Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#Kck_52


__ADS_3

"Zico gak kayak gitu. Gue kenal dia, Ska" ucap seseorang yang baru hadir.


Orang itu berjalan mendekati meja yang menjadi tempat keluarga besarnya.


"Ingat, gue sahabatan sama Zico dari SMA kalo lo lupa" ucapnya lagi.


Entah apa yang terjadi dengan para orang tua, mereka hanya menyaksikan semuanya tanpa ada niatan ingin melerai. Begitu pun sang Abang sulung, Revan. Sedari tadi Revan hanya fokus dengan wanita cantik disampingnya.


"Dan perlu gue ingatkan lagi Bang, kalo gue jauh lebih tau seperti apa Zico. Sejak lo lulus SMA lo langsung ke London. Sementara gue, gue disini hampir tiap hari bareng dia" Aska sungguh tak ingin jika adik kecilnya benar-benar di jodohkan dengan Zico.


"Ya justru karena kamu udah kenal bagus dong Bang" sela Refandra.


"Paaa…


"Udah, udah. Kamu ini, gak liat disini ada banyak orang tua? Papa gak pernah ya ajarin anak-anak Papa kayak gini" Aska mendengus kesal ketika ucapannya disela sang Papa, matanya menatap tajam ke arah Zico. Sementara yang ditatap hanya acuh tak acuh.


"Pokoknya Pa Aska gabakal restuin dia jadi sama Adek" Aska menunjuk Zico.

__ADS_1


"Tangannya Bang" tegas Affandra.


"Dad, gak akan pernah Aska kasih izin kalian untuk jodohin Adek, biarkan dia nentuin pilihannya sendiri"


"Gue gak butuh restu dari lo, karena orang tua lo udah setuju" akhirnya Zico mengeluarkan suaranya.


Kia menatap Zico, inikah sifat asli Zico yang dia kenal dulu?


"Restu dari lo gak berpengaruh Ska, karena yang lain udah setuju. Mommy, Daddy, Papa, Mama, Bunda, Ayah semua udah setuju" timpal Aksa.


'Apa yang terjadi dengan Bang Aksa, kenapa dia mendukung perjodohan ini. Apa selama ini sikap baik dia ke gue juga cuma pura-pura?'- batin Kia berkecamuk. Jika Aska mati-matian menentang perjodohan ini, lalu kenapa Aksa dengan mudahnya menyetujui?


"Oke, terserah kalian. Mau lanjutin juga terserah. Tapi, kalo Adek gak bahagia. Jangan salahin saya, kalo saya akan bawa dia pergi jauh dari sini"


"Dan jangan harap kalian akan bisa nemuin Adek nantinya" putus Aska akhirnya.


Dia sudah menggunakan bahasa formalnya.

__ADS_1


"Saya setuju dengan adik saya Aska, jika anak Om dan Tante melukai adik kesayangan kami. Maka saya bersama Aska akan membawa Kiana pergi dari sini" tegas Revan, yang sedari hanya diam. Ternyata dia menyimak, dia yakin adiknya tak mungkin berbohong. Bukan dia tak mempercayai Aksa, namun dia paham betapa bencinya adiknya yang satu itu kepada princess kesayangannya.


"Tenang saja Revan, saya berani menjamin. Putra saya tidak akan berani melukai putri satu-satunya keluarga Wijaya" ucap Papa Zico.


"Saya pegang ucapan Om" ucap Aska dan Revan bersamaan.


Keadaan justru berbalik, kenapa kesannya disini seperti Aska dan Revan yang orang tua? Papa Refandra, yakin mau ngelepas putri kesayangannya untuk Zico?


Ayah Fares, beneran rela ngeliat putri yang selalu di bahagiakan oleh putra semata wayangnya dilukai orang lain sementara Ares saja tak pernah?


Lalu, Daddy Affandra. Ikhlas princess kesayangannya di lepas hanya untuk disakiti lagi?


Ahh ayolah, ada apa dengan keluarga ini? kenapa sekarang jadi seperti ini?


Kenzo, Vano, Keenan kemana?


Bukankah rencana awal akan melakukan semua ini saat anak-anak Wijaya berkumpul semua?

__ADS_1


...…...


__ADS_2