
Dreztttt...
"Ia ada apa Jams?" Tanya Keyla yang kini tengah duduk di kursi kerjanya dengan laptop yang masih menyala, karene ini masih jam kerja.
"Key!" teriak James dari sebrang sana, sehingga Keyla sedikit menjauhkan bendah pipik itu dari daun telinganya.
"Astaga kenapa harus teriak, ada apa menelfon? Aku sedang sibuk" kesal Keyla.
"apa benar yang aku dengar, jika kamu bekerja dengannya?" kini James tengah berada didalam mobil, karena dia baru saja dari prusahaan Keyla, namun dia justru bertemu dengan Nada, wanita pengganggu versi James, namun entah kenapa James tidak bisa kasar sama Nada selain dengan kata-kata saja.
Flasback
"Ah ayang James, tumben keruanganku, apa kini sudah mulai merindukanku?" Goda Nada pada James, James tidak mempedulikan celotehan Nada, dia menarik kursi yang berada dihadapan Nada, dan duduk begitu saja, tanpa ijin dari si pemilik ruangan.
__ADS_1
"Dimana Keyla? Kenapa ruanganya kosong," tanya James tanpa basa basi, dia meminum teh Nada tanpa rasa sungkan sedikitpun, Nada hanya melongo melihat kelakuan ayangnya itu.
"Dih tehnya siapa kok tinggal minum begitu saja" grutu Nada, "keyla sekarang bekerja di prusahaan kak Reno, dia diminta langsung sama kak Reno untuk membantu Kak Fatih, lagian untuk apa mencari Keyla, disini sudah ada aku" ujar Nada, dia menaik turunkan alisnya sambil memandang James.
Jams menghembuskan nafasnya melihat kelakuan Nada, "Apa kamu yakin?" Ulang James, karena James tahu betul siapa Fatih, Keyla begitu menghindari pria itu, karena marasa takut akan prasaannya, pikir Jams.
"Hem, aku sendiri yang mengantarnya kesana tadi, dan semoga saja dia bisa balikan lagi sama kak Fatih," gumam Nada pada dirinya sendiri, namun James masih bisa mendengar dengan jelas.
"Apapun itu, yang aku tahu Keyla sangat mencintai pria itu," Nada berdiri dan berlalu dari sana, dia menuju Pantry untuk membuatkan teh untuk James, karena tehnya sudah habis, jadi Nada berencana membuatkan Teh lagi.
"Hey mau kemana!" tanya James yang melihat Nada hendak berlalu dari sana.
Nada menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap James, "Diam dan tunggu disitu Ayang" goda Nada sambil mengedipkan sebelah matanya dan berjalan kembali menuju pantry.
__ADS_1
James yang melihat itu hanya menggeleng, dia berjalan keluar meninggalkan Nada begitu saja, karena dia akan segera menelfon Keyla, "kenapa dia mudah sekali menggoda pria, apa dia tidak takut akan bertemu orang jahat nanti" gumam James, dia menyayangkan sifat Nada yang menurutnya murahan, namun sepertinya James lupa jika Nada begitu hanya pada dirinya saja.
"Ini Ayang Teh- lho kemana dia, dasar tidak sopan, kalau tidak Cinta sudah ku buang dia ke god" grutu Nada yang sudah tidak melihat James di ruangannya, dia duduk dan memulai pekerjaannya kembali.
Flasbsck off
"Aku sangat Yakin, tenang saja, dan akan kupastikan kalau aku akan baik-baik saja, aku janji"
Ia keyla memang akan berusaha menjaga prasaanya meskipun dirinya tidak yakin, jauh saja dia tidak bisa, apa lagi dekat begini, tapi Keyla akan mencobanya.
"Entahlah, kuharap juga seperti itu, dan jangan baper kalau disana! Atau kamu akan sakit lagi nanti," ~ James.
"Ok ok, bisa di atur," Keyla dan James akhirnya mengobrol panjang lebar, sehingga Keyla lupa dengan pekerjaan dihadapannya itu."
__ADS_1