
"Kalian berdua bersiaplah dan perhatikan aturan yang sudah saya katakan tadi . Bersiaplah, setelah hitungan yang ketiga baru mulai." Sang moderator mulai memberi arahan sebelum pertandingan di mulai.
"Tolong kondisikan wajahmu, Nona. Jangan membuyarkan konsentrasi ku dengan kecantikan mu itu ya!" pinta si pria kekar, karena belum apa-apa hatinya sudah gelisah.
Pasalnya, wajah wanita di hadapannya ini begitu cantik dan manis. Bisa-bisa ia tidak akan tega, jika lawannya ini sedikit meringis nanti.
"Hei kau! Carikan sebuah topeng untukku!" pinta Red pada sang moderator. Bagaimana bisa lawannya ini mengatakan jika wajahnya manis. Sial, kemana ekspresi mengerikannya itu.
"Cuma ada yang seperti ini."
Red mendengus saat melihat bentuk topeng tersebut, menghela napas lalu menggunakannya dengan terpaksa.
"Hei, Bung! Apa tidak ada model lain! Haruskah topeng muka Pirgun si tukang selingkuh itu!" teriak si pria kekar, geram.
"Enggak ada lagi! Lagian, harus cari dimana dadakan begini!" sang moderator pun mulai kesal, ia nampak lelah dengan kejadian malam ini. Walaupun di satu sisi menguntungkan dirinya.
"Maaf Pak! Anda bisa membeli topeng punya anak saya!" Seorang laki-laki maju di tengah penonton untuk menawarkan topeng ultraman milik anaknya.
"Biar saya yang beli." Black maju ke arah para penonton, lalu mengambil topeng tersebut dan memberikannya pada moderator.
"Cepat berikan padanya dan pastikan jika istriku baik-baik saja atau, ku buat nyawamu melayang malam ini juga," ancam Black, tatapan matanya begitu tajam, sehingga membuat pria itu seketika berlalu dari hadapannya dengan gemetar.
__ADS_1
"Mimpi apa semalem bisa ketemu beginian," batin sang moderator.
Sang wasit telah berada di antara kedua penantang lalu mengangkat tangan tanda pertandingan di mulai. Setelahnya dia mulai menghitung. " Tiga, dua, satu, pritttt!" Peluit di tiup tanda pertandingan di mulai.
Semua penonton bersorak, tak lama kemudian semua mata dari para penonton menatap lurus dan serius ke arah kedua peserta. Termasuk, Black yang kini tengah menahan napasnya.
Red nampak begitu lincah melakukan serangan demi serangan tinju dengan teknik yang ternyata telah ia kuasai. Hal itu membuat Black terkejut. Pasalnya ia tidak tau jika istrinya itu juga menguasai olahraga tersebut.
Red dengan gesit membalas dan menangkis setiap serangan dengan cukup apik. Sehingga, lawannya ini mulai merasa kesal dan terpancing emosi.
"Ternyata dia memang bukan perempuan biasa tapi Samson!" batin pria kekar tersebut.
Red pun pada akhirnya mengeluarkan seluruh tenaga serta kemampuannya karena lawannya ini lumayan bagus dari segi teknik serta kontrol kecepatan gerakannya.
Wasit pun maju untuk menghitung sampai sepuluh detik. Akan tetapi, pria bertubuh kekar itu yang barusan Red buat terjengkang nampak tak kuasa lagi untuk mengerakkan tubuhnya.
Kepala serta beberapa bagian tubuhnya sangat sakit. Rahangnya juga nampaknya bergeser serta giginya patah.
"Perempuan itu, dia benar-benar hebat. Gua kalah," batinnya kagum dan akhirnya menyerah.
"Whooaaa!!"
__ADS_1
"Gilaaakk!!"
"Kereenn!!"
Si pria kekar, terbaring lemah di atas ring. Ia kalah taruhan sekaligus kehilangan harga dirinya. Mimpi apa dia semalam, pikirnya. Sampai ada wanita asing datang untuk menghancurkan semua rencananya.
Red terlihat menghampiri pria kekar yang sedang di beri obat untuk menghentikan pendarahan pada gusinya itu.
"Kau ini ternyata payah. Kau masih harus banyak berlatih lagi, serta berhenti untuk menganggap lawanmu lemah. Sesuai perjanjian, kau adalah milikku. Mengabdilah mulai besok!" titah Red, seraya melempar topeng ke lantai.
"Siapa kau sebenarnya, apa kau memang sudah mengincar ku!" geramnya.
"Jangan meneriaki istriku! Atau ku tarik lidahmu itu sampai keluar!" ancam Black, dengan mengarahkan telunjuknya.
"Kalian, sudah menghancurkan karir ku. Bagaimana aku bisa melanjutkan hidup!" hardiknya.
Meskipun ada rasa gentar akan tatapan tajam serta ancaman dari Black. Namun, pria kekar itu telah putus asa. Ia kehilangan pencariannya, sementara dirinya sudah tergadai di tangan wanita cantik yang sejak awal ia sepelekan.
"Jangan cengeng! Malu sama body! Cepat, berikan nomer rekeningmu!" pinta Red, yang mana hal itu langsung membuat pria kekar tersebut seketika menyusut cairan dari hidungnya.
"Aku tetap akan membiayai operasi istrimu. Katakan berapa nominalnya," kata Red yang sebenarnya juga membuat Black terheran-heran.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa sekarang aku melihatmu seperti malaikat, sayang?" batin Black.
...Bersambung...