Kisah Cinta Dua Ajudan. ( Red & Black )

Kisah Cinta Dua Ajudan. ( Red & Black )
Bab#20. Red & Black.


__ADS_3

Black nyatanya sangat!! khawatir terhadap tanggapan Red dan juga kedua majikannya yang mana sejak tadi menatap ke arahnya tajam.


Dirinya paham pasti terdapat banyak pertanyaan di kepala kedua wanita yang saat ini tengah menatapnya penuh curiga.


"Dengar Pau! Aku tidak peduli terhadap apa yang kau katakan. Aku tidak mengundangmu dan tidak pernah mengharapkan kehadiranmu. Jadi, tempat dan momen ini bukanlah tempatmu. Sebagai wanita yang berpendidikan dan berkelas kurasa kau paham, apa yang harus kau lakukan saat ini. Jangan mempermalukan dirimu lebih dari ini," ucap Black kembali memperingati mantan kekasihnya itu dengan kata-kata yang tegas dan penuh penekanan.


Paulina sontak merasa tertolak dan terbuang, hingga ia merasa emosinya terbakar sampai ke ubun-ubun.


"Hei Nona, sepertinya kepalamu berasap! Sebaiknya anda turun sebelum ada yang memanggil tim pemadam kebakaran untuk memadamkan api di dalam hatimu," seloroh Blue yang mencoba membantu dengan membawa tamu rusuh ini keluar.

__ADS_1


"Hei, lepaskan tanganku! Aku tidak akan pergi sebelum pengantin wanita yang mengusirku dari sini!" tukas Paulina.


"Dia pikir wanita sepertinya yang cuma tahu manicure, pedicure dan barang-barang branded bisa menjatuhkan mentalku? Ck, mainmu kurang jauh! lagi pula seorang Red tidaklah level bermain dengan wanita plastik sepertimu! yang bisa menangis histeris hanya karena kukunya yang patah," batin Red, menyeringai seraya terus berbicara di dalam hatinya. Karena ia tidak mungkin mengatakan hal ini di hadapan Paulina


Sebagai manusia dia tentu juga tahu bagaimana harus menghargai perasaan orang lain. Apalagi wanita sekelas Paulina, di mana harga dirinya lebih tinggi dari harga mahkotanya.


"Aku akan mengingat perlakuan dariku ini Zo. Semoga saja wanita itu kuat bertahan hidup dengan maniak sepertimu. Dan satu hal lagi jika wanita itu menyerah, kau tenang saja ada aku yang siap mengimbangi permainanmu." Paulina lagi-lagi hendak meletakkan tangannya di bahu Black.


Paulina percaya diri karena wanita itu tidak tau bahwa Black telah mengetahui kebusukan serta kelicikannya.

__ADS_1


Bahkan, Paulina pun tak tau apa yang telah Black lakukan sebagai pembalasan atas perbuatannya beberapa hari lalu.


"Ayo, Nona. Anda telah cukup mengganggu kebahagiaan serta hari spesial orang lain. Jika anda tidak pergi saat ini juga salahkan saya kalau bermain cukup kasar," ucap Blue penuh penekanan.


Black sangat setuju dengan inisiatif dari Blue yang hendak menghempaskan sosok tidak tahu malu ini.


Black tidak ingin kehidupannya baru yang dimulainya, berkalang noda karena masa lalunya tiba-tiba muncul. Di saat dirinya sudah bertekad untuk berubah menjadi lebih baik. Hidup selayaknya pria normal, membangun rumah tangga dengan satu wanita kemudian membesarkan anak-anak. Lalu menikmati masa tua dengan tenang dan damai.


Sungguh, cita-citanya tidaklah muluk, Ia hanya menginginkan kehidupan tenang di masa depan. Karenanya dia telah pergi menjauh dari keluarganya selama beberapa tahun belakangan ini. Pergi jauh dari negara asalnya yang cukup jauh dari letak negara yang ia diam saat ini.

__ADS_1


Black telah meninggalkan nama lamanya dan apa yang telah ia miliki, hanya demi sebuah kata yaitu ketenangan hidup.


...Bersambung...


__ADS_2