Keyla Forever

Keyla Forever
EPS-38


__ADS_3

"apa kamu merindukan Siska?" bukannya menjawab, Fatih justru balik bertanya, sehingga Keyla tidak lagi bertanya karena merasa kesal dengan pertanyaan Fatih, meskipun tidak bisa dipungkiri jika Keyla benar-benar merasa tidak nyaman dengan kehadiran Siska di samping Fatih.


"andai aku bisa lebih berani, sudah ku siram dia dengan kopi panas ini," batik Keyla


"lihat kakak" Fatih menyentuh pipi Keyla, sehingga Keyla mengangkat wajahnya dan memandang Fatih, "apa kamu ingin menjadi ist~"


"Key!" Keyla dan Fatih menoleh kesumber suara.


"Jams," Keyla berdiri dari duduknya ketika melihat Jams sudah berdiri didekatnya.


"apa yang kamu lakukan disini," tanya Jams yang langsung duduk begitu saja tanpa permisi pada pria di hadapannya ini, dan di susul Keyla duduk, dengan polosnya dia merangkul Keyla begitu saja, sehingga ada sepasang mata yang menatapnya penuh bara.


"pertanyaanmu bodoh sekali! Justru aku kesini untuk makan siang, dasar aneh" sungut Keyla, Keyla berusaha melepaskan tangan Jams dari pundaknya, namun sepertinya Jams sengaja tidak ingin melepas tangannya dari pundak Keyla.


"Ehem!"

__ADS_1


Keyla menoleh, "Eh Jams, kenalkan, dia pak Fatih atasan ku dikantor, dan sekaligus keluarga dari kak Reno."


Jams mengulurkan tangannya, "James"


"Fatih" jawab Fatih, Fatih meremas tangan James sambil melihat tangan James satunya yang masih merangkul pundak Keyla, "tolong turunkan tangan anda dari pundak sekertaris saya!" ujar Fatih dengan suara baritonnya, sehingga James langsung menurunkan tangannya.


"ah maklum Pak, sudah terbiasa," James sepertinya sengaja memancing ikan di air yang keruh, sehingga dia mengatakan hal seperti itu tanpa bersalah sedikitpun.


"mulai sekarang jangan dibiasakan! Karena itu tidak sopan!" Fatih melanjutkan makannya dengan cepat, tidak lama Fatih selesai dengan makan siang yang menurutnya cukup memuakkan itu.


"kita lihat nanti ya Jams, karena aku belum tahu jadwal Nada, nanti aku akan mengajak kak Chan juga, siapa tahu dia tidak sibuk," sedangkan sejak tadi ada sepasang telinga yang mencuri dengar, meskipun tangannya sibuk dengan ponsel ditangannya, namun telinganya masih mendengar dengan baik.


"Dih, kenapa harus dengan Nada, apa tidak bisa kamu sendiri saja, aku sungguh malas bertemu wanita kribo itu" terlihat jelas wajah tidak suka Jams kita menyebut nama Nada di antara perbincangan mereka.


"jangan terlalu membencinya nan~"

__ADS_1


"nanti kamu jadi cinta," potong Jams cepat, seperti biasa dia sudah sangat hapal betul bahasa Keyla, pasti itu yang akan Keyla katakan jika Jams berbicara buruk tentang Nada.


"pintar...." kelakar Keyla.


"aku sudah selesai, ayo kita kembali kekantor," Fatih langsung menarik tangan Keyla begitu saja, dan meninggalkan Jams disana sendiri.


"dasar bodoh! Sudah terlihat cemburu begitu masih saja tidak berusaha lebih keras lagi," gumam Jams yang masih duduk disana sambil melihat Keyla dan Fatih berlalu dari sana.


Ia, Jams memang sengaja merangkul Keyla tadi, karena dia ingin melihat reaksi Fatih, dan sesuai dugaan Jams, kalau Fatih cemburu padanya.


"maaf tuan, ini tagihannya," seorang pelayan Resto memberikan struk tagihan pada Jams.


"apa ini belum di bayar?" tanya Jams


"iya tuan."

__ADS_1


"sialan! Dasar pria miskin" sungut Jams, sebenarnya bukan masalah tagihannya, tapi sepertinya Fatih sengaja mengerjai Jams, Jams mengambil kartu saktinya dan memberikan kartu itu pada pelayan Resto, "tapi mana mungkin miskin jika jabatanya saja melebihi jabatanku di kantor papi" gumam Jams, Jamespun keluar dari resto itu setelah menerima kembali kartu saktinya.


__ADS_2