
Bukan masalah Red menghajar para penjahat tersebut yang saat ini Black pikirkan. Sebelumnya Bahkan Red mampu melawan sekelompok mafia sendirian.
Hanya keadaan Red yang sebenarnya Black pikirkan. Jika, keanehan yang terjadi pada istrinya itu mengindikasikan akan adanya zigot di dalam rahim sang ajudan cantik.
"Sayang, semua sudah selesai kan. Ayo, kita pulang," ajak Black yang seketika berubah lembut nada bicara dan juga raut wajahnya.
"Tunggu dulu, Black. Aku harus tau keadaan ibu muda itu dan juga anaknya," tolak Red, seraya mencoba melepaskan diri dari pegangan tangan suaminya, lalu menghampiri pria yang mengaku suami dari wanita yang di begal tadi.
"Bagaimana keadaan istri dan juga anakmu? Apakah dia terluka parah?" tanya Red dengan rasa simpatinya.
"Tidak, Nona. Istri dan anak saya hanya mengalami luka lecet serta beberapa luka luar lainnya saja. Salah saya, yang membiarkannya menjemput anak pertama kami," sesal pria itu seraya menunduk sedih.
"Jangan banyak bicara. Antarkan aku pada mereka!" titah Red yang mana langsung mencari kendaraan sportnya itu.
"Red, tunggu! Naik denganku saja," kata Black.
"Tidak, aku mau bawa motor sendiri."
"Tapi, Red, kamu kan nanti--"
__ADS_1
"Kau lupa Black, kalau aku tak suka berada di dekatmu!" ketus Red.
Ingin rasanya Black menangis pada saat mendapati sikap Red yang seperti awal pertemuan mereka.
Tapi, mau bagaimana lagi, protes pun kepada siapa.
Black langsung melakukan kendaraannya secepat Red. Pria ini harus bisa mensejajarkan diri dengan istrinya. Sementara, pria yang mengendarai motor biasa tertinggal di belakang bersama anaknya.
"Mereka itu kenapa? Katanya mau melihat Mina. Tapi kok melaju lebih dulu," gumam pria tersebut heran.
Sampai di ujung jalan Red berhenti sambil mengetuk-ngetuk body depan motornya.
Tak lama kemudian Black datang menyusul disertai suami dari wanita korban begal tersebut.
"Semoga, mereka berdua baik-baik saja. Lain kali, jangan kebiasaan menyuruh istrimu untuk melakukan tugas yang seharusnya kau lakukan. Ingat, wanita itu adalah pendampingmu. Dia menerima kau sebagai pasangannya bukan majikannya," kata Red tegas.
"Kau beruntung dia masih berada di sisimu," ucap Red lagi yang mana langsung menghentak batin pria tersebut.
Di luar dugaan, Red juga memberikan pada wanita itu sejumlah uang.
__ADS_1
"Terima kasih, Nona. Semoga anda bahagia," ucapnya seraya menundukkan kepala. Red hanya menanggapinya dengan wajah datar dan lambaian tangan saja.
"Ayo, kita pulang!" ajak Red begitu saja pada suaminya.
Kemudian, Red dan Black kembali ke mansion. Tak nampak kelelahan sama sekali pada istrinya itu saat ini. Padahal wanita itu baru saja mengejar serta menghajar dua begal berbadan besar itu sendirian, Red bahkan berhasil melumpuhkan penjahat itu hingga tak berdaya.
"Apa yang sebenarnya terjadi padamu sayang? Kenapa kok tiba-tiba sekali terlihat sangat senang? Apakah aku harus secepatnya membawamu ke dokter Arnett?" batin Black yang seketika menggaruk kepalanya.
Sesampainya di dalam kamar, Red langsung masuk ke dalam kamar mandi. Tak lama ia pun keluar dengan senyum di wajahnya.
Red keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar menutupi bagian atas tubuhnya hingga sebatas paha. Kemudian melangkah mendekati Black.
Black, benar-benar dibuat tak habis pikir olehnya. Perasaannya campur aduk, khawatir, serta takut. Sekarang bertambah menjadi bingung, karena wajah istrinya seketika begitu cerah ceria.
"Aku sudah menyiapkan air untukmu, mandilah. Setelah itu kita akan makan malam bersama. Kau ... pasti sudah sangat lapar kan? Ternyata, menghajar para begal itu cukup menguras banyak energiku. Meskipun, aku jadi bersemangat setelahnya, ucap Red, yang membuat pria di hadapannya hanya bisa melongo kaget.
"Apakah ini sebuah pertanda baik, kalau nanti malam aku tidak akan tidur sendirian lagi?" tanya Black langsung melontarkan serangan pertama.
Red menaikkan kedua sudut bibirnya, hingga tercipta lengkungan sabit di wajahnya yang segar berseri itu. Sebelah tangannya menyentuh bahu Black lalu naik menyusuri rahang pria di hadapannya ini.
__ADS_1
"Duh, Red. Aku belum mandi. Jangan sekarang ya."
...Bersambung ...