
"Apa, Black dan Red diserang!" pekik Nadia kaget. Wanita hamil ini sedikit mendongakkan kepalanya untuk melihat ekspresi Leo, suaminya. Pria berwajah Bule itu hanya mengangguk kemudian melabuhkan kecupannya di pucuk kepala Nadia, lagi.
"Siapa mereka? Jangan sampai menjadi gangguan di perhelatan sakral keduanya nanti,"ucap Nadia lesu. Melihat istrinya tak bersemangat, Leo pun mengusap punggung polos istrinya secara perlahan.
"Hentikan Leo!" protes Nadia seraya menggeliat. Ia juga mencubit pelan dada terbuka suaminya itu. Sehingga membuat Leo memekik pelan untuk menggodanya.
"Sudahlah, mereka pasti dapat menyelesaikan masalah itu. Aku pasti akan membantu apapun yang di perlukan. Jadi, kamu gak perlu memikirkan urusan mereka berdua," jelas Leo yang tak ingin Nadia stress terhadap apapun itu.
"Bagaimana kalau aku membuatmu mendesaah lagi, hemm?" tawar Leo yang mana membuat Nadia menggeleng cepat seketika.
"Tidak terima kasih, karena aku masih capek. Kalau kamu mau nambah ... nanti malam aja. Biarkan aku istirahat dulu, tidur terus makan yang banyak," oceh Nadia yang mana membuat Leo justru tergelak.
"Iya baiklah, kamu nge-charge aja dulu. Nanti baru aku kasih nutrisi lagi yah," goda Leo dengan mengerlingkan sebelah matanya. Kemudian ia menciumi seluruh bagian wajah Nadia yang berada di dalam pelukannya ini.
"He-em. Semua ini kan karena kamu sekali main tuh bisa berjam-jam. Gimana aku gak capek coba," ucap Nadia jujur, yang mana hal itu membuat Leo malu sendiri. Karena kata-kata istrinya yang terlalu frontal.
"Tapi, satu hal yang pasti aku sangat puas dan bahagia. Karena kamu dapat membawaku terbang meski tanpa sayap. Memberikan nikmatnya surga dunia yang belum tentu dapat di kecap oleh semua orang. Terutama wanita," tambah Nadia dengan disertai tatapn kagumnya.
"Benarkah? Darimana kau tau semua itu?" tanya Leo, mengulik darimana pengetahuan istrinya ini berasal.
"Tentu saja dari artikel. Karena nyatanya tidak semua kaum laki-laki itu mengerti, bagaimana cara membahagiakan pasangan mereka. Terutama permainan di atas kasur ini. Kebanyakan mereka hanya mencari kepuasan sendiri, lalu membiarkan pasangannya memendam kesal dan berakhir uring-uringan sesudahnya." Nadia pun membekap mulutnya sendiri menahan tawa. Ia menjadi geli sendiri dengan kata-katanya barusan.
"Apa iya aku sehebat itu?" tanya Leo lagi memastikan. Ia memiringkan tubuhnya sambil tetap memeluk raga polos Nadia.
"Tentu saja, suamiku. Kau itu sangat perkasa, dan selalu dapat memuaskan aku," jawab nadia.p
Mendapat jawaban itu, Leo terus mendekapnya erat.
Sekejap kemudian, " Eh apa ini. Seperti ada yang ... menusuk--" Seketika Nadia menoleh ke samping dan ia pun mendapati wajah suaminya yang tengah tersenyum sambil menatapnya ingin.
"Ck, kan aku bilang nanti malam lagi. Kenapa sekarang sudah dibangunkan!" geramnya bahkan Nadia sampai mendaratkan pukulan ringan ke tangan Leo yang mulai menjelajahi bagian sensitifnya.
__ADS_1
Semenjak dokter mengatakan jika keduanya boleh sering-sering melakukan hubungan suami-istri sebagai induksi alami. Karena zat hormon prostaglandin dapat memicu kontraksi secara alamiah.
Maka sepulang dari rumah sakit untuk cek up, keduanya pun langsung tancap gas.
"Leo aku benar-benar lelah, aku capek. Nanti gak optimal lho mainnya," rengek Nadia mencoba merayu Leo agar tidak membuatnya mengeluarkan alunan suara maut lagi.
Ia lelah, tungkai kakinya saja masih lemas. Pencapaian puncaknya tadi begitu sangat menguras tenaga.
"Siapa suruh bahas hal yang vulgar. Bikin aku jadi terpancing lagi," bisik Leo yang kini telah menjelajahi ceruk leher Nadia dengan bibir dan juga lidahnya.
"Ah, vulgar darimana ... uh," ucap Nadia di sela-sela desah seksinya. Ketika sesapan suaminya itu berhasil kembali meninggalkan bercak kemerahan di tulang selangka.
"Emh, Leo ...," lirih Nadia merespon stimulasi Leo di atas bukit kembarnya.
"Ya begitu, sayang. Kamu cukup menerimanya. Biarkan, aku yang bekerja." Leo berkata sambil terus menjelajahi setiap lekuk tubuh indah Nadia. Karena tubuh istrinya itu semenjak hamil menjadi sangat sintal dan padat. Dengan bentuk dada yang pas dalam genggaman tangannya.
"Cukup! Aku sudah tidak tahan lagi ...." Nadia sekuat tenaga menahan erangannya. Bagaimanapun ia menolak sejak awal akan tetapi tubuhnya selalu dengan mudah merespon setiap sentuhan dari suaminya itu.
Nadia kembali merasakan sesuatu akan meledak lalu keluar dari pusat inti tubuhnya. Dimana kini
Leo menjelajahinya dengan miliknya yang perkasa.
"Uh, Leo!" pekik Nadia sambil meremas seprai di setiap sisi tubuhnya. Ia meringkukkan tubuhnya ke atas merasakan kenikmatan untuk yang kedua kalinya sore ini.
Setelahnya, raga berkeringat Nadia terkapar lemas dengan napas yang terengah-engah. Ia kembali mencengkeram lengan Leo, lalu memeluk raga kekar itu ketika gelombang puncaknya datang untuk yang kesekian kalinya.
Leo menahan tubuhnya dengan kedua tangan agar tidak jatuh menimpa tubuh istrinya itu. Kemudian ia gulingkan raga itu ke samping, lalu mengambil napas banyak-banyak.
"Maaf ya sayang. Kau pasti sangat kelelahan. Aku selalu ketagihan dengan kenikmatan yang kau suguhkan. Semoga usaha dan perjuanganmu berhasil. Lagipula kesempatan ini harus ku manfaatkan sebaik-baiknya," ucap Leo dengan senyum lembut ke arah Nadia yang terlelap.
Pria itu melabuhkan kecupan dalam di kening Nadia, lalu ia menjulurkan tangannya untuk meraba perut besar istrinya itu.
__ADS_1
"Lahirlah Kalian berdua dengan selamat. Karena mommy dan daddy sudah tak sabar untuk berjumpa dengan kalian. Tetapi, Daddy mohon jangan sakiti mommy kalian ya. Karena Daddy sangat mencintainya dan tak ingin melihatnya menderita. Daddy mohon, bekerja samalah dengan baik," bisiknya di depan perut istrinya yang tanpa sehelai benang pun.
Leo pun tersenyum lebar saat ucapan serta usapannya itu mendapat respon dari bay twins. Hingga, bayi dalam kandungan istrinya itu menampakkan gelombang di kulit perut pada saat mereka bergerak.
Leo kembali mendekatkan wajahnya dan kemudian ia melabuhkan sebuah kecupan disana. Hatinya memiliki harapan yang teramat sangat besar.
Setelahnya Leo menutupi raga polos istrinya itu dengan selimut tebal. Setelah sebelumnya ia membersihkan daerah pribadi istrinya yang lengket karena lahar panas miliknya.
"Hah, menyentuh dan melihatnya saja sudah membuatku ingin lagi. Mungkin aku akan merayunya lagi nanti malam." Leo menggelengkan kepalanya cepat demi mengusir segala pikiran liarnya. Sekarang ia memilih untuk membiarkan Nadia istirahat lebih dulu.
_____
"Apa yang kau pikirkan? Berbagilah denganku," ucap Red yang pada pagi ini sudah menemui Black untuk mengantarkan kopi dan juga sarapan pagi untuk pria yang akan menjadi suaminya beberapa pekan lagi ini.
"Aku ... sudah menemukan arti dari kode tatto tersebut," jawab Black dengan disertai helaan napas berat.
"Lalu, siapa mereka?" tanya Red dengan raut wajah penasaran.
"Mereka ...."
"Boleh minta cium dulu gak?" goda Black seraya memajukan bibirnya.
Semenjak kejadian malam ciuman panas keduanya, maka Black mulai tak segan untuk meminta hal itu pada Red.
Plak!
Harapan laki-laki ini musnah seketika, ketika sebuah tabokan mendarat di lengannya dengan kencang.
"Dasar mesum!"
...Bersambung...
__ADS_1