Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#kck_32


__ADS_3

"Jadi kemaren Nasya udah mau daftar disini?" tanya Vano setelah mendengar cerita Kia yang diangguki oleh Kia.


"Jadi, kamu gak jadi masuk sini karna liat aku nembak Tasya" batin Vano.


"Maafin aku Sya" Vano termenung memikirkan perasaan gadis yang telah diberi harapan olehnya selama dua tahun itu. Terlihat gurat penyesalan di wajah tampannya.


Kia sedari tadi memperhatikan ekspresi Abangnya.


"Gue harap kedepannya lo bisa jaga hati orang Bang, kalo emang gak ada perasaan jangan kasih harapan" kata-kata Kia membuat rasa bersalah dihati Vano semakin besar, sungguh dia tidak berniat untuk menyakiti hati Nasya, apalagi memberinya harapan palsu.


"Gue juga cowok Van, tapi lo jangan sampe lupa mommy cewek, dan lo juga punya Adek cewek (menunjuk Kia dengan dagunya) gue harap lo bisa jaga perasaan cewek, gentle dikit jadi cowok, kalo ada rasa buktikan kalo gak jangan kasih harapan" tegas Aska, peran Aska adalah adik dari Vano, namun tetap saja pemikiran Aska terkadang memang lebih dewasa apalagi usia mereka memang lebih tua Aska.


"Hmm Bang, Kia ke toilet bentar ya" ucap Kia saat melihat Vano hanya diam, mungkin Vano sedang mencerna apa yang diucapkan oleh kedua adik sepupunya.


"Eh princess-nya Abang mau kemana hmm?" tanya Kenzo yang baru akan bergabung, sambil mengelus rambut sang adik.


Kia mendongak, karena memang postur tubuh Kenzo yang lebih tinggi darinya, walaupun Kia terbilang cukup tinggi dikalangan perempuan dengan tingginya yang mencapai 165, tapi saat bersama Abang-abangnya dia tetap menjadi yang paling pendek. "Ke toilet Bang" jawab Kia.


"Mau Abang temenin? Kenzo menaikan alisnya menunggu jawaban Kia.

__ADS_1


"Eh, no Bang, Abang makan aja okay, Kia berani sendiri kok" tolak Kia.


"Yaudah hati-hati ya, kalo ada apa-apa kasih tau Abang" Kenzo memang selalu posesif dengan adiknya, walaupun dia juga terkadang gesrek, buktinya hanya ke toilet saja Kia diberi wejangan seperti akan melakukan perjalanan jauh.


* * *


Kia baru saja keluar dari pintu toilet, namun tiba-tiba ada yang menarik tangannya dan mengunci Kia di dinding.


"Ckk lo siapa s…" Kia terdiam tak melanjutkan ucapannya saat tau siapa yang menariknya.


"Kenapa chat aku gak pernah dibalas hmm?" tanya orang itu sambil menatap lekat ke arah Kia.


"Sayang" panggil orang itu.


Kia memberanikan diri menatap orang itu "Sayang?" tanya Kia.


"Iya, kita kan masih pacaran sama" jawab orang itu lagi.


"Hah, bukannya lo sendiri ya yang bilang kita gak pacaran" ucap Kia males.

__ADS_1


"Siapa bilang?"


"Gak usah pura-pura gak tau Zic" ucap Kia berusaha melepaskan diri dari orang itu, yang ternyata adalah Zico.


"Hei, cewek yang waktu itu aku post itu temen aku, dan aku gak tau kalo dia post fotonya di Hp aku" ujar Zico.


"Gue udah gak permasalahkan itu" jawab Kia dingin. Hati Zico sakit melihat sang kekasih yang kini bersikap seperti itu kepadanya, bahkan Kia pun tak lagi menggunakan aku-kamu saat berbicara dengannya.


"Lo sendiri kan yang bilang kalo lo emang punya pacar tapi bukan gue" ucap Kia lagi.


"Sayang itu gak bener" elak Zico.


"Oke gue udah gak perduli lagi" Kia mencoba lagi untuk lepas dari kuncian Zico.


"Lepasin gue" ucap Kia datar.


"Gak sebelum kamu mau ngomong sama aku" jawaban Zico membuat Kia terkekeh sinis.


"Dari tadi juga gue ngomong sama lo" ucap Kia dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


"Huft…denger Zic, buat gue lo gak salah kok…


__ADS_2