperti kanibo kering.
Sedangkan yang ditatap hanya mengalihkan pandangannya dengan menahan tawa, karena berhasil menggoda sang bos, kapan lagi bisa sekurang ajar ini, pikir Bastian.
"Wah benar itu, biar aku juga segera bisa dipanggil aunti, kalau perlu langsung kemabar 7" timpa Nada dengam antusiasnya, sehingga mengundang tawa seluruh yang hadir disana.
Fatih menarik Keyla untuk segera dibawa keatas pelaminan, karena dia malu jika terusan berada ditengah-tengah mereka.
Karena pada akhirnya tidak sedikit yang ikut menggoda penganten baru itu, sehingga Keyla dan Fatih tersipu malu.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian...
Kini acara telah selesai, Keyla dan Fatih menuju kamar yang sudah disiapkan oleh tuan Iskandar, pengantin baru itu kini tengah bergandengan dengan saling melempar senyum.
Keyla tidak bisa menjabarkan kebahagiannya, sungguh dia tidak menyangka akan menikah dengan pria didekatnya ini, bahkan gandengan tangannya seperti mimpi bagi Keyla, dia tidak menyesal menahan sakit selama tuju tahun, karena kini semuanya terbayar dengan kebahagian yang tiada tara.
Begitupun Fatih, dia lebih bahagia dari Keyla, karena wanita yang iya harapkan selama tujuh tahun, kini benar-benar berada dalam genggamannya, Fatih berjanji dalam dirinya, jika akan selalu membahagiakan wanita disampignnya ini.
"Sayang, mandilah dulu, kakak akan menelfon sebentar," Fatih segera berlalu dari sana setelah melihat Keyla menganggukkan kepalanya.
"Apa setelah ini akan terjadi yang seperti itu, ah kenapa aku jadi panas dingin begini," gumam Keyla yang mondar mandir dikamar pengantin mereka, dia merasa gugup, bagaimana cara memulainya, apa yang akan terjadi setelahnya.
Sepertinya Keyla terlalu polos dalam hal ini, apa wanita itu tidak tahu, jika seperti itu terjadi dengan sendirinya, karena nafsu punya caranya sendiri.
"Sayang, kenapa kamu masih belum mandi?" Fatih berjalan menghampiri Keyla yang masih duduk didepan meja rias yang tersedia dikamar hotel itu.
__ADS_1
"Kak, lihat ini," tunjuk Keyla pada pengait dibelakang punggungnya, karena gaun seperti itu akan sulit jika dibuka seorang diri.
Fatih yang menyadari maksud sang istri segera mendekat dan membantu Keyla untuk membuka gaunnya, sehingga punggung mulus dan putih itu terekspos sempurna didepan matanya.