
Nadia seketika membekap mulutnya dan pada saat itulah Leo memeluk raganya erat. Ia tak menyangka akan terjadi sesuatu kelainan pada bayi perempuannya.
"Baby Ay belum boleh di temui sebelum observasinya selesai. Tetapi, aku sudah mengambil fotonya agar dapat kutunjukkan padamu," kata Leo seraya membuka galeri pada ponselnya.
Nadia kembali membekap mulutnya dengan air mata yang berderai sehingga membasahi wajahnya yang masih pucat.
"Aiyla ku," lirih Nadia dengan suara parau karena menangis.
"Sayang, semoga Aiyla tidak lama lagi bisa bergabung dengan kita dan juga saudara kembarnya," kata Leo mencoba menghibur istrinya itu.
Meskipun, hatinya juga penuh sesak dengan ketidakberdayaan akan keadaan putrinya itu.
Nadia menggeleng cepat dengan air mata yang terus mengalir di pipinya. Aku ingin melihatnya ... ajak aku melihat putriku Leo!" pinta Nadia dengan pekikan kencang.
"Sayang, keadaanmu juga baru saja sadar. Kamu belum pulih total. Sabar ya sayang, kita tunggu ketentuan dari dokter. Sebentar lagi, kamu dan Aiyla juga pasti bisa bertemu," ucap Leo pelan, seakan berbisik guna untuk menenangkan istrinya itu.
_____________
"Tuan bilang nyonya histeris dan memaksa untuk melihat baby Ay. Sementara keadaan nyonya sendiri juga masih dalam pantauan tim medis. Aku tidak menyangka jika tuan akan mendapatkan tekanan seperti ini," ucap Black mengabarkan Red setelah ia membuka chat pesan dari bos-nya itu.
"Ini semua cobaan untuk tuan Leo dan juga nyonya Nadia. Semoga, mereka berdua saling menguatkan dengan cinta. Ternyata, memiliki anak itu adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mudah," sahut Red dengan satu kali tarikan napas.
Sepanjang hari ini wanita maskulin itu sudah menangis. Red tak mau lagi meneteskan air matanya. Ia harus kembali menjadi ajudan yang memiliki mental sekeras baja.
Beberapa hari kemudian.
Sudah tujuh hari baby Aiyla berada di box bayi khusus dengan sinar biru di dalamnya. Hari ini, Sebenarnya Nadia sudah di perbolehkan pulang kerumah beberapa hari yang lalu namun ia menolak karena tak mau meninggalkan salah satu bayinya di rumah sakit.
Hari ini rencana Nadia akan di pertemukan dengan baby Ay. Betapa senang wanita yang telah menjadi seorang ibu dari dua bayi kembar tersebut.
Hingga, senyum tak lekang dari wajahnya yang kembali nampak segar dan cantik.
Perawat masuk ke dalam ruangan dengan membawa sebuah box beroda. Sementara baby As tengah tertidur pulas di ranjang rumah sakit yang Nadia tempati.
"Permisi nyonya, ini bayi perempuan anda. Kata pak dokter hari ini sudah boleh pulang asalkan cek berkala selama satu Minggu sekali," terang suster tersebut menjelaskan apa saja syarat dari kepulangan baby Ay.
__ADS_1
"Terimakasih, Ners. Kami akan melakukan saran dari dokter spesialis anak," jawab Nadia tanpa menatap ke arah suster itu karena ia sibuk memindai wajah bayinya yang sangat mungil itu.
"Baiklah, kalau begitu saya tinggal ya. Kalau ada apa-apa kalian bisa menghubungi kami," kata suster tersebut sebelum ia akhirnya pergi.
"Hai, sayang. Bayi mungil nan cantik milik Mommy and Daddy," sapa Nadia dengan suara lembut, yang ia paksakan untuk tidak menangis.
Ia mengangkat tubuh baby Aiyla perlahan lalu mendekap dalam pelukannya.
"Mommy sangat merindukan kamu sayang," bisik Nadia yang pada akhirnya tidak tahan untuk menyimpan tangisnya.
"Daddy juga sayang," timpal Leo yang pada akhirnya ikut memeluk mereka berdua.
Seketika terdengar suara tangis dari baby Aslan. Leo dan Nadia langsung menoleh ke arah tempat tidur.
"Oh, my Boy. Apa kau juga rindu pada saudarimu?" Leo pun mengangkat baby As untuk menggendongnya. Lalu mendekatkan kedua bayi tersebut.
