
sebelum ayam bangunkan orang Kia sudah ada di taman. (Cie yang bacanya sambil nyanyiğŸ¤).
Kia sengaja bangun pagi sekali, karena dia ingin menghabiskan sisa waktunya yang tinggal beberapa jam saja di tempat yang penuh kenangan bagi dirinya dan Ares.
Namun rasa sesak itu selalu menghampiri Kia setiap kali dia mengingat Ares.
"Sayang…
Terdengar suara seorang wanita yang sangat familiar di telinganya, membawa Kia untuk menoleh ke sumber suara. Ia mengembangkan senyum manisnya.
"Kenapa pagi-pagi sudah disini hmm?" tanya wanita paruh baya itu sambil mengelus puncak kepala Kia.
"Gak papa Bun, Kia cuma pengen ngabiskan waktu Kia disini sebenar aja, sebelum Kia terbang" jawab Kia sendu.
"Sayang, Bunda gak tega liat kamu sedih terus. gimana kalo taman ini diganti aja hmm? terus kamarnya Ares gimana kalo kita bongkar aja?" Kia tersentak dengan apa yang di ucapkan oleh wanita kesayangannya Ares itu.
"No! Bunda" tolak Kia cepat.
__ADS_1
"Aku gak mau sampe menghilangkan semua kenangan aku sama Ares Bun, percuma semua itu Bunda lakukan, karena selamanya kenangan Kia sama area gak akan pernah Kia lupakan" lanjutnya lagi.
Alana merasa tersentuh dengan perasaan yang di miliki oleh Kia untuk putranya. Tapi dia sadar, kini putranya telah tiada. Meskipun Kiana Azella Wijaya tidak menjadi menantunya, namun gadis cantik itu tetap akan selalu menjadi putri kecilnya.
"Bunda tau nak, tapi jika semua itu terus buat kamu sedih Bunda juga gak tega sayang"
"Enggak Bun, pokoknya apapun hal yang bersangkutan dengan Ares, jangan sampai ada yang berubah, baik itu sekarang ataupun beberapa tahun kedepan saat Kia kembali nanti" tegas Kia.
"Karena tempat yang akan pertama kali Kia datangi saat kembali nanti adalah rumah ini" lanjut Kia.
Seketika Bunda langsung memeluk erat Kia, putrinya yang sebentar lagi akan pergi jauh darinya.
.
.
itu wajar, Kia sudah terbiasa dengan keluarga Ares sejak ia kecil. Dan keluarganya memaklumi itu, apalagi mereka tau kebahagiaan Kia akan jelas terpancar saat ada dirumah itu dari pada dirumah mereka. Alasannya cukup simple dan terkesan tidak masuk akal bagi kita yang menggunakan logika, yaitu hanya Ares. Kita mikir mungkin lebay, tapi itulah kenyataannya, Ares sangat berpengaruh dalam hidup Kia.
__ADS_1
.
.
Kia memandang kota yang akan ditinggalkannya untuk beberapa tahun kedepan dari jendela pesawat yang ditumpanginya.
'Selamat tinggal Indonesia, selamat tinggal Ares, my most beautiful star' lirih Kia, kemudian ia memilih terlelap dalam mimpi selama perjalanannya.
*****
"Ckk, gue pengecut banget sih jadi cowok" decih seorang pria yang tengah melemparkan batu kecil ke arah danau.
"Lo bodoh Co, sesusah itu dulu lo dapetin dia, dan setelah lo dapetin dia dengan mudahnya lo lepasin demi cewek yang lo anggap teman tapi ternyata ular berbisa" dia terus merutuki kebodohannya.
"Sekarang gue harus gimana coba? dia udah jadian sama Aska temen gue sendiri. Hah"
"Sayang, aku tau aku bukan cowok baik, tapi aku mohon tolong jangan tinggalin aku" kini dia menundukkan pandangannya, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
Sementara sepasang mata tengah menatapnya dari kejauhan 'Sekarang lo baru sadar kan seberapa berarti dia di hidup lo?' gumam orang itu, kemudian berlalu tanpa berniat mendekati Zico.
Ya orang itu adalah Zico Aldiansyah Putra sosok pacar yang tak dianggap oleh Kia, hanya karena kesalahpahaman yang disengaja oleh Zico sendiri.