Keyla Forever

Keyla Forever
EPS-45


__ADS_3

"ehem!" Fatih berdehem cukup keras, sehingga menghentikan obrolan keduanya, "cepat! jangan terlalu banyak mengobrol!" kesal Fatih, niat hati ingin membuat Keyla tidak pergi dengan teman prianya, ini justru Keyla malah asyik dengan asistennya, pikir Fatih.


Keyla melongo mendengar Perkataan Fatih, yang menurutnya aneh, "ada apa dengannya, kenapa uring-uringan sejak tadi" gumam Keyla yang masih didengar jelas oleh Bastian.


"dia sedang datang bulan Nona, jadi sebaiknya kita diam dan menurut saja apa titahnya" timpal Bastian, Bastian sedikit berbisik agar Fatih tidak mendengarnya, keduanya terkekeh setelah Bastian mengatakan hal lucu menurut Keyla.


"eh bukannya itu James, ada apa dia di rumah sakit ini," gumam Nada yang melihat James tengah berada didepan ruangan dokter spesialis, ketika hendak masuk kedalam mobilnya, tidak sengaja Nada melihat mobil James, karena rasa penasarannya dia masuk kembali kedalam rumah sakit untuk memastikan, mobil itu milik James atau bukan, ternyata benar tembakan Nada, karena saat ini Nada melihat James yang tengah berada di ruang tunggu.


"apa yang kamu lakukan disini?" tanya Nada ketika dia sudah berdiri disamping James yang tengah duduk, sedangkan James yang melihat Nada langsung berdiri dan mendelik, antara malu dan marah.


"bukan urusan kamu! pergi sana!" James sedikit menjauh dari Nada, James tidak ingin Nada tahu tentang masalahnya, tapi sayang Nada terus mengikuti James kemanapun James melangkah.

__ADS_1


"tunggu dulu, kenapa kamu ada disini?" Nada mencekal lengan James yang hendak kembali berlalu dari hadapannya.


"aku bilang jangan ikut campur!" bentak James, jujur saja, lama-lama James juga risih dengan kehadiran Nada didekatnya, padahal Nada tidak begitu mengganggu, dia hanya bertanya baik-baik, tapi kenapa James begitu marah.


"aku hanya bertanya, kamu tidak perlu berlebihan seperti itu!" Nada berlalu dari sana, dia kesal dengan James yang selalu seperti itu sikapnya, seolah-olah dia yang begitu diutamakan, pikir Nada.


sebelum benar-benar berlalu dari sana, Nada kembali menoleh pada James yang masih setia melihat dirinya, "dan perlu kamu ingat ini, aku disini hanya ingin menemanimu saja tanpa berharap lebih, lagian aku sudah tahu semua tentang kamu dan Mahen," setelah mengatakan itu Nada benar-benar pergi dari sana.


"tuan, giliran anda," James langsung terjaga dari lamunannya ketika ada suster yang menyuruhnya untuk masuk.


"ah baik," James masuk kedalam ruangan dokter itu, pikiranya kini terus berpaut pada Nada, kata-kata Nada, yang dia bilang mengetahui segalanya.

__ADS_1


"tuan James, mari kita mulai pemeriksaannya, apa anda baik-baik saja, kenapa sepertinya anda sedang melamun?" ujar sang dokter, "hallo tuan!"


"Eh iya maaf, bagaimana Dok?" James langsung terjaga ketika mendengar suara dokter yang cukup keras.


"apa kita bisa memulai sekarang?" ulang sang dokter.


"maaf dok, sepertinya kali ini saya tidak bisa memulainya, karena ada hal yang sedang mengganggu pikiran saya, bagaimana jika lain kali saya membuat janji ulang dok?" sebenarnya James merasa tidak enak, tapi mau bagaimana lagi, dia sedang butuh kejelas sekarang dari Nada, agar dia tidak mati penasaran, pikir James.


"baik tidak masalah."


"terima kasih dok, saya permisi," James segera berlalu dengan cepat dari sana, kali ini dia ingin mengejar Nada, siapa tahu belum jauh, pikir James.

__ADS_1


__ADS_2