________
"Lihatlah Tuan dan Nyonya, bayi kalian berdua sangat tampan dan cantik," puji Red dengan binar mata penuh kebahagiaan.
"Kemarilah Red, gendong Tuan dan Nona muda yang mulai sekarang akan menambah tugas kalian," kata Nadia.
"Benarkah saja boleh menggendongnya. Ah, bagaimana kalau nanti saya menjatuhkannya!" panik Red pada saat Nadia meletakkan mahluk rapuh itu ke dalam gendongannya.
"Nyo–nyonya tolong jangan tinggalkan saya. Bagaimana kalau nona kecil bergerak!" pekik Red tertahan karena baby Ay benar-benar menggeliat dalam balutan selimut berwarna baby pink ini.
Seketika Black mendekat untuk membantu Istrinya memegang bayi tersebut. Red mendongak dan sontak kaget karena ia mendapati kedua mata suaminya itu menatapnya dengan berkaca-kaca.
"Black, kenapa?" tanya Red heran.
"Aku, melihatmu menggendong bayi entah kenapa hatiku ini mendadak begitu tersentuh dah aku ... ingin menangis," ucap Black terbata karena pria ini harus menarik cairan dari hidungnya.
Mendengar ucapan Black, maka Red yang sejak tadi berusaha untuk menguasai emosinya pun kini pertahanannya runtuh juga.
"Aku juga Black. Sejak tadi aku bersusah payah menahan tangis tapi kau telah menggagalkannya. Sebenarnya apa yang terjadi pada kita?" tanya Red bingung.
__ADS_1
Pandangan Leo dan Nadia pun saling tatap karena mereka bingung ketika kedua ajudannya ini seperti balapan nangis.
"Mereka kenapa? Mau bayi juga?" gumam Leo seraya mengalihkan pandangannya dan langsung tersenyum menatap kearah Nadia yang tengah menciumi putra mereka.
"Aku akan mencarikanmu baby sitter yang berpengalaman agar kamu tidak kerepotan sayang. Nanti setelah aku pulang bekerja baru kita akan merawat mereka bersama-sama," kata Leo yang mana jiwa kebapakannya mulai keluar.
"Red, Black. Saya harap kalian cepat mendapatkan bayi mungil seperti ini ya," ucap Nadia setelah Black mengembalikan sosok mungil tersebut.
"Terimakasih Nyonya atas doa anda. Semoga saya dan Red juga tak perlu menunggu waktu lama lagi. Saya ingin mem pada siapkan ajudan terhebat yang nantinya akan mengawal tuan muda," kata Black yang langsung di sambut dengan kata Amien oleh mereka semua.
_________
Sepulangnya ke mansion maka penjagaan mendadak ketat. Black telah mempersiapkan semuanya jauh-jauh hari.
Sebagai kepala penjaga di mansion ini maka Black harus memastikan keselamatan keluarga majikannya ini.
Beberapa hari pun berlalu dengan kebahagiaan yang memancar dari kedua pasangan majikannya ini yang harus saja kedatangan anggota keluarga baru.
Setelah memastikan keadaan baby Ay baik-baik saja dan terkontrol maka Leo mengadakan pesta penyambutan untuk kedua bayi mereka. Akan tetapi, tentu saja Leo dan Nadia hanya mengundang para karyawan, relasi serta orang-orang terdekat saja.
Leo sengaja menyembunyikan penyakit baby Ay dari publik. Sebab, Leo tak mau jika putrinya itu nanti besar dengan keadaan yang insecure. Leo akan mencari cara untuk dapat menyembuhkan penyakit bawaan bayinya.
Ia akan memastikan bahwa baby Ay tumbuh kembang dengan baik seperti saudaranya baby As.
________
Hari ini adalah hari dimana Red akan menemani sang nyonya untuk berbelanja akan tetapi ia tak sendirian ada beberapa pelayan yang juga ikut.
Tiba-tiba pada saat Red mendorong troli ke rak bumbu ada seorang wanita berkacamata yang menghampirinya.
"Haih, dia muncul lagi," batin Red dengan seringai penuh arti yang tercetak di wajahnya.
"Heh, Lo ikut gue dan jangan ngelawan," ancam wanita seksi ini seraya menempelkan pisau di pinggang Red.
...Bersambung...
__ADS_1