
FAtih coba mengingat-ingat sehingga tidak lama dia mulai ingat, "oh, iya, saya ingat sekarang," iya, saat ini Fatih mengingat dengan baik, pria didepannya ini, adalah pria yang pergi dengan Keyla saat dirinya berada dirumah sakit, dan diruangan yang sama.
Akhirnya mereka berdua mengobrol dengan lebih santai, karena memang keduanya dari negara yang sama, Riki yang merasa bertemu dengan seseorang yang sepemikiran merasa nyaman, bahkan Fatih sepertinya lupa jika masih ada pertemuan.
"apa anda tidak jadi ada pertemuan?" tanya Riki, karen tadi Fatih berkata akan ada pertemuan lain, itu sebabnya dia bertanya, takutnya Orang didepannya ini lupa, pikir Riki.
Fatih melihat jam ditangannya, "sepertinya tidak akan keburu, biarkan saja, meetingnya sudah dihandel sama Keyla dan asisten saya."
"Keyla?" Riki menautkan kedua alisnya, apa mungkin Keyla sahabatnya itu, atau yang lain, dan hanya namanya saja yang sama.
"Hem, dia sekarang membantu saya dikantor, dia menjadi sekertaris saya untuk sementara waktu, sampai Kak Reno menemukan penggantinya"
"sulit dipercaya, bukannya Keyla wanita cerdas dan sudah menjadi CEO, jadi mana mungkin dia justru menjadi sekertaris, sepertinya ada yang tidak beres," batin Riki yang kini terus menatap Fatih, Riki hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Fatih sambil membatin dalam hatinya.
__ADS_1
"apa pak Fatih lama disini?"
"mungkin lama, mungkin saja tidak, jika kerjaan selesai lebih awal, saya akan segera kembali kenegara I, karena disana saya juga ada tanggung jawab."
"Emm, kalau begitu saya permisi Lebih dulu ya pak, karena ada sesuatu yang harus saya lakukan," sebenarnya Riki tidak enak, tapi rasa penasarannya lebih besar dari pada mengobrol dengan Fatih, pikir Riki.
"baik, terima kasih kerja samanya, semoga kerja sama ini bisa saling menguntungkan."
"itu pasti, karena saya percaya pada anda, Keyla sudah banyak bercerita tentang kehebatan Anda," puji Riki, pada Fatih.
Mereka berdua kembali berjabah tangan, dan berlalu dari sana, dengan arah yang berbeda.
"apa dia kekasih Keyla, atau pria yang berada dihati Keyla saat ini." gumam Fatih, yang sesekali menoleh kebelakang, begitupun Riki yang juga menoleh kebelakang, sehingga keduanya sama-sama tidak terlihat lagi.
__ADS_1
"Mari Nona, kita kembali kekantor."
Keyla mendongak, dia menatap sekeliling, Tanpa menjawab Bastian, Keyla ikut beranjak, mereka berdua berlalu dari sana untuk kembali kekantor, padahal Keyla sengaja cukup lama disana, sambil menunggu Fatih, pikir Keyla, namun hingga sekarang Fatih tidak muncul juga, akhirnya Keyla memilih pergi dari sana, karena Bastian sudah mengajaknya kembali kekantor.
"bagaimana Bas?" tanya Fatih ketika Bastian sudah berada dihadapannya.
"berhasil tuan, ini semua berkat kerja keras Nona Keyla, bahkan saya sama sekali tidak turut bicara dan hanya menyimak saja."
"benarkah?" Fatih sungguh tidak menyangka, lagi-lagi dia dikagumkan dengan kepintaran wanita yang bertahta dihatinya itu, disaat seperti ini, memang tidak salah jika Reno meminta bantuan Keyla dalam membangkitkan kembali prusahaan yang ada dinegara A.
"suruh dia keruanganku Bas, dan jangan biarkan ada yang masuk jika masih ada Keyla didalam, jika ada hal yang mendesak, kamu boleh masuk, tapi jika kamu bisa menanganinya, tidak perlu memberitahuku.
"baik tuan, saya permisi," Bastian berlalu setelah Fatih menganggukkan kepala.
__ADS_1
"memang apa yang akan tuan Fatih lakukan" batin Bastian, sambil menggeleng.