Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#kck_44


__ADS_3

Malam pun tiba…


"Sayang kamu mau tidur dimana?" tanya Ayah Fares ketika mereka diruang keluarga.


"Emm, Kia tidur dikamar Ares, Yah" jawab Kia menundukkan kepalanya.


"Segitu dalam kah na perasaan yang kamu miliki untuk anak Ayah?"-batin Ayah Fares bertanya-tanya.


Dia beranjak dari duduknya mendekati Kia yang menundukkan kepala. Tangannya terangkat mengelus rambut gadis kecilnya.


"Nak, kenapa?" tanyanya lembut.


Sementara Bunda memalingkan pandangannya, dia selalu tidak tega melihat wajah murung putrinya yang di sebabkan oleh kepergian putra semata wayangnya.


Kia tidak menjawab pertanyaan Fares namun dia menunduk semakin dalam, bahunya tampak bergetar. Dapat di tebak oleh pria paruh baya ini bahwa gadis itu sedang menangis. Bunda yang melihat itu pun segera bangkit dari duduknya.


Kini kedua orang itu berada di samping kanan dan kiri Kia.


"Sayang, dia udah tenang nak. Kamu berhak lanjutin masa depan kamu" ucap Bunda lembut sembari mengelus rambut panjang Kia.


"Nak, dengerin Ayah. Yang Ayah tau semasa dia masih ada, dia paling gak suka kan liat kamu seperti ini?" tanya Fares dan diangguki oleh Kia disela-sela isak tangisnya.


"Dia pasti sedih liat kamu kayak gini, sayang masa depan kamu masih panjang nak. Kamu harus kejar mimpi kamu. Buktikan kalo kamu bisa bangkit, jadikan dia sebagai penyemangat kamu, jangan jadikan sebagai kelemahan kamu nak" tutur Ayah Fares panjang lebar.


"Ayah kamu bener sayang, kamu harus bisa tunjukkan ke dia, bahwa walaupun dia udah gak di samping kamu tapi dia selalu disini…


Bunda menyentuh hati Kia "Dan dia selalu jadi semangat kamu, bukan alasan untuk kamu semakin terpuruk" Lanjutnya.


"Sekarang kamu tidur ya, supaya gak terlambat besok ke bandaranya?" Ayah Fares berdiri.


"Ayok, nak" Bunda menuntun Kia. Gadis itu hanya menurut mengikuti dua orang tersayangnya setelah Aza dan Refandra.

__ADS_1


.


.


Bunda menyelimuti tubuh Kia sebatas dadanya. Tanyanya terulur menyibakkan rambut Kia yang menutupi keningnya.


"Selamat tidur nak, jangan sedih terus ya" ucap Bunda mengecup lama kening putri cantiknya.


Kini Ayah Fares melakukan hal yang sama.


"Selamat malam putri cantik Ayah" gumamnya.


.


.


Setelah kepergian Fares dan Alana, Kia tak langsung menutup matanya. Gadis itu berjalan ke arah lemari pakaian milik sang pemilik kamar yang tak lain adalah Antares. Ia meraih baju kaos berwarna hitam, kaos yang paling sering Ares gunakan.


"Res, mau pake baju yang mana?" tanya Kia. Saat ini mereka berada di kamar Ares.


"Aku mau baju hitam" jawab Ares disertai senyuman manisnya.


Gadis itu menatap isi lemarinya kemudian menghela nafas.


"Res, baju hitam kamu itu banyak, mau yang mana?" tanya Kia mencebikan bibirnya, sambil terus melihat baju Ares yang di dominasi warna hitam.


Ares tak menjawab, dia justru melangkahkan kakinya mendekati Kia.


Jantung Kia berdetak kencang, saat deru nafas seseorang menerpa lehernya. Ditambah lagi tangan kekar itu kini melingkar di pinggangnya.


"Aku mau baju yang kamu kasih waktu ulang tahun aku" lirih Ares di telinga Kia, yang membuat gelenyar aneh pada tubuh Kia.

__ADS_1


"Y-yaudah a-aku ambilin dulu" sumpah demi apa pun Kia merasa gugup dalam situasi seperti ini.


"Res, lepasin dulu" pinta Kia saat Ares masih tak bergeming dari posisinya.


"Biarkan seperti ini dulu" lirih Ares.


Kia mengikuti keinginan Ares.


"Hei, udah ya. Kamu harus ganti baju dulu"


"Nanti Bunda mikir kita aneh-aneh loh" bujuk Kia.


"Gak mau aku masih pengen peluk kamu" ucap Ares manja.


Kia sungguh gemas dengan sosok yang tengah memeluknya itu, saat ini dia terlihat seperti anak bayi, berbeda saat berada di luar.


"Sayang, udah ya" ucap Kia lembut mengelus rambut Ares yang berada di pundaknya.


FLASHBACK OFF…


Huft…


Hembusan nafas terdengar dari Kia yang masih mematung menggenggam baju yang baru saja di ambilnya.


"Aku kangen banget sama kamu Res" lirih Kia mendekap baju itu.


Dia berjalan ke ruang ganti, mengganti baju yang ia kenakan dengan baju milik Ares yang baru saja di ambilnya. Alasan Kia selalu tidur dengan mengenakan baju Ares karena Kia merasa Ares tengah memeluknya.


Setelah mengganti bajunya dia berjalan ke balkon. Dari balkon kamarnya Kia bisa menatap langsung ke arah taman belakang yang menjadi tempat penuh kenangan dirinya dengan Ares.


"Kalo aku mau Res, aku bisa hapus semua foto dan video kebersamaan kita" gumam Kia mengusap layar handphonenya yang menampakkan wajah tampan Ares.

__ADS_1


"Tapi percuma, walaupun aku hapus semua itu. Perasaan aku ke kamu, wajah kamu, sama kenangan kita gak akan pernah bisa aku hapus" lanjutnya.



__ADS_2