Kisah Cinta Kiana

Kisah Cinta Kiana
#kck_08


__ADS_3

"Suara itu…" Nasya menolehkan kepalanya ke sumber suara. Dan terlihat lah disana Revano yang sedang berjalan menuju ke arahnya.


"Ck mati-matian gue mau ngehindar kalo gini untuk apa selama seminggu ini gue kagak pernah keluar kelas" ya setelah kejadian di rooftop minggu lalu Nasya memang sengaja menghindar dari Revano, bahkan disaat Lea dan kia mengajaknya sekedar ke kantin pun dia menolak dengan alasan ingin fokus belajar.


"Ngambek terus sih, aku pikir seminggu gak jumpa dah berkurang tuh ngambekannya" kekeh Vano.


"Apa sih lo"


"Bang lo sama si nanas kenapa dah?" tanya kia tiba-tiba.


"Kenapa apanya?"


"Nah ntu si nanas judes bener" menunjuk Nasya dengan dagunya.


"Biasa urusan rumah tangga" celetuk vano santai, yang langsung di timpuk bantal oleh Nasya.


"Astaga yang kamu mah kdrt" ucap vano sambil menangkis bantal tersebut.


"Yang yang peang" ucap Nasya sambil berlalu menuju balkon.


********


"Jadi gimana?" tanya kia tiba-tiba


"Apanya?" tanya Allteza tak mengerti, yang lain hanya memperhatikan menunggu kia menjawab


"Elah katanya mau liburan" kia memutar bola matanya malas


"Ye makanya lu kalo ngomong yang jelas dek jangan setengah-setengah" Kenzo melempar kulit kacang ke arah adek kesayangannya itu.

__ADS_1


"Elah Bang gue bukan tong sampah lah woi" kesal kia balik melemparkan kulit kacang itu


"Gimana kalo ke villanya Allteza aja" saran Lea


"Woilah le, Lo ngasih saran tapi napa villa gue yang Lo bawa"


"Boleh juga tu saran lo, kan dekat ke pantai tuh" ucap Kenzo yang diangguki yang lain


"Laki bini sama aja" sungut Allteza


"Sekali-sekali za ah jarang juga kan" Keenan ikut menimpali.


"Tau tuh pelit bener" Nasya mengompori


"Iya Al, kan belum tentu sih kita kumpul lagi, tahun depan gue deh yang nanggung semuanya" ucap kia.


"Oke liburan kali ini biar gue yang tanggung jawab, kalian cukup bawa diri kalian sama cemilan aja" putus Allteza


"Dih bodo, lagian ya gue mana bisa nolak sih kemauannya bini Ares yang ada gue bonyok dibikin Ares" suaranya semakin lirih saat sadar dia salah bicara, dilihatnya kini kia mengalihkan pandangannya ke dinding kaca yang bisa langsung menerawang ke luar.


"Lo sih" bisik Lea menendang kecil kaki Allteza


dilihatnya Kenzo, Vano, Keenan dan Nasya yang sudah menantapnya dengan tatapan horor.


"Ssst" Keenan memanggil Allteza, Allteza menoleh sambil menautkan alisnya, Keenan pun menunjuk kia dengan dagunya. Allteza yang paham pun langsung bertindak. " Mmm Ki maafin gue ya, gue gak maksud buat…"


"Lupain aja Al gue gak papa kok" dengan cepat kia memotong ucapan Allteza.


" Lo beneran gak papa kan?" tanya Allteza ragu

__ADS_1


"Ck lo mau gue kenapa-napa hah" kesal kia


" Ya gak gitu juga Ki"


"Oke berarti besok kita kumpul di rumah gue jam 7 ya" kia mengalihkan pembicaraan dengan Allteza


"Rumah gue aja deh" ucap Kenzo dan Keenan bersamaan. mereka berdua langsung saling bertatapan.


"Bang ngapain niru sih?"


"Lo yang niru ngab"


"gak pokoknya dirumah gue"


"rumah gue elah bang"


"rumah gue"


"gue bang"


Mereka semua hanya menatap K kuadrat yang tengah ribut dengan tatapan jengah, karena setiap ada kesempatan K kuadrat pasti akan ribut.


"Udah?" tanya vano datar


"Hah?!" beo keduanya.


"Udah rebutannya?" tanya vano lagi masih dengan tampang datarnya.


"Belum" jawab Kenzo sedangkan Keenan hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Oke lanjutkan" ucap vano semakin datar, sampai-sampai Nasya melihatnya aneh, karena sedatar dan sedingin-dinginnya Vano kepada orang lain saat dihadapannya dia selalu menunjukkan sifat tengilnya.


__ADS_2