Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#Kck_62


__ADS_3

"Kenapa hmm?" Kia kenal suara ini.


Dia berusaha melepaskan tangan itu.


"Sayang, aku suami kamu. please biarin kayak gini sebentar" Zico membenamkan wajahnya di ceruk leher Kia. menikmati aroma sang istri.


Air mata Kia luruh. Zico yang hampir terlelap karena memeluk sang istri begitu nyaman kembali tersadar saat tetesan bening itu terjatuh mengenai lengannya. Hatinya terenyuh?


Seterluka itu kah wanitanya?


Rasa sesak kini menghinggapi hatinya.


Dibaliknya wanita kesayangannya itu agar ia bisa menatapnya. "Sayang kenapa?" tanyanya lembut. Ini benar-benar berasal dari hatinya. jauh di dasar lubuk hatinya yang paling dalam, dia masih sangat mencintai wanita di hadapannya. pernikahan ini bukan untuk ia jadikan permainan. dia bersungguh-sungguh.


Zico melihat ada luka yang sangat dalam Dimata sang istri. Hatinya sakit. andai dia tak memaksa untuk tetap melakukan perjodohan ini mungkin wanitanya takkan menangis.


Zico memenarik Kia kedalam dekapannya. "Maafin aku kalo aku terlalu memaksa. Tapi kamu harus tau, aku sayang kamu. aku cinta sama kamu" Zico memejamkan matanya memberikan kecupan sayang di kepala Kia.


"Maaf kalo ternyata semua malah nyakitin kamu. Bahkan hubungan persahabatan aku sama Aska juga jadi berantakan"


"Maafin aku sayang" hanya permintaan maaf Zico yang Terdengar dari ruangan itu.


Tangis Kia semakin menjadi. Ini Kali pertamanya menangis dihadapan orang lain selain keluarganya. bahkan di hadapan orang tuanya dia jarang menangis. Yang mereka tau, sosok Kia menjadi berubah sejak kepergian Ares.


Zico ikut menitikkan air matanya. "Sayang aku mohon jangan nangis, aku tau salah. Tapi jangan kayak gini. aku sakit liat kamu kayak gini"


Kia melerai pelukannya, di tatapnya mata Zico. tak ada kebohongan yang terlihat, hanya pancaran ketulusan dan penyesalan yang ada.

__ADS_1


Tangan Zico membingkai pipi Kia mengusap air matanya lembut. "Jangan nangis lagi" kini air matanya ikut menetes saat dia berkedip. Kia terkejut, Zico menangis?


"Aku salah, jangan nangis yaa" pinta Zico lagi diakhiri kecupan yang sangat dalam di kening Kia.


.


.


Rasa bersalah memasuki relung hati Kia. Dia menangis bukan karena menyesali pernikahan ini. Tapi karena masalalu yang terus menghantuinya.


"Mas" lirih Kia. Zico yang sedang merengkuh erat tubuh itu tersentak. Kia baru saja memanggilnya Mas?


Pandangannya jatuh pada wajah yang kini berada di dadanya.


"Sayang, kamu manggil apa barusan?" tanyanya


Zico tersenyum. Rasa bahagia menyelimuti hatinya kini. Dia kembali mendekati Kia. membawanya kedalam dekapannya Kembali.


"Aku mau dengar kamu tadi manggil aku apa?" bisiknya.


"Mas" lirih Kia. kemudia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Zico. Senyum Zico semakin lebar. panggilan sederhana itu mampu memberi rasa hangat dihatinya.


"Ulangi sayang" pintanya.


wanita dalam dekapannya itu menggeleng. "Gak mau" rengeknya. Zico bahagia, wanitanya kini menampilkan sikap aslinya.


"Aku pengen denger lagi" Zico berusaha melihat wajah sang istri.

__ADS_1


"Aaa gak mau, aku malu massss" Kia semakin membenamkan wajahnya.


Zico terkekeh. Ah dia sangat bahagia. ini awal kisah cintanya yang baru dengan Kia.


***


pagi hari, cahaya matahari memasuki ruangan yang masih terdapat dua anak manusia yang saling merengkuh. Mereka adalah pasutri baru.


Terlihat Zico mengerjapkan kedua matanya. Bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman kala melihat Kia masih meringkuk dalam dekapannya seperti janin. Dia enggan untuk bangkit dari tempat tidurnya. dikecupnya kening sang istri, namun tak membuat sang empu terbangun. Beralih ke pipi, Zico mengecup pipi chubby itu berkali-kali. Kia menggeliat, namun kemudian mencari posisi ternyaman untuk melanjutkan tidurnya. Tangannya memeluk erat pinggang Zico.


Zico terkekeh melihat kelakukan sang istri. Jadi seperti ini tingkah istrinya sebenarnya?


"Sayang bangun, udah pagi" bisik Zico.


"Adek masih ngantuk, Bang Keen" bisa-bisanya Kia ngira Zico sebagai Keenan?


"Hei, bangun" bisik Zico tepat di telinga kia. Kia meremang, sontak saja ia menjauhkan kepalanya dari dada bidang itu. mengerjapkan Bola matanya lucu. Tak tahan Zico memberika kecupan bertubi.


Wajah Kia memerah. Tak ia sangat jika dia akan merasa bahagia. Ya, tak dipungkiri Kia bahagia dengan pernikahannya. Yang awalnya terpaksa, namun kini Kia ikhlas menerima. dia tak ingin berhubungan dengan banyak pria. Rencana awal hidupnya dia ingin menjalin hubungan hanya dengan satu pria dan pria itu Ares. namun, tuhan lebih menyayangi Ares. akhirnya Kia bertemu Zico. kini Kia berharap semoga Zico menjadi yang terakhir baginya.


dia kembali membenamkan wajahnya di dada bidang Zico. memeluk erat pinggang lelaki itu.


Zico membalas pelukan itu. "gak mau bangun?" tanya Zico mengelus lembut kepala Kia.


"Enggak, masih mau gini" jawab Kia semakin mengeratkan pelukannya.


Zico tersenyum.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2