
"Maafkan Mas sayang, karena mas ka-"
"Lupakan," potong Keyla dengan cepat, karena dia tidak ingin bulan madunya malah merasa saling tidak enak atau merasa bersalah, karena bagaimanapun Keyla ingin bulan madunya kali ini ingin penuh dengan kebahagian tentuya.
"Karena kalian sudah sampai, kalau begitu saya permisi dulu, besok saya akan kesini lagi untuk mengantar kalian berkeliling dikota ini, selamat beristirahat," pamit tour guide kepada Keyla dan Fatih.
"Baiklah, terima kasih sudah mengantarkan kami," Keyla tersenyum ramah, sehingga tour guide itu ikut tersenyum pula, entah kenapa senyum tamunya itu menular pad tour guide itu.
"Sayang, mas harap setelah ini kamu tidak perlu tersenyum pada pria asing, karena kakak tidak suka," ujar Fatih setelah melihat tour guide itu sudah pergi dari hadapannya.
"Apa mas sedang cemburu?" Tanya Keyla dengan manaik turunkan alisnya, tanda menggoda sang suami.
__ADS_1
"Tentu saja, karena kamu istri tercinta Mas," jujur Fatih tanpa mengelak, karena Fatih lebih suka terus terang dari pada sakit hati sendiri nantinya.
"Baiklah, maka Key akan menjaga senyum Key hanya untuk suami Key seorang."
Tanpa menjawab, Fatih langsung membawa Keyla kedalam pelukannya, dan mendekap erat tubuh sang istri, sehingga Keyla memukul punggung suaminya, akibat sesak nafas.
"Sekarang mandilah sayang, setelah ini istirahat, karena ada sesuatu yang lebih penting dari ini," terlihat Fatih membantu Keyla membuka mantel yang masih melekat sempurna ditubuh sang istri, dan menaruhnya diatas sofa yang berada dalam villa tersebut.
Keyla hanya mengangguh, dia berjalan menuju kamar mandi yang cukup luas, disana dia melihat ada sebuah buthub yang menghadap ke-perairan kristal, dia melepas seluruh baju yang melekat ditubuhnya dan beradam didalam buthub itu.
Sementara itu dikamar, Fatih tengah menata barang-barang yang iya bawa bersama sang istri, sehingga tidak lama pria itu selesai dengan aktifitasnya, diapun merebahkan tubuhnya disana karena badannya cukup lelah.
__ADS_1
"kenapa Keyla lama sekali, kenapa istriku itu sangat betah didalam sana, apa dia tertidur" gumam Fatih, dia terus menatap jam yang melingkar ditanganya, sudah satu jam lebih Keyla berada didalam kamar mandi.
"Apa istirku itu takut dengan malam pertama kita yang tertunda, atau bagaimana, kenapa tidak keluar sejak tadi, apa dia juga tidak kedinginan?" Fatih terus mondar mandir tidak jelas didepan kamar mandi, menunggu sang istri keluar dari sana, karena sudah tidak sabar, Fatihpun memberanikan diri untuk membuka pintu kamar mandi, baru saja pria itu akan memegang handel pintu kamar mandi, namun sudah terbuka duluan dari dalam, sehingga tangan Fatih menggantung diudara.
"Ada apa mas, kenapa berada didepan kamar mandi?" Tanya Keyla yang kini tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk, dan tubuhnya dibalut dengan kimono putih.
"Kenapa lama sekali sayang, mas kan juga ingin mandi," terlihat Fatih mengambil handuk sang istri dan membantu Keyla mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.
"Maaf Mas, tadi keenakan berendam, sampai lupa waktu" ujar Keyla dengan sedikit tidak enak.
"Baiklah, kalau begitu kakak mandi dulu, dan kamu tidak perlu pakai baju sayang, karena nanti akan dilepas juga," buru-buru Fatih masuk kedalam kamar mandi sambil bersiul, menandakan pria itu tengah sangat bahagia.
__ADS_1
"Ada apa dengan kak Fatih" keyla berjalan menuju tempat tidur, setelah melihat Fatih sudah masuk kedalam kamar mandi tentunya.
Sedangkan dikamar mandi Fatih terus bersiul, "malam ini, habis kamu sayang," gumam Fatih dengan senyum merekah.