
Keyla membersihkan sendiri apartementnya bersama Nada, karena mereka akan disana untuk beberapa hari kedepan.
"apa kamu tidak takut jika bertemu kak Fatih?" goda Nada, Nada kini sudah tahu siapa Fatih dan kenapa sahabatnya menghindar dari pria itu.
"tidak! Lagian dia juga tinggan dengan kekasihnya, jadi aku yakin dia tidak akan keluar kamar, pasti waktunya habis buat bermesraan dengan Kekasihnya itu!" sungut Keyla tanpa sadar.
NAda tersenyum lebar, "cemburu..." ejek Nada, bahkan Nada tertawa hingga suaranya menggema diapartement itu.
"dih! siapa yang cemburu, sudah ayo cepat bersihkan dan setelah itu kita masak" Keyla segera membersihkan apartementnya karena dia punya tanggungan dari sang moms, untuk memasak buat pasutri itu, padahal Fatih berkali-kali menolak, tapi moms Winda tetap kekeh.
"siap nyonya Fatih" goda Nada lagi, entah kenapa Nada sekarang terus menggoda Keyla setelah tahu kisah sahabatnya itu, dan itu menjadi kesenangan tersendiri buat Nada.
__ADS_1
"gue sumpel nimulut pakai tissu, mau?" kesal Keyla, namun Nada sama sekali tidak menghiraukan ancaman Keyla, Nada justru semakin bersemangat menggoda Keyla, akhirnya keduanya adu mulut sambil bekerja.
Tidak terasa sudah hampir 1jam keduanya bergurau sambil membersihkan apartement,"Huffff Akhirnyaaaa" seru kedunya yang kini sudah membersihkan apartement Keyla, sebenarnya apartementnya tidak kotor, karena setiap 3kali dalam seminggu ada yang datang untuk membersihkan apartement Keyla.
"kita akan masak apa?" tanya Nada yang kini tengah berada didapur bersama Keyla, dia melihat isi pendingin yang kini sudah penuh dengan bahan makanan, raut wajahnya langsung sumringah melihat bahan masakan, karena dia juga suka memasak, "wah siapa yang belanja?"
"biasa Nani, Moms kemaren yang menyuruh Nani belanja dan menata disini, karena sebelum Moms pergi aku sudah ijin untuk tinggal disini bersamamu" terang Keyla yang kini tengah memotong sayuran.
"kamu yakin dia akan suka makanan seperti ini?" tanya Nada setelah melihat masakan Keyla, yang menurutnya dipandangpun tidak selera, bakhan Nada memutar mutar piring itu.
"sangat yakin, karena ini menu favoritnya, hentikan ulahmu itu, jangan manatap makananku seperti itu."
__ADS_1
"Wihhh bahkan kamu tahu betul makanan kesukaannya, lagian ini kan gosong, apa kamu sengaja?" selidik Nada, Nada menaruh dagunya diatas tangan sambil menggoda sahabatnya itu, bahkan Nada melihat Keyla sangat antusias melakukannya.
"tidak, mana ada, sudah nanti lagi menggodaku, sekarang antar ini ketempat kak Fatih," Keyla menyodorkan rantang makanan itu kepada Nada, agar temannya itu bisa segera mengantar makananya karena ini sudah waktunya makan malam.
"dih gak mau! Itu kan bukan tugasku" tolak Nada mentah-mentah, bahkan Nada beranjak dari dapur agar Keyla tidak menyuruhnya lagi.
"pleas Nad, katanya kita sahabat, masak minta tolong saja tidak mau," cemberut Keyla, Nada yang melihatnya langsung berdecih, karena Keyla selalu saja mengeluarkan jurus andalannya.
"apa kamu tidak ingin ikut Key, siapa tahu nanti kamu bisa curi pandang, atau paling gak kamu bisa tahu mereka sedang apa."
"kagak! Sudah cepat antarkan, setelah itu kita jalan-jalan, bagaimana?"
__ADS_1
"ok," tanpa pikir panjang, Nada langsung mengambil rantang makanan itu dari tangan Keyla, bahkan dia langsung berjalan keluar untuk menuju gedung teratas apartement itu, dimana apartement Fatih berada, "eh tunggu dulu, kenapa aku mau-maunya nuruti Keyla, enak saja, sebaiknya aku kembali lagi saja, biar Key sendiri yang mengantarnya," Nada kembali berjalan menuju apartement Keyla, dia mengurungkan niatnya ketika akan masuk ke lift.