
Bingung sudah pasti, dan yakinlah. Bahwa bukan hanya Zico saja yang pernah mengalami hal itu. Ya mencintai dua orang dalam waktu yang bersamaan, pasti ada yang pernah merasakan itu. Bedanya, ada yang mengikuti kata hatinya untuk mencoba mengikat orang yang baru dicintainya sehingga munculah yang namanya pengkhianatan atau mencari segala cara untuk menghapus rasa yang baru ada dan memupuk rasa yang telah lama hadir agar tak pudar.
"Kalo lo masih sayang sama dia, perjuangin! bukan malah nyari penggantinya"
"Lo bilang cinta sama dia, tapi apa lo malah khianatin dia kek gini"
****
"Arrggghhh sialan, gue gak khianati Kia" teriak Zico prustasi.
"Gue masih sayang sama dia, tapi dia yang selalu mengabaikan gue"
Merasa terabaikan tanpa tau seperti apa usaha Kia menerima dirinya, yang bahkan baru beberapa hari dikenalnya. Untuk mendapatkan kepercayaan Kia bukanlah hal mudah untuk saat ini, tapi entah jika dia hadir saat Ares masih ada, mungkin ceritanya akan berbeda.
.
.
Melupakan seseorang yang paling kita cintai tidaklah mudah, kepergiannya juga bukanlah sesuatu yang kita harapkan. Tidak ada satu pun orang yang menginginkan dirinya ditinggalkan oleh orang yang dicintainya.
"Indonesia I'm back" lirih seorang gadis yang tak lain adalah Kia, dia sedang berada dalam pesawat.
**********
Setelah menempuh perjalanan berjam jam, Kia kini telah tiba di kediaman keluarga Wijaya.
"Ah sayang mama bener bener kangen sama kamu nak" Aza menyambut putri kesayangannya itu dengan pelukan hangatnya.
"Adek juga kangen sama Mama" balas Kia membalas pelukan sang Mama tak kalah erat.
__ADS_1
Tak lama pandangan kia beralih ke wanita cantik yang berada di samping Mamanya.
"Mommy, Adek kangen sama mommy" Kia beralih masuk ke dalam pelukan sang mommy.
"Mommy juga kangen sayang sama kamu" Revani, yang merupakan istri dari Affandra memeluk Kia tak kalah erat.
Begitulah mereka melepas rindu, dan membiarkan Kia istirahat.
...*******...
Sepanjang perjalanan menuju rumah orang tercintanya, Kia hanya memandang keluar dari jendela mobilnya.
Kali ini dia tidak diizinkan pergi sendiri, melainkan diantar oleh supir pribadinya. Yang mana supir tersebut langsung dipilihkan oleh Ares.
Beberapa menit kemudian, mobil berhenti di sekitar pemakaman.
"Eh iya Mang. Mamang tunggu disini aja biar Kia pergi sendiri" balas Kia.
"Baik, non" jawab Mang Dayat.
.
.
"Assalamualaikum, sayang" ucap Kia.
Dulu semasa Ares masih ada, Kia sangat jarang memanggil Ares 'sayang. Berbeda dengan Ares yang hampir setiap detik memanggilnya 'sayang.
"Gimana kabar kamu?"
__ADS_1
"Kamu baik baik aja kan?"
"Maaf ya aku baru datang lagi" Kia mengelus nisan itu.
"Aku kangen banget sama kamu. Seandainya kamu masih ada, pasti pas aku wisuda besok kamu hadir iya kan?"
"Itu kampus impian kita berdua dulu, dan aku lulus dengan nilai terbaik"
"Gapapa kamu udah gak disini, aku cuma mau bilang makasih"
"Aku tau, kamu paling ga suka kalo aku bilang makasih kan? tapi aku tetap bakal ngucapin itu"
Kia menghela nafas panjang.
"Sayang, makasih udah pernah hadir dalam hidup aku. Makasih udah selalu ada buat aku selama ini, makasih udah selalu jadi alasan aku untuk tersenyum, makasih juga udah ngajarin aku gimana rasanya mencinta dan di cintai, makasih udah bikin aku ngerasain yang namanya pacaran, makasih udah cinta sama aku sampai kamu menutup mata....
"Makasih untuk semua yang pernah kamu lakukan untuk aku, dan maaf aku belum bisa balas semua itu tapi kamu udah pergi. Maaf karena aku malah jadi orang terakhir yang tau kalo kamu sakit, sayang"
Tidak ada air mata yang keluar dari mata gadis itu.
Tapi percayalah, saat di mengucapkan kalimat itu sesungguhnya dadanya terasa sangat sesak .
Namun, dia sedang berusaha mengendalikan hatinya agar tak rapuh seperti dulu lagi. Dua tahun ia menata hatinya agar tak rapuh, dua tahun dan a berusaha menjadikan Ares sebagai penyemangatnya bukan kelemahannya.
Tapi, empat tahun sudah kepergian Ares, dia sama sekali masih belum mampu menghapus segalanya tentang Ares.
.....
To be continue
__ADS_1