Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#Kck_12


__ADS_3

"Huft…kenapa rasanya sakit res setiap aku ingat kamu? kenapa semua tentang kamu gak pernah hilang dari pikiran aku?" monolog Kia, ya mereka telah tiba di villa keluarga Allteza. Saat ini kia tengah berada di tempat yang tak jauh dari villa Allteza yang pernah dikunjunginya bersama Antares. Dan merupakan liburan terakhir dirinya dengan Ares.


"Gue cariin ternyata lo disini Ki" suara cempreng anasya membuyarkan lamunan kia, ia segera menghapus sisa air mata yang masih terlihat.


"Eh lo nangis Ki?" anasya menatap bola mata kia yang sembab


"Enggak kok, ini karena tadi diperjalanan banyak debu" elak kia membuang muka


"Dih lo gak bakal bisa bohong sama gue Ki" Nasya seakan merasa bahwa kia menyembunyikan sesuatu darinya, dia sangat tidak ingin melihat sahabat sekaligus orang berarti bagi sepupunya itu terluka dan terjebak dalam masalah.


"Dih apaan sih, gue gak papa kok" Ki ia menjauhkan tangan Nasya yang memaksanya agar menoleh ke arah sang sahabat.


"Hmm okelah" Nasya akhirnya pasrah, karena dia tau Kia tidak bisa dipaksa, dan prinsip persahabatan mereka jika satu ada masalah mereka akan membantu dan menjadi pendengar yang baik, namun jika salah satu dari mereka tidak ingin menceritakannya mereka tidak akan memaksa karena setiap orang memiliki privasi.


Kini keheningan menyelimuti mereka, kia tetap memandang lurus kedepan sesekali terdengar hembusan nafas kasar darinya, sedangkan Nasya sesekali dia menoleh melirik sahabatnya, dia tau sahabatnya tidak baik-baik saja.


'Gue tau Ki lo gak sedang baik-baik aja, gue tau lo masih mikirin Ares, ternyata segitu besar ya rasa sayang lo ke Ares, sampe-sampe lo belum bisa luapin Ares walau sesaat padahal setahun sudah Ares pergi ninggalin kita' batin Nasya

__ADS_1


'Lo seakan-akan terlihat tegar dan baik-baik aja, padahal Lo masih nyimpen luka Lo sendiri jauh didalam lubuk hati Lo' lanjutnya.


Tanpa mereka sadari sepasang mata elang sedang memperhatikan mereka.


"Gue janji gue bakal lakuin apa aja buat kebahagiaan dia" gumam sang empunya mata


"Kenapa juga sih res lo harus pergi ninggalin kita, lo liatkan hasilnya? dia jadi murung terus" lanjutnya lagi.


Bruk!!!


"Ah ****!" dengan tidak etisnya tiba-tiba sesuatu menghantam sosok yang sedang memperhatikan kia dan Nasya.


"Ya sorry Bang"


"Buruan turun ogeb, engap woi!!" sementara dari arah lain kia dan Nasya yang mendengar keributan langsung menoleh ke belakang,


"Kalian ngapain tidur disitu woi?" teriak Nasya

__ADS_1


Keenan dan Vano pun segera berdiri saat sadar dirinya diperhatikan oleh dua gadis itu. Ya laki-laki yang melihat mereka dari kejauhan tadi adalah Revano affandra Wijaya


"Elah yang, bukan tidur namanya tapi nyungsep" gerutu vano


"Lagian lu sih Keen, datang-datang main tubruk aja kek banteng"


"Buset dah bang tampang kek Song Jong Ki gini dibilang banteng"


"Kurang kerjaan sih kalian pake nguping segala" saut Nasya, sementara Kia hanya menyaksikan perdebatan itu tanpa berniat untuk membuka suara, ya suasana hatinya sedang tidak stabil.


"Heh dugong gue kagak nguping ya, noh suami lo tuh ngadangin jalan" elak Keenan


"Dih ngapa jadi gue yang salah" ucap vano tak terima


"Berisik" ujar kia dingin, yang berhasil membungkam ketiga manusia yang tengah berdebat itu.


Bukan kia bermaksud untuk bersikap seperti itu kepada Abang dan sahabat-sahabatnya, hanya saja hatinya saat ini sedang tidak baik-baik saja, karena sejujurnya ketika dia menyaksikan perdebatan ini bayangan Ares selalu berputar di benaknya.

__ADS_1


next…


__ADS_2