Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#Kck_57


__ADS_3

"Kamu sudah bosan hidup Ndine?" tanya Kia saat memasuki ruangan.


Glekk


Susah payah Andine menelan salivanya "Ma-maaf nona, tapi kan mereka memang tidak tahu siapa anda. Jadi wajar saja...


Sring...


Andine menghentikan ucapannya saat mendapatkan tatapan tajam dari nona mudanya.


'Astaga nasib gue punya bos gini bener'


'Berasa punya bos kulkas kalo gini'


'Emang kulkas deng' ralat Andine


'Tapi berasa kek punya bos cowok yang kelakuannya persis kek dunia novel kalo gini'


"Jangan ngebatin Ndine!" suara datar Kia berhasil menyadarkan Andine dari perang batinnya.


"Hehe maaf nona" Kia mendengus melihat asisten pribadinya yang malah nyengir kuda. Gak takut kering tu gigi, Ndine? pikir Kia.


_


_


"Jadi, apa yang kamu dapat?" Tanya Kia setelah duduk di kursi kebesarannya.


"Yang harus anda cek sudah saya kirim di email, nona" jawab Andine.

__ADS_1


Seketika mata bulat Kia langsung melotot "Yang bener saja Ndine?" tanya Kia tak percaya.


"Benar, nona" Jawab Andine sambil menganggukkan kepalanya dengan mata yang mengerjap seperti kena siram air cabe.


"Terus kenapa kamu nyuruh saya ke kantor? kalo sudah kamu kirim di email" tanya Kia menatap tajam Andine.


"Eh?" Andine menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Hehehe maaf saya lupa" seperti biasa saat melakukan kesalahan Andine hanya akan menampilkan deretan gigi putihnya.


Kia tak menanggapi, dia hanya mendengus malas dengan tingkah asistennya.


Setelah menerima file yang dikirim Andine, Kia menenggakan kepalanya "Ndine, sudah kamu pastikan tidak ada satu pun yang tau siapa CEO perusahaan ini?" tanya Kia.


"Sudah nona" jawab Andine.


"Jangan sampai ada yang tau, bahkan keluarga ku sendiri" tegas Kia. Andine hanya mengangguk patuh.


"Tapi, nona. Mengapa anda membangun perusahaan ini diam-diam?" tanya Andine.


Kia menghela nafas "Huft...Ini tidak sepenuhnya milik saya Ndine. Ini impian saya dengan 'dia' dulu..." Kia menjeda ucapannya sesaat karena merasakan sesak di dadanya.


" Perusahaan ini sudah mulai di rintis saat saya dan 'dia' masih SMA kelas 1 dulu Ndine. Namun, tak lama dari itu dia justru pergi, Ndine. Makanya saya yang lanjutkan sesuai dengan pesan dia sesaat sebelum kepergiannya" lanjut Kia sendu.


"Saya melakukan ini bukan untuk saya, saya hanya memimpin sementara selagi menunggu anak-anak dewasa Ndine" tutur Kia lagi.


Sebagai asisten yang Andine hanya diam mendengarkan apa yang di sampaikan oleh nona mudanya, sesekali kepalanya terlihat mengangguk.


Kia menatap pergelangan tangannya "Andine, saya harus pulang. Anak-anak takut nyariin saya" ucap Kia berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Baik Bu…


"Oh, iya. Kamu kalo mau pulang, pulang aja" lanjut Kia lagi menyela Andine.


"Masih ada pertemuan dengan CEO Wijaya grup, Nona" ucap Andine membuat langkah Kia terhenti.


"Oke, kamu lanjutkan saja. Karena mereka taunya kan kamu CEO AZ Corp." ujar Kia.


'Nah, kan. Apa gue bilang? percuma juga ngasih tau nona Zella. Kagak di tanggapi juga'- gerutu Andine dalam hati.


Jika Kia baru saja akan kembali dari perusahaan, sementara di belahan bumi lainnya terlihat dua orang yang tengah berbincang.


"Dia udah punya anak?"


"Iya, kemaren gue liat sendiri itu bocah manggil Kia mommy"


"Lo udah selidiki?"


Pria dihadapannya menggeleng "Belum, semua akses tentang di tertutup. Yang muncul hanya jika dia itu anak bungsu keluarga Wijaya yang selama ini ditutupi"


"Hah, gue sih gak yakin itu anaknya. Oh, iya umur anak itu kira-kira berapa?"


"Kayaknya sih sekitar empat atau lima tahun deh"


Deg..


'Gila, gak mungkin kan itu anak mereka. Cihh udah gue duga kan, lo emang murahan'


....

__ADS_1


__ADS_2