
Black mengecup dahi, lalu beralih pada kedua kelopak mata dengan perlahan dan lembut. Kentara sekali jika ia tengah mencurahkan kasih sayangnya saat ini. Perlahan, ia menurunkan ciumannya ke hidung, kedua pipi lalu ke daun telinga Istrinya itu. Membuat Red pada saat ini mengeluarkan desahnya karena merasakan sensasi gelenyar nikmat yang ia rasakan pada tubuhnya.
Black menyumpal bibir mungil itu dengan bibirnya. Memberi sesapan, lumaatan serta belitan yang memancing hasrat dan gairah dari keduanya.
Tau-tau, mereka berdua kini telah polos tanpa sehelai kain di tubuhnya. Namun, Black tak ingin terburu-buru. Biarlah, sang istri yang akan meminta padanya. Karena, dirinya akan membuat Red rileks terlebih dahulu. Apalagi keadaan perut istrinya itu sudah menonjol.
Red masih bertahan menggigit bibirnya, ia masih terlalu malu untuk mengeluarkan suara seksi manjanya. Akan tetapi, tubuhnya merespon dengan baik setiap sentuhan dan ciuman dari suaminya. Hingga, raga nan indah itu menggeliat dan melenting merasakan geli-geli nikmat.
'Tubuh hamilmu ini indah sekali. Aku tidak menyangka, sebuah maha karya Tuhan memang begitu epic," puji Black.
Pria itu terlihat, menaik turunkan jakunnya menahan hasrat pada inti tubuhnya. Melihat bagian sensitif dari istrinya yang semakin menggiurkan dari terakhir ia melihatnya membuatnya seakan terbakar oleh geloranya sendiri.
Ia mencoba memberi rangsangan agar Red tenang serta lebih menikmati momen ini. Black mendekatkan wajahnya, menciumi bagian itu hingga aromanya puas ia hirup.
Tak peduli dengan sang istri yang menggelinjang kegelian, Black tetap terus bermain-main pada area favoritnya saat ini dan seterusnya.
__ADS_1
"Ahh ....!" Akhirnya, suara desah manja itu lolos juga dari bibir Red. Ia tak kuasa lagi, menahan sesuatu yang hendak meledak dari tubuhnya sejak tadi.
"Keluarkan saja, sayang. Aku menyukainya," ucap Black dengan suara serak menahan hasrat. Sembari tetap memainkan sesuatu yang mampu membuat sang istri melayang.
"Engh ...!" Sebuah lenguhan panjang menandakan bahwa Red saat ini sudah sampai di finish. Napasnya terengah-engah, dengan keringat yang bercucuran di sekujur tubuhnya.
"Sekarang aku udah boleh ya?" tanya Black dengan pandangan berkabut, sambil menyiapkan posisi yang aman.
Kemudian, Black bergerak perlahan.
Setelahnya Black mengecup perut istrinya itu, kemudian, kecupan itu beranjak ke seluruh wajah istrinya.
"Terima kasih, sayang. Maafkan, aku ... karena tidak bisa menahannya." Sepersekian detik kemudian, pria itu tumbang di sisinya.
Keesokan paginya.
__ADS_1
Black akan pergi ke rumah Leo bersama dengan Red. Setidaknya karena mereka merindukan baby twins setelah lama tak bertemu usai kejadian Black yang tertembak. Sekaligus ingin mengucapkan terima kasih karena telah membantu Black untuk mendapatkan kembali aset waris miliknya.
Mereka berempat bercengkrama dengan riang, sedangkan Nadia sembari menggendong salah satu bayinya pun ikut nimbrung di sana. Kini mereka bagaikan keluarga sedarah yang saling membutuhkan dan saling peduli. Sedangkan Black, ia hanya ingin membalas budi kepada Leo karena sudah begitu baik padanya.
"Kau tetap bekerja padaku, Black. Perusahaanku akan selalu membutuhkanmu juga keluargaku, dan aku selalu menerimamu kapan pun menjadi ajudanku," ujar Leo.
"Benarkah, Tuan? Saya sangat berterima kasih banyak karena anda sudah banyak membantu saya, Tuan sudah mengembalikan harta warisan yang adalah hak saya, entah saya harus bagaimana untuk membalas budi Tuan Leo," ujar Black.
"Apa yang kau bicarakan, Black? Semua ini murni ku lakukan karena kemauanku sendiri untuk menolongku. Apa pun yang menjadi urusanmu, maka itu juga akan menjadi urusanku. Kau tak perlu pusing kau harus bagaimana, Black, kau sudah ku anggap seperti saudaraku sendiri." Mereka berdua pun saling berpelukan layaknya kakak beradik.
Sedangkan Nadia dan Red hanya tersenyum melihat suami-suami mereka ini. Red yang tengah menggendong baby Aiyla Moon menyerahkan bayi tersebut kepada Black untuk digendong.
"Aa, gadis kecilku, kau sangat cantik ya," ucap Black dengan mengecup bayi mungil itu.
"Tuan, saya berjanji, jika anak saya lahir nanti, maka akan saya didik untuk menjadi penjaga baby Aiyla, Tuan tenang saja." Tawa pun terdengar di sana, nampaknya mereka sudah tak sabar menunggu kehadiran bayi yang ada di perut Red.
__ADS_1
...Bersambung. ...