
"sudah lama menunggu?" Cand menarik kursi buat Keyla, dia duduk di susul Keyla disampingnya, wanita yang ada dihadapan Cand sama sekali tidak menjawab, tapi tatapannya tidak lepas dari Keyla dan Cand, seakan-akan dia bertanya siapa wanita ini.
"siapa dia? Bukannya kita hanya akan makan berdua?" setelah cukup lama diam, akhirnya Wulan bertanya, karena setahu Wulan dia hanya akan makan berdua, sesuai apa yang orang tuanya sampaikan.
"kenalkan, dia Keyla, kekasihku" Cand menyenggol bahu Keyla, sehingga Keyla langsung tersadar dan menyodorkan tangannya.
"Keyla."
"Wulan sastro"
Keyla segera melepas genggaman tangan Wulan, karena Wulan sepertinya sengaja meremat tangan Keyla.
"kamu mau makan apa Key?" tanya Cand, Cand mengangkat tangannya ketika melihat pelayan tidak jauh dari tempatnya duduk.
"steak saja kak."
__ADS_1
"ok"
"kak?" tanya Wulan.
"hem, aku lebih suka memanggil Kekasihku kakak, karena aku nyaman saja, dan merasa terlindungi."
Tidak lama pelayan datang membawakan pesanan Cand, dia menata semua makanan itu di meja, tidak lama pelayan itu berlalu dari sana.
"ayo Key segera makan ini, bukannya dari tadi kamu sudah lapar sayang," Cand memotongkan Steak Keyla, dia juga menyuapi Keyla dengan steak yang ada dihadapannya, seolah olah mereka adalah dua insan yang saling menyayangi, bahkan Keyla begitu mahir dalam melakukan Aktignnya.
"cukup! Apa yang kamu lakukan! bukannya kita akan dijodohkan, lalu apa ini?" habis sudah kesabaran Wulan melihat kedua insan didepannya ini, bagi Wulan mereka cukup memuakkan, seolah-olah mereka tidak menganggap Wulan ada dihadapannya.
"maafkan aku, aku tidak bisa, karena aku sudah punya kekasih, aku sudah membahasnya di telfon, tapi sepertinya kamu tidak percaya, itu sebabnya aku membawa kekasihku kesini."
"apa kamu tidak bisa melihat perbedaan diantara kita? Lihatlah dia!" tunjuk Wulan pada Keyla, "dia masih begitu muda, aku yakin dia tidak bisa menjadi orang yang baik bagimu, karena dia pasti masih labil, sedangkan denganku, kita sudah kenal sejak kecil, jadi apa yang kamu ragukan dariku!" teriak wulan tanpa sadar.
__ADS_1
"yang aku tahu, dia yang terbaik untukku!" tegas Cand, sehingga Keyla langsung menatap Cand penuh kagum, karena dia begitu membela dirinya seperti itu, meskipun Ini semua adalah kebohongan.
"andai saat ini yang bicara seperti itu adalah kak Fatih" batin Keyla, namun Keyla segera menggelengkan kepalanya, karena sudah berfikir yang tidak-tidak.
"aku tidak akan membiarkan ini, lihat saja Nanti, jika aku tidak bisa bersama denganmu maka yang lainnyapun tidak!" Wulan berdiri, sebelum berlalu dari sana dia menatap Keyla penuh bara, menandakan wanita itu sangat membenci Keyla, setelah itu Wulan benar-benar berlalu dari sana.
Flasback...
"tumben kakak mengajakku keluar dijam segini, apa ada acara kak?" saat Keyla dan Cand berada di mobil, Keyla bertanya, karena tidak biasanya Cand mengajaknya pergi, apa lagi sudah dua kali datang, pikir Keyla.
"aku butuh bantuanmu Key, maafkan kakak karena tidak ngomong sebelumnya, tapi ini demi kebaikan kakak Key," Cand merasa tidak enak, tapi mau bagaimana lagi, teman wanita yang dekat dengannya hanya Keyla.
"ok santai," Keyla terkekeh melihat expresi berlebihan Cand, menurut Keyla, "apa yang bisa Key bantu kak?"
"pura-puralah jadi kekasih kakak Key, untuk malam ini saja."
__ADS_1