
Hallo guys kenalin aku "Na na" jangan lupa baca karya aku ya😊
ini memang bukan karya pertama, sebelumnya aku ada buat cerita juga tapi dalam bentuk chat story judulnya "keluarga kulkas vs keluarga bobrok"
HAPPY READING!!!!
______________
"Ki, mau sampai kapan nak kamu terus seperti ini hm?" tanya seorang wanita paruh baya yang terlihat masih cantik diusianya.
Sementara yang ditanya hanya menoleh sesaat kemudian kembali ke posisi awal, duduk di balkon kamar sambil menerawang dengan pandangan kosong dengan sebuah kaos dalam dekapannya.
"Sayang dengerin bunda, ikhlaskan dia nak, biarkan dia tenang" lanjut wanita paruh baya itu saat tak ada respon dari sang empu yang diajaknya bicara.
"Bunda" lirih orang itu
__ADS_1
"Kenapa sayang hm?" tanya bunda lembut sambil mengelus kepala orang itu. orang itu menyandarkan kepalanya di dada orang yang dipanggilnya 'Bunda'
"Kenapa dia ninggalin kia secepat ini bun?" tanyanya lirih.
Dia adalah Kiana Azella Wijaya gadis cantik yang sudah beberapa bulan ini selalu murung, bahkan lebih sering berdiam diri di kamar tersebut.
Ya kamar itu bukanlah kamar dirinya, melainkan kamar seseorang yang sangat berarti baginya. Ini bukan rumahnya namun sejak kepergian 'orang itu' dia lebih sering pulang ke rumah itu.
"Sayang dia gak pergi, dia masih ada disini, dihati kamu" jawab bunda sambil menunjuk hati Kiana.
"Kia, yang kangen sama Ares bukan kamu aja nak..."Bunda menjeda sebentar kata-katanya "tapi ada Bunda, Ayah, sama Nasya juga. Kita semua juga kangen sama Ares" lanjut bunda dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Ucapan Bunda seakan menyadarkan Kiana, bagaimana dia bisa lupa jika yang sedih bukan hanya dirinya saja tapi masih ada Bunda Alana yang juga tak kalah terpuruk dari dirinya, Ibu mana yang tidak sedih saat ditinggal oleh anaknya untuk selama-lamanya
"Bunda maafin Kia, Kia mohon Bunda jangan nangis lagi" dari sekian kata yang ingin diungkapkannya hanya kata itu yang pada akhirnya terlontar.
__ADS_1
"Iya gak papa nak, tapi kamu harus janji sama Bunda kalo kamu gak bakal nangisin Ares lagi hm?" ucap Bunda setelah menghapus air matanya yang sempat membasahi pipinya
"Huft,, Kia janji Bun kia gak akan sedih lagi, kia bakal coba ikhlasin Ares" balas kia sembari memberikan senyum manisnya, dimana senyuman itu seperti menyimpan banyak luka.
"Yasudah sekarang kamu masuk ya, udaranya dingin" Bunda menuntun kia untuk masuk ke dalam kamar yang hampir semua isinya berwarna hitam itu.
Ya bagaimana tidak pemilik kamar itu adalah seorang laki-laki. Dia adalah "Antares Sebastian" sosok yang sangat dirindukan Kiana saat ini, sosok yang selalu ada untuk Kiana dari sejak kecil, orang pertama juga yang akan menghapus air mata Kiana saat gadis itu menangis, dan orang yang akan melakukan apa saja untuk gadis itu, bahkan nyawa pun telah dia berikan. Itulah mengapa Kiana merasa sangat terpuruk usai kepergian cowok itu, karna dia merasa dia adalah penyebab perginya 'malaikat pelindungnya' itu.
Bersambung…
**********
jangan lupa di like and vote yaaa!!
sorry kalo typo bertebaran dan kata-katanya banyak gak nyambung atau acak-acakan, karna na na masih belajar untuk menulis novel 🙏
__ADS_1