Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#kck_11


__ADS_3

"Ngapain disini hmm?" sepasang tangan melingkar di pinggang ramping gadis yang sedang berdiri di balkon villa


Gadis itu terhenyak, kemudian menoleh dan kembali melihat ke atas saat tau siapa yang memeluknya


"Liatin bintang" jawab gadis itu singkat


"kenapa?" tanya orang yang memeluknya dari belakang


"Kayak kamu" gadis itu mendongak menatap orang yang memeluknya yang juga sedang menatap dirinya


"Hmm?"


"Iya, ibaratkan susunan tata surya, kamu itu seperti bintang dan matahari yang mampu memancarkan cahayanya sendiri, bulan juga bahkan bisa bersinar terang walaupun hanya memantulkan cahaya matahari" laki-laki itu hanya diam mencerna setiap kata yang keluar dari mulut kecil kekasihnya itu


"Sedangkan aku dalam susunan tata surya hanya berperan sebagai bulan, seperti bulan yang hanya memancarkan cahayanya ketika mendapat pantulan sinar matahari, aku juga cuma bisa melakukan sesuatu saat ada kamu, sedang kan kamu bisa melakukan apapun walaupun tanpa aku" lanjut gadis itu, oke sekarang laki-laki itu mengerti kemana arah pembicaraan kekasihnya

__ADS_1


"Sayang, kalo kamu mengibaratkan kita seperti susunan tata surya, maka aku akan memilih menjadi bulan" saut lelaki itu


"Kenapa?" lelaki itu mengeratkan pelukannya


"Seperti bulan yang membutuhkan pantulan sinar matahari untuk menerangi bumi, aku juga butuh kamu untuk menjalani hidup ini, bulan tidak akan bersinar di malam hari jika tidak mendapatkan pantulan sinar matahari, maka aku juga tidak akan mampu menjalani hidup ini tanpa kamu, kamu tau kan dibalik seorang laki-laki sukses itu ada wanita yang hebat?" Kiana mendongak saat mendengar jawaban yang keluar dari bibir sang kekasih. ya! jika kalian menebak itu adalah Kiana dan Antares maka jawaban kalian benar


"Kamu kenapa jadi pinter ngegombal gini sih?" kia melepaskan diri dari pelukan Ares dan berbalik menghadap Ares


"Heh siapa yang ngegombal hmm" Ares menoel hidung minimalis Kiana.


"Ya kamu barusan"


"Karna sebenarnya kamu itu bisa melakukan apapun asal kamu mau mencoba, kamu merasa kamu gak bisa ngelakuin apa-apa karna selama ini kita selalu sama-sama" lanjutnya sambil menatap bola mata kia sementara satu tangannya tergerak menangkup wajah kia


Kia diam tak bergeming, seakan kata-kata Ares menjelaskan bahwa mereka akan berpisah, dan disaat itulah kia bisa melakukan semuanya tanpa Ares hingga ia merasa terbiasa tanpa Ares.

__ADS_1


"Res…apa aku bisa melakukan semuanya sendiri kalau suatu saat kamu pergi ninggalin aku? apa aku bakal terbiasa lewati semua hari-hari aku tanpa kamu kalau kamu udah gak ada disisiku? sementara selama ini kita selalu sama-sama" akhirnya pertanyaan itu meluncur juga dari bibir mungil Kia, tangannya menggenggam tangan Ares yang masih berada di wajahnya.


"Kenapa nanyanya gitu hmm?"


"Iss jawab aja dong" kesal kia dengan mata yang sudah berkaca-kaca


'apa gue salah ngomong ya, kok akhir-akhir ini kin jadi melow terus sih bawaannya kalo sama gue' pikir Ares


"Sini" Ares menarik kia kedalam dekapannya kemudian menundukkan pandangannya supaya bisa menatap wajah sendu gadisnya


"Aku yakin sayang adalah wanita yang kuat, jadi seandainya aku gak ada di samping sayang, sayang pasti bisa lewati semuanya, walaupun suatu saat kita udah gak sama-sama lagi sayang harus tetap jalani semuanya hmm?"


"Tapi aku takut, aku gak mau kamu ninggalin aku, aku butuh kamu, aku gak mau kehilangan kamu" Ares sakit saat melihat buliran bening mulai membasahi pipi gadisnya itu, baru membayangkan saja rasanya Ares tak sanggup apalagi jika hari itu benar-benar tiba, dia memperat pelukannya, menyelusupkan kepala Kia di dada bidangnya.


"Sayang, terkadang kita harus mengikhlaskan orang yang kita sayang, karna tidak selamanya kita akan selalu menjadi pusat bumi seperti susunan tata surya yang selalu berotasi" tutur Ares, sesekali dia mengecup kepala kia

__ADS_1


flashback off


"Huftt…"


__ADS_2