Kisah Cinta Dua Ajudan. ( Red & Black )

Kisah Cinta Dua Ajudan. ( Red & Black )
Bab#56. Red & Black.


__ADS_3

"Kau tau, Black? Aku sangat ingin mendidik anak kita dengan sangat baik nanti," bisik Red.


"Ya, semua orang tua akan melakukan hal yang sama, Red," balas Black.


"Dan satu lagi, Black, kita kan sudah berjanji, akan menjadikan anak kita nanti sebagai pengawal untuk putri Aiyla Moon, putri dari Tuan Leo dan Nona Nadia, seperti apa yang kita lakukan pada mereka berdua. Terlalu banyak kebaikan mereka untuk kita, Black," lanjut Red lagi.


"Ya, itu sudah pasti juga, Red, aku tak akan lupa dengan janji kita itu. Kasihan juga Nona kecil Aiyla, ia sudah mengidap kelainan jantung sejak bayi, dia perlu pengawal seperti diriku, bukan? Haha! Hem, semoga apa yang kita inginkan akan tercapai ya, Sayang." Black pun mencium pucuk kepala Red beberapa kali, menunjukkan seolah-olah ia memang sangat mencintai Red melebihi apa pun itu.


Aah, beruntungnya kau, Red, dicintai oleh seorang Black dengan sangat tulus dan menerimamu apa adanya. Yang senantiasa menjagamu walaupun ia sendiri sedang tidak baik-baik saja. Semua wanita pasti iri melihatmu mendapatkan lelaki seperti Black, Red.


***


Sedangkan Leo dan Nadia langsung pulang ke rumah tanpa kembali ke rumah sakit, Nadia sudah mengirimkan pesan kepada Red jika mereka tak kembali lagi dan Red tidak masalah dengan itu, karena Red juga tahu, mereka juga lelah sudah menunggui Black selama beberapa hari ini.


Usai mengantarkan Nadia ke rumah, Leo langsung pergi dengan alasan urusan pekerjaan, padahal ia pergi ke markas Leon The Kings untuk menemui Kendrick.


Malam itu hujan gerimis turun, Leo sudah sampai di sana tak perlu menunggu waktu lama. Markas Leon The Kings dijaga oleh beberapa orang suruhannya termasuk Blue yang senantiasa menjaganya. Tanpa basa-basi, Leo langsung menuju penjara bawah tanah untuk menemui Kendrick. Kendrick yang melihat kedatangan Leo itu pun langsung berdiri menyambut Leo.


"Hei, lepaskan aku, Leo! Apa maumu!" teriak Kendrick di dalam sel penjara.


"Apa? Mauku? Mauku kau mengakui semua ini!"


Leo mengambil gawai miliknya dan menunjukkan sebuah video. Video yang berisi sebuah pengakuan jika memang dirinya lah yang telah membunuh orang tua Black dengan cara meracuninya. Ia yang telah merencanakan pembunuhan keji itu, dan ia juga berniat untuk menghabisi Black demi perusahaan yang ia pegang saat ini.


"B-bagaimana kau bisa tahu semua itu, Leo? Bagaimana?" tanya Kendrick gelagapan.


"Hem, kau tak perlu tahu aku mengetahui ini semua dari mana, Pria tua. Yang utama adalah, kau harus mengakuinya saat ini juga, atau kau akan membusuk di dalam penjara?!" ancam Leo.


"Beraninya kau, Leo! Kau lihat kan, aku ini lebih tua darimu, harusnya kau hormat padaku!"


Leo terkekeh. "Apa katamu? Hormat? Lelaki brengsek dan seorang pembunuh memang wajib ku hormati? Apakah wajib untukku berlutut dan memohon maaf padamu? Hahaha! Tidak, Kendrick!" Leo melempar ludah ke sisi sebelah kanannya, seolah ia najis sekali dengan ucapan Kendrick.


"Kurang ajar kau!" geram Kendrick.

__ADS_1


"Sudahlah, kau mau mengakuinya atau tidak? Atau kau memang sangat ingin mendekam di penjara ini ya? Haha, ya sudah, tak apa jika kau menginginkannya, dengan senang hati." Leo berjalan hendak meninggalkan Kendrick, tetapi tak lama kemudian Kendrick memanggilnya.


"Ada apa?" tanya Leo dingin.


"Hem, baiklah, aku akan mengakuinya, tetapi kau harus lepaskan aku!"


"Oke, deal!"


"Sebenarnya aku--"


"Ah, tunggu! Tak puas rasanya jika tak merekamnya." Leo mengambil gawainya kembali lalu memanggil Blue agar ajudannya itu mulai merekam pengakuan Kendrick, si dalang utama.


"Sebenarnya aku lah yang telah meracuni kedua orang tua Black, aku juga yang telah memanipulasi surat kuasa waris untuk Black. Aku melakukannya karena aku ingin menguasai seluruh harta yang keluarga Gouvarte miliki," ungkap Kendrick.


"Lalu apa lagi?" desak Leo.


"Ya hanya itu, yang terakhir aku yang menembakkan pistol di pinggang Black malam itu. Aku mengejarnya dengan mobilku bersama dengan empat pembunuh bayaran yang ku sewa, tetapi semua itu gagal, aku yang berhasil melumpuhkannya. Ahaha! Ku kira dia akan mati karena berada di dalam hutan, ternyata dewi fortuna berpihak padanya, hahaha!" Kendrick tertawa dengan penuh geram di dalam hatinya. Sedangkan Leo bergidik ngeri melihat pria tua itu, bisa-bisanya ia tertawa macam itu.


Leo memberi kode agar Blue menutup rekaman dan meneruskannya langsung ke beberapa orang di perusahaan Gouvarte Inc. Leo, lantara meninggalkan Kendrick yang terus memanggilnya memohon dilepaskan.


Sesampainya di markas utama, ia meminta Blue untuk melepaskan Kendrick, tetapi tentu saja dengan rencana tersembunyi. Baginya, seluruh pengakuan atas kejahatan Kendrick sudah cukup. Ia sudah mengakuinya dengan sadar dan itu cukup untuk mengembalikan harta yang seharusnya adalah milik Black.


"Blue, lepaskan pria tua brengsek itu, dan awasi dia. Bawa dia dengan mobilmu dan kirim ke kawasan homo, itu semua sesuai dengan kesalahannya," perintah Leo. Blue dan beberapa orang lainnya mengangguk paham.


Meskipun, sebelumnya Blue nampak mengusap tengkuknya karena merinding. Ia tau kawasan apa yang di maksud oleh tuannya ini.


***


Tak perlu menunggu lama baginya untuk melihat kehancuran Kendrick. Dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam, seluruh dewan perusahaan pemegang saham serta kuasa hukum mencoret dan membatalkan nama Kendrick sebagai ahli waris dari peninggalan keluarga Gouvarte dan mengubahnya dengan nama Black.


"Kini kau menang, Black, nikmati kehancuranmu Kendrick," ucap Leo dengan seringai puas.


"Aku harus memberitahukannya pada Black sekarang ini juga, dia pasti belum tahu kabar yang sebenarnya." Leo lalu pergi ke rumah sakit untuk menemui Black yang masih dirawat.

__ADS_1


Pagi itu Black ternyata sudah dipebolehkan untuk pulang. Dan kebetulan Leo ke sana, itung-itung ia juga menjemput Black keluar dari rumah sakit.


"Apa kabar, Black? Apa kau sudah diperbolehkan untuk pulang?" tanya Leo yang sebenarnya sudah tahu.


"Ya, Tuan, saya sudah diperbolehkan untuk pulang," jawab Black.


"Ah ya sudah, kalau begitu pakai mobilku saja, kita pulang bersama," tawar Leo.


"Benarkah? Tak apa-apa, Tuan?"


"Tentu tidak. Oh ya, apa kau sudah tahu kabar tentang Kendrick?" tanya Leo lagi.


"Kabar? Saya akan membuat perhitungan dengan si tua itu nanti?" Nampaknya Black masih menyimpan amarah serta dendamnya.


"Kendrick sudah mengakui semua kejahatannya, dan aku sudah memberi perhitungan padanya. Saat ini perusahaan milikmu, Black, atas namamu. Kuasa hukum dan para dewan perusahaan pemegang saham sudah mengganti namanya dengan namamu."


Black dan Red terkejut mendengar itu, bagaimana bisa?


Keduanya mendongak secara bersamaan.


"B-benarkah, Tuan? Apakah anda yang melakukannya?" cecar Black dengan kedua bola mata yang mendelik.


"Jangan melotot padaku!" sembur Leo.


"Lagipula aku hanya membantumu untuk mendapatkan apa yang seharusnya memang menjadi milikmu, bukan?"


Black langsung berlutut begitu saja di depan Leo, sedangkan Leo langsung meminta Black untuk berdiri. "Tak usah seperti itu, itung-itung ini hanya hal kecil dan aku membantumu karena memang itu hak kuasamu. Sudah-sudah, ayo kita pulang!"


Mereka bertiga pun pergi meninggalkan rumah sakit. Black sangat bahagia karena harapan untuk menjadi pewaris harta keluarga Gouvarte sudah ia buang jauh-jauh, tetapi ternyata Leo malah membantunya untuk mendapatkannya kembali.


'Ya Tuhan, Engkau maha baik, Engkau melindungiku, Engkau mengelilingiku dengan orang-orang baik dan berhati tulus,' batin Black.


"Apa yang anda lakukan saat ini Tuan? Apa dia sudah mati?" cecar Black penasaran.

__ADS_1


"Belum, mungkin tak lama lagi. Pria itu akan menikmati rasanya di gilir cinta," kata Leo dengan senyum smirk di wajahnya


...Bersambung. ...


__ADS_2