
"Maafkan aku Sis"
"Maaf kenapa? Kalau soal tadi aku sudah melupakannya, jadi kamu tidak perlu terbebani dan merasa bersalah padaku, aku baik-baik saja," ujar Siska dengan senyum merekahnya.
Sudah Siska duga soal ini, dia sudah yakin jika Fatih akan meminta maaf padanya, lihatlah buktinya, Siska tersenyum samar, karena tebakannya tidak pernah salah.
"Aku tidak bisa meneruskan hubungan ini Sis, jadi aku harap kamu mengerti Sis, hati ini tidak bisa kupaksakan"
Akhirnya Fatih bisa mengatakan apa yang ingin dia katakan, mengingat ini akan melukai Siska, namun Fatih harus bisa melakukan ini, demi kebaikan bersama, pikir Fatih.
Deg.. "apa aku salah dengan Al?" Sepertinya begitu, pikir Siska.
"maafkan aku Sis" lirih Fatih.
Siska langsung menggeleng, "Tidak! Aku tidak mau kita putus!" teriak Siska tanpa sadar, bak tersambar petir disiang bolong mendengar Fatih meminta mengakhiri hubungan Mereka.
__ADS_1
"kita akan merencanakan pertunangan Al, kenapa kamu setega itu Al!" Siska menggeleng dengan sangat kuat, Siska menutup kedua matanya, Siska berharap ini hanya mimpi, namun ketika dia kembali membuka matanya, dia kembali tersadar jika ini nyata.
"Maafkan aku Sis, aku tidak ingin kamu semakin terluka, karena kamu tahu betul hati ini untuk siapa," hanya itu yang bisa Fatih katakan, dia tidak bisa membela diri, karena dia juga salah, karena sudah melukai hati sahabatny dimasalalu.
"Kamu jahat Al! Jahat!" berang Siska, Siska berdiri dan berlari keluar dari ruangan Fatih, hatinya marah mendapati Fatih mengakhiri hubungannya, dia tidak menyangka, usahanya menjaga Fatih langsung sirna hanyak karena kedatangan seorang Keyla Iskandar.
Bruckkk!
"Apa kamu buta! sehingga kamu menabrakku hingga jatuh" bentak Siska.
Siska mendongak, matanya langsung terbelalak ketika tahu siapa yang dia tabrak, "maafkan saya pak Bastian, saya tidak tahu jika anda yang didepan saya," Siska membungkuk badannya tanda minta maaf, setelah dia berdiri.
"Matilah kamu Siska, kenapa kamu bisa lupa jika lantai ini hanya akan ada orang penting" batin Siska ketika dia melihat tatapan tajam Dari Bastian, bagaimanapun Bastian adalah orang kepercayaan Reno Darmawan, jadi bisa saja dia didepak oleh orang didepannya ini.
Bastian melewati Siska begitu saja, tanpa menjawab perkataan Siska yang meminta maaf.
__ADS_1
"kenapa tatapannya mengerikan sekali, apa dia seperti itu jika marah" gumam Siska yang terus menatap punggung Bastian yang sudah mulai masuk kedalam ruangan Fatih, Siska bergidik dan kembali berjalan menuju ruangannya, "aku harus bertemu Keyla, apapun caranya.
Sedangkan diruangan Fatih, kini dia merasa lega, karena sudah menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan, entah apa yang akan terjadi kedepannya, Fatih hanya berharap tidak akan ada permusuhan antara dirinya dan Siska, karena bagaimanapun mereka adalah sahabat baik.
"bagaimana Bas?" tanya Fatih ketika dia melihat Bastian masuk kedalam ruangannya lagi.
"tuan, tuan Reno meminta Nona Siska untuk kembali kenegara I, karena disana dia membutuhkan Nona Siska, soal disini nanti tuan Reno sendiri yang akan mencari penggantinya."
"benarkah? kenapa kak Reno tidak menelfonku langsung?" tanya Fatih, biasanya Reno akan menelfon dirinya langsung jika ada yang penting.
"beliau telah menelfon anda tuan, tapi anda tidak mangangkat telfon tuan Reno, itu sebabnya tuan Reno menelfon saya tuan, dan meminta saya menyampaikan pada anda.
Fatih segera mengambil ponsel yang ada dimeja kerjanya, dia melihat ponselnya, dan benar saja, ada 4 panggilan tidak terjawab dari sang kakak ipar, karena Fatih terbiasa men silent ponselnya ketika jam kerja.
"baiklah Bas, Nanti aku akan menelfon kak Reno balik, kapan Siska akan kembali ke negara I?" tanya Fatih, dia kembali menaruh ponselnya diatas meja dan menatap Bastian yang berdiri didepannya.
__ADS_1
"2minggu lagi tuan, apa apartementnya masih mau diteruskan tuan?" tanya Bastian, mengingat sebentar lagi Siska akan kembali kenegaranya, jadi seprtinya tidak perlu, namun Jika tuannya meminta lanjut, maka Bastian akan tetap menyewanya.