
Semangat Fatih yang menggebu sejak sore, kini sirna seketika, nyawanya seperti dilepas dari raganya, dia merasa semua ini tidak benar, hanya dengan penolakan Keyla, Fatih bisa sesakit ini, bagaimana dengan dirinya dulu yang selalu berkata kasar pada Keyla.
Rasanya Fatih ingin segera menyelesaikan pekerjannya, agar dia bisa segera kembali kenegara asalnya, karena tujuannya kenegara A sudah tidak bisa iya gapai lagi, Wanita yang selama ini bertahta dihatinya, sudah menjadi milik orang lain, bahkan sepertinya Fatih tidak ada niatan untuk merebut Keyla dari kekasihnya itu, karena Fatih tidak setega itu untuk merusak hubungan orang lain.
"maafkan Keyla kak, Keyla juga ingin melihat seberapa besar prasaan kakak pada Key, jika kakak memang benar mencintai Key, Key harap kakak bisa memperjuangkan Key kak," batin Keyla yang kini masih berdiri dibalik pintu apartement Fatih, Keyla mengusap kasar air matanya dan berjalan kembali untuk kembali Keapartementnya.
Keyla membuka pintu, dan disana semua ruangan telah gelap, hanya ada pencahayaan dari televisi, karena memang waktu sudah malam.
"dari mana saja kamu Key, ini sudah jam setengah 11 malam lho," tanya Nada yang kini masih menonton drama kesukaannya, Nada kira Keyla tidak akan pulang, eh ternyata sahabatnya itu datang dengan menggunakan piama, bahkan kini tengah duduk tidak jauh darinya, Nada berdiri dan berjalan menghampiri Keyla
__ADS_1
"ada apa Key, kamu sepertinya habis menangis?" Nada menyusuri seluruh wajah Keyla, dan disana terlihat mata Keyla yang memerah.
Keyla juga menatap Nada, tiba- tiba Keyla menjerit, "huaaaaaa, Nad" Keyla langsung memeluk Nada.
"hey! Ada apa, cerita biar aku juga bisa bantu Key, jangan begini," Nada berusaha menenangkan Keyla yang kini merengek seperti anak kecil dipelukan Nada.
"hik,,, hik,,, aku menolaknya Nad," adu Keyla pada sahabatnya ini.
Akhirnya Keyla menceritakan apa yang terjadi padanya dengan Fatih, tanpa ada yang iya tutupi, mulai dari kejadian diclub, sehingga dia bisa berasa diapartement Fatih.
__ADS_1
"hahahha terus kenapa kamu bersedih, dasar aneh! Mengapa tidak kamu terima saja, dari pada kamu galau kayak gini, dasar," Nada kembali ketempat semula dan meneruskan nonton drama kesukaannya, menyesal Nada sudah hawatir sama Keyla, dimana, Keyla sendiri yang membuat dirinya galau.
"Nad!" kesal Keyla, keyla yang kini menghampiri Nada dan duduk disamping sahabatnya itu, "Kan aku juga ingin dia berusaha untukku, biarkan saja dia berusaha dulu, baru aku terima."
"terserah kamu saja, awas nanti kalau sampai Kak Fatih bersama yang lain," ejek Nada, Nada sedikit melirik Keyla, Nada bisa melihat wajah kesal Keyla, ketika Nada mengatakan Fatih bersama yang lain.
"jangan bicara begitu, apa kamu tidak kasihan padaku!"sungut Keyla.
"makanya jangan kebanyakan drama, kalau mau ya mau aja sih, diambil orang tahu rasa kamu."
__ADS_1
Keyla tidak menanggapi ocehan Nada, dia berdiri, menghentakkan kakinya dan berlalu dari sana, dia akan tidur, karena besok akan bekerja, dia juga harus menyiapkan mental untuk bertemu Fatih besok.
denting jam terus berlalu, sehingga waktu pagipun tiba, Keyla tengah bersiap untuk pergi bekerja, dia tengah berdiri didepan cermin sambil melamun, pikirannya berkelana, bagaimana dia nanti ketika bertemu Fatih, apa yang harus dia lakukan, sungguh ingin sekali Keyla meliburkan diri, namun Keyla tidak bisa seenaknya sendiri.