
"apa yang pria itu lakukan di apartementmu?" tanya Fatih tiba-tiba.
Keyla menoleh dan menghadap Fatih.
"pria?" Keyla menautkan kedua alisnya, karena Keyla tidak paham yang di maksud Oleh Fatih.
"Pria semalam yang datang kepartementmu, untuk apa dia malam-malam datang ke apartementmu, maksud saya sore."
"tunggu dulu, sepertinya tuan Fatih tengah ngelindur, bahkan saya tidak tahu yang anda maksudkan," bantah Keyla, Keyla merasa ada salah faham disini, pikir Keyla, prasaan kemaren tidak ada tamu.
"kakak melihat sendiri Key, kemaren setelah kamu masuk apartement dan kakak akan menyusulmu, disana kakak melihat ada pria yang datang dan masuk kedalam apartementmu," kali ini Keyla tidak akan membantah, pikir Fatih.
__ADS_1
"siapa yang dia maksud, apa James, prasaan Nada tidak ada cerita jika ada tamu, ah biarkan sajalah, lagian apa hubungannya dengan kak Fatih" batin Keyla.
"kenapa diam?" selidik Fatih, karena melihat Keyla yang seperti berpikir keras, apa mungkin dia masih mencari alasan untuk berbohong.
"tidak ada, lagian siapapun yang datang itu bukan urusan anda tuan," tegas Keyla, Keyla pergi setelah mengatakan itu, di malas membahas hal yang menurut Keyla tidak penting.
"astagaaaa, kenapa dia bisa semaput ya, apa sedang sakit, kalau sakit kenapa tidak ijin saja untuk libur." gumam Nada yang kini tengah berada di ruang tunggu rumah sakit, karena tadi ketika sampai lobi kantornya dia tidak sengaja melihat seorang OB yang pingsan, jadi dia berinisiatif untuk mengantarkan ke rumah sakit, karena memang hanya Nada yang ada disana pas kejadian.
"keluarga pasien?" tanya dokter ketika keluar dari UGD, dokter itu berjalan menghampiri Nada yang langsung berdiri.
"baik, jika keluarganya sudah datang, tolong untuk segera menemui saya ya bu."
__ADS_1
"baik dok."
selang 15 menit, keluarga Rara itu datang, dan langsung menghampiri Nada, "maaf Nona, saya keluarga dari Rara, apa ini Nona yang menghubungi saya tadi?" tanya orang tua Rara.
"ah iya buk, ibuk di suruh keruangan dokter di sebalah sana buk," tunjuk Nada.
"baik Nona, sekali lagi terima kasih ya Nona, maaf sudah merepotkan Nona," ibu Rara bersyukur karena masih ada orang baik seperti Nada, karena jika di lihat dari penampilannya, sepertinya orang didepanya ini cukup mampu, pikir Ibunya Rara.
"ah tidak masalah ibu, semoga Rara lekas sembuh ya ibu, suruh libur saja ibu sampai sehat, nanti kalau udah sehat bisa kembali bekerja." Nada berujar sambil mengelus pundak ibu Rara, setengah memberikan semangat, karena Nada melihat ibu Rara yang seperti sangat sedih.
"kata Rara kemarin sudah ijin Nona, tapi atasannya menolah ijin Rara, karena Rara sudah pernah ijin sebelumnya, sebenarnya Rara fisiknya tidak begitu sehat Nona, jadi kalau kecapek,an dia akan pingsan, namun dia harus bekerja Nona, karena dia tulang punggung keluarga, ibu sudah menyuruhnya untuk istirahat, biar ibu saja yang bekerja, tapi dia menolak Nona" lirih ibu Rara dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
Ya, Rara adalah tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggal, dia harus menggantikan peran ayahnya, karena dia anak tertua, sedangkan ibunya punya riwayat jantung, jadi Rara melarang ibunya untuk kecapek,an.
"astaga kasian sekali ibu ini," batin Nada